(SLOW UPDATE)
Seorang Aksa Parasta tak menyangka jika dia harus bertemu dengan seorang cewek yang berkepala batu. Namun menarik baginya,namanya Zara Stevani.
"Jadi pacar gue!" Paksa Aksa
Zara mendengus kasar." Kalau gue gak mau?"
Aksa berdecih." Gu...
Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.
Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.
Zara pov
Gue ZARA STEVANI,teman-teman gue sering memanggil gue dengan sebutan Ara keluarga gue juga memanggil gue Ara atau Zara. Tapi lebih familiarnya sih Zara. Lebih bagus katanye, gue mah iyaiya aje.
nama papa gue Braham Gunawan dan nama bunda gue Alisya Stevani papa gue punya perusahaan yang dia rintis dari nol sampai sekarang dia sudah sukses.gue putri satu satunya,gue dulu mempunyai abang bernama hendra gunawan tapi sekarang dia sudah meninggal 2 tahun yang lalu karena kecelakaan.
Gue juga mempunyai 3 sahabat sebut saja namanya Nana Azkia,Tata Aqilla,dan Sasa Arabella.gue kenal dengan mereka saat gue baru pertama masuk sekolah garuda dan kami satu kelas waktu itu.mereka semua baik,dan terkadang membuat keanehan.sungguh ajaib.
Pagi jam 06:00
"Ara bangun!!!"suara itu selalu saja mengganggu tidur Zara setiap pagi.siapa lagi selain bunda.
"Ara nanti telat lohh"ucapnya lagi sambil mencubit Zara.
"Awww."sentak Zara bangun dari tidur Zara sambil mengelus elus tangan bekas cubitan bunda."sakit bun"sambil mengerucutkan bibir Zara.
"Kamu juga tidurnya kaya kebo"ucap bunda Zara sambil menatap sinis ke arah Zara.
Zara tak menjawab perkataan bundanya,toh nanti bakalan gak selesai-selesai kalo adu mulut sama bunda.
Zara langsung menuju ke kamar mandi.tak butuh waktu lama Zara sudah memakai pakaian SMA Zara dan langsung turun ke bawah untuk sarapan pagi.
"Ehh Ara"ucap papa Zara. Zara tersenyum ke arah papa Zara.
"Kapan pulang pa?"ucap Zara sambil mengambil roti yang sudah di sediakan di meja makan.
"Kemarin malam."Zara hanya mengangguk menjawab perkataan papa.papa Zara beberapa minggu kemarin pergi untuk melakukan tugas kantor nya,dan sekarang baru pulang.memang papa Zara terlalu sibuk mengurus kantor nya,tapi ya Zara ngerti papanya juga bekerja buat kebutuhannya.
"Aku berangkat ya bun,pa"Zara menyalami tangan kedua orang tua Zara.
"Hati-hati sayang"kata papa Zara sambil tersenyum.Zara mengangguk dan membalas senyuman papanya.
Setelah memakan beberapa menit untuk sampai ke sekolah garuda Zara pun langsung melewati karidor sekolahannya dan langsung menuju ke kelas.
Sampai di kelas Zara sudah melihat tata dan nana,eh tunggu sasa mana?
"Sasa mana?"ucap Zara sambil meletakkan tasnya di atas meja.
"Alah palingan juga ketemu andre(pacarnya sasa)"ucap Zara sambil memainkan hp.
Tak berapa lama sasa datang sambil senyum-senyum kaya orang gila.
"Idih ngapain lo senyum-senyum gajelas,kesambet ya?"ujar tata bergidik ngeri melihat salah satu sahabatnya itu.
"Lah serah gua lah."masih senyum-senyum sendiri.
"Nih orangnya baru nongol,kemana aja lu?"ucap Nana sambil menatap sinis ke arah Sasa.
"Santuy aja kali,habis ketemu doi lah"sambil tersenyum melihatkan gigi putihnya.
"Idih ngebucin dia" ucap Tata sambil menjitak kepala Sasa.
"Wesellow anjir,gak usah hiri juga kali hahahaha."ucap Sasa sambil tertawa. Tata cuman menatap sinis ke arah sasa.
"Heh Zara."
Lanjut? Btw ini ada cerita baru dari aku, baca ya,jarang up sih karena yang ini aja belum selesai🙃insyaallah sebentar lagi konflik kok hehe.
https://my.w.tt/4kkDmxlkn6
Nih link nya,di klik ya hehe🥰, semoga suka, jangan lupa vote juga ya, jangan jadi silent readers, aku sedih👉🏻👈🏻. Tapi makasih ya buat kalian yang baca, udah relain baca cerita aku yang tulisannya amburadul ini.