Pluk.
"ANJING." Umpat Saturnus setengah berteriak dikoridor sekolahnya.
Sontak semua orang yang berada di kolidor yang sama dengan Saturnus langsung berhenti dan takut-takut menoleh kearah cowo yang kini tengah mengeraskan rahangnya.
"Astaghfirullah." Ujar udin seraya mengusap-usap dadanya yang terkejut mendengar suara Saturnus yang lantang.
Dimas yang matanya tak sengaja melihat sebuah sepatu tergeletak di hadapan kakinya Saturnus sontak langsung saja memungut sepatu tersebut. "Demi apa nih orang berani amat melempar sepatu sama lo."
Sedangkan Genta dan Daniel sudah terlebih dahulu tertawa terbahak-bahak melihat sapatu usang itu, hanya Aiden yang diem sembari menatap datar sepatu usang yang sedang di pegang oleh Dimas.
Saturnus merebut kasar sepatu usang tersebut dari tangan Dimas."Siapa yang berani-beraninya ngelempar gue pake sepatu butut ini!" Bentak Saturnus dengan tatapan tajam menatap semua orang yang berada di kolidor.
"Ngaku kaga lo, Sebelum di amuk sama ini bos kita yang satu ini." Sahut Genta, menakut-nakuti.
"Gue itung sampai tiga, kalo lo semua gak ada yang mau ngaku. Gue dengan senang hati menghancurkan kendaraan lo semua yang ada di parkiran!" Ancam Saturnus yang terdengar tidak main-main.
Mendadak semua orang yang mendengarnya langsung gelisah dan beberapa darinya terlihat wajahnya ada yang sudah memucat di tempat hanya mendengar sebuah ancaman dari Saturnus.
"Satu." Saturnus mulai menghitung, Mata tajamnya menatap siapapun yang berada di hadapannya.
"Dua."
"Ti-"
"Maaf kak, aku yang gak sengaja ngelempar sepatu itu ke kakak." Tiba-tiba terdengar sebuah suara seseorang mengakuinya membuat semua orang meminggirkan tubuhnya untuk melihat seseorang tersebut.
Terlihat seorang gadis dengan rambut yang di kepang dua, gadis itu tengah menundukkan kepalanya. Sudah di pastikan gadis itu adalah gadis cupu.
Saturnus melangkah kakinya, mendekat ke arah gadis cupu tersebut. "Jadi, lo yang nimpuk kepala gue pake sepatu jelek ini?" Tanya Saturnus memastikan.
"I-iya kak, a-ku yang nimpuk kakak." Jawabnya. "T-tapi, aku gak sengaja kak." Lanjutnya pelan.
Saturnus mengangkat dagu gadis cupu yang ada di hadapannya, mata tajamnya tak sengaja melihat sebuah badge nama yang berada di atas dada kanan gadis cupu tersebut. Azurali. Nama gadis cupu itu.
"Kalo ngomong sama gue itu tatap wajah gue." Kata Saturnus datar. "Emangnya, itu ubin lebih ganteng dari pada wajah gue?" Lanjutnya yang terus menatap tajam Azura.
Dengan takut-takut, Azura mengangkat kepalanya. "M-maaf kak, s-sumpah aku gak sengaja."
Saturnus menyeringai tipis saat melihat wajah Azura yang sangat lugu, tiba-tiba sebuah ide iblis melintas di otaknya. "Karna, lo udah nimpuk kepala gue. Gue mau lo tanggung jawab."
"T-tanggung jawab gimana, kak?"
"Mulai sekarang, lo jadi babu gue." Balas Saturnus. "Dan Sekaligus, mulai sekarang lo pacar gue. Gue gak menerima penolakan." Lanjut Saturnus dengan memaksa.
Semua orang yang masih berada di kolidor langsung tidak percaya saat mendengar ucapan Saturnus barusan, seorang gadis cupu bisa jadi pacar seorang Saturnus sih cowo tampan namun kejam.
"Itu serius, Satur jadin gadis cupu itu cewenya?" Tanya Genta kepada Aidan.
Aiden yang di tanya pun hanya bisa diam saja tanpa mau merespon pertanyaan dari Genta. Genta berdecak kesal melihatnya, kadang Ingin sekali Genta copot itu jantung Aidan.
"T-tapi kak-"
"Lo gak denger emangnya, gue gak menerima penolakan." Potong Saturnus membalik tubuhnya. "Dan tar pulang sekolah, tunggu gue di parkiran. Kita pulang bareng."
Azura menggeram kesal, Andai Azura punya banyak keberanian untuk melawan Saturnus. Sudah di pastikan, ia akan menjitak abis-abisan kepala Saturnus. Tapi sayang Azura tidak punya keberanian itu.
"Oh ya satu lagi, lo harus ikut sama gue ke apartemen." Seru Saturnus tiba-tiba.
Azura membulatkan matanya sambil meremas ujung rok sekolahnya, Pikiran negatif pun tiba-tiba melintas di dalam otaknya. "T-tapi kak-"
"Gue gak nerima penolakan." Sentak Saturnus melangkahkan kakinya meninggalkan semua orang yang masih berada di kolidor termasuk Azura. Tanpa Azura sadari bahwa Saturnus telah membawa sebelah sepatu usang miliknya.
Azura yang merasa bahwa dirinya sedang di perhatikan oleh berbagai macam tatapan dari semua orang terlebih kaum hawa, cepat-cepat ia menundukkan kepalanya sembari pergi dari sana. Beberapa saat kemudian Azura baru menyadari bahwa sebelah sepatunya di bawa oleh Saturnus.
Astaga, kenapa harus di bawa sih sepatunya.
×××
Gimana prolognya? Langsung penasaran gak sama kelanjutannya? Yuk jan lupa vote and komennya.
YOU ARE READING
SATURNUS.
Teen FictionSaturnus, Dia adalah cowo tampan berjiwa iblis. Ia sendiri adalah ketua geng Hydra, buka hanya iblis. Cowo itu juga sangat kejam kepada siapapun yang berani berurusan dengannya makanya semua orang takut berurusan dengannya. Hanya satu orang yang be...
