Puluhan insan melirik seorang pria dengan pakaian serba hitam yang melekat pada tubuhnya. Orang di sekitar memperlihatkan kegelisahan terhadap lelaki tersebut. Kalian ingin tahu alasannya? Pria dengan topi hitam itu batuk tanpa henti, mengusik indra pendengar milik puluhan insan yang meliriknya.
Lelaki itu tidak mengindahkan tatapan orang-orang di sekitarnya dan hanya menghela napas dengan kasar. Rasanya ia ingin mengumpat pada semua orang yang meliriknya dengan penuh risih.
Sekalinya keluar rumah justru dihindari semua orang. Batin lelaki itu kesal.
Ia terus mengeluh dalam hati hingga tidak menyadari kehadiran seorang perempuan di sampingnya.
Seorang gadis dengan rambut hitam legam yang dibiarkan terurai menepuk bahu kekar miliknya. Kedua tepi bibir milik gadis itu terangkat setelah lelaki di hadapannya memutar tubuh 90 derajat.
Perempuan beralaskan sendal itu merogoh-rogoh sakunya dan mengambil sejumlah kembang gula herbal. Ia menyodorkan tangannya kepada lelaki itu.
"Makan ini. Mungkin dengan permen ini batukmu bisa mendingan," ujar gadis itu dengan sejumlah permen herbal di tangan. Pria di hadapannya semula ragu. Namun, perlahan ia meraih permen yang berada dalam genggamannya.
"Kalau sakit harusnya di rumah aja, jangan berkeliaran di jalan kaya gini," tutur gadis bertubuh mungil itu.
"Saya... bosan. Kalau di rumah saya tidak bisa berbuat apa pun. Hanya bisa rebahan di kasur," balas pria itu dengan pandangan kosong.
Ini orang pengangguran atau apa ya? Batin gadis tersebut kebingungan.
Tiba-tiba, gadis berkulit sawo matang itu menyadari bahwa ia belum memperkenalkan diri, "Oh ya, namaku Emilia. Senang bertemu denganmu," ia mengulurkan tangan dengan senyuman manis melekat di wajahnya.
Pada detik itu juga, lelaki tersebut telah hanyut ke dalam senyuman Emilia.
YOU ARE READING
Complementary
Teen Fiction"Lebih baik aku mati." - Emilia Andini "Kenapa untuk bertahan hidup saja rasanya sangat sulit?" - Elvano Dainin. Memiliki harapan yang bertentangan, tetapi dipertemukan. Pertemuan mereka bukanlah suatu konflik. Mereka justru akan menjadi pelengkap u...
