~ "Jika kau percaya dunia setelah kematian maka kelak kau akan benar-benar mendapatkan dunia baru mu" ~
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Di suatu hari
Saat ku berjalan menuju ayunan yang tergantung di ranting pohon
Ku lihat kau terduduk menuliskan sesuatu dengan pena dan kertas di tanganmu
Aku bertanya, tapi kau tak menjawabnya
Sekali lagi aku bertanya kau malah tersenyum sendiri
Aku menghampirimu namun kau malah berlari menjauh dariku
Aku mengejarmu hingga ku berhasil menangkap mu
Dan kita malah tertawa bersama
Kini kau merebahkan tubuhmu di hamparan rerumputan
Aku pun mengukutimu
Kau memandang awan yang bertebangan dan kau menunjuknya lalu berkata
"Aku ingin terbang seperti awan"
Aku sedikit heran dengan penuturanmu namun aku tetap menanggapimu
"Jika kau bisa terbang apa kau akan mengajakku?"
"Tidak"
Ku lihat kau memejamkan matamu
"Kenapa?"
"Karena aku akan terbang di surga"
Sedikit rasa kecewa menyayat hatiku ketika kau mengatakan itu
Namun ku lihat kau malah tersenyum memandang awan putih yang menggulung indah
Dan aku pun ikut tersenyum melihatmu
**
Aku menangis sejadi-jadinya saat mengetahui tubuhmu lunglai tak bernyawa di ranjang rumah sakit
Aku menjambak rambutku frustasi melihatmu dengan wajah pucat pasi
Aku tak sanggup menghadapi ini
Aku mengambil buku yang selalu kau bawa kala kita bermain ayunan dibukit itu
Ku buka lembaran demi lembaran
Disitu tertulis semua puisi coretan tangan mu
Dan aku berhenti di satu halaman yang tertera namaku
Kau menuliskan bahwa yang akan melanjutkan tulisan tangan ini adalah aku
Aku sedikit bingung dengan air yang terus mengalir dari mataku karena mengingat bahwa dirimu tak lagi di sampingku
Dan kau menuliskan beribu kata maaf di lembaran itu, sungguh beribu kata maaf yang tak dapat kau ucapkan karena kau tidak memberi tau ku bahwa kau selama ini 'sakit'
Kau mengidap kanker
Dan kau tak memberi tau ku
Aku yang sedekat nadi tak pernah kau beri tau
Aku ini saudaramu
Aku adalah kembaranmu.
Bersambung...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Vote & comment please!!
Tunggu lanjutan cerita di postingan selanjutnya.
Terimakasih 😊
28 desember 2019
.
.
.
.
a/n: oh iyaa mungkin dari kalian semua sudah ada yang pernah baca cerita ini di karyaku yang "Pelukis Awan". Dan pasti kalian bertanya kenapa kok disini ada lagi? Kok ceritanya sama? Kok dsb.
Lalu kalian berpikiran "ooh pasti ceritanya mau di kembangin lebih panjang lagi deh" . Hmm kalian salah 😅
*jadi gini nih untuk karya ku yang judulnya "Pelukis Awan" itu aku mau fokusin ke puisi aja nggak mau ada selingan cerita pendek atau apalah yang lain.
Dan disini kemungkinan akan jadi ladang cerpen2 akuuhh. Untuk kalian yang belum tau karya aku yang banyak puisinya itu boleh kok mampir ngintip2.. Hehe.
.
Jadiiiii stay tune disini juga yaa siapa tau tiba2 aja ada bom meledak disini 😅
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kecup manis
.
Ayueana
YOU ARE READING
Dreams
Short Storyheiii !! Cobalah kalian untuk membacanya terlebih dahulu, mungkin kalian akan terpikat. . Sekumpulan cerpen fiksi dan atau hasil dari mimpi sang penulis itulah mengapa berjudul "Dreams" . Eh..bukan mimpi yang bermakna cita-cita, tapi ini adalah mimp...
