“Kalau kamu berpikir bahwa orang bisa berubah karena telah melihat sisi terpurukmu, kamu salah. Salah besar, sebab itu, boleh percaya---tapi jangan mudah mempercayai”
***
‘Dalton School’
‘Dalton School’
Suara interkom dari bus sekolah
menginterupsi para siswa dan siswi untuk memasuki bus tersebut, ada yang sambil berlari mendekati bus, salah satunya perempuan yang
sedang berlari sekencang mungkin ketika melihat pintu bus akan segera ditutup, setelah masuk dan mencari tempat duduk, ia langsung menetralkan napas sambil menyandarkan badannya dijok tempat duduk.
“Pattie,kau seperti habis lari maraton saja,” ucap perempuan berambut blonde sebahu sebelah duduknya.
“Biasalah, telat bangun,” jawabnya sambil melirik perempuan yang jika tidak salah bernama Barbara itu, Barbara pun hanya tersenyum usil mendengar balasan Patricia.
Setelah lima belas menit kemudian bus yang membawa para anak sekolah berhenti tepat di depan gerbang bertuliskan “Dalton High School” pintu bus terbuka secara otomatis dan semua penumpang keluar tak terkecuali Patricia untuk memasuki gerbang sekolah yang sangat besar menjulang keatas bahkan untuk niat bolos pun serasa sulit rasanya dengan penjagaan yang ketat.
Sekolah Dalton memang sekolah terbaik dikawasan kota besar di Manhattan, NYC terlihat dari betapa megahnya sekolah ini bahkan 69%
anak yang bersekolah di sekolah tersebut banyak dari anak petinggi-petinggi setempat biaya untuk masuk disekolah tersebut pun sangat sulit dan 31% dari anak-anak yang bersekolah di The Dalton High School memang berprestasi,bidang diakademik pun tidak kalah bagus dari sekolah lainnya,di bidang musik, apalagi di bidang olahraganya yang lebih unggul.
Setelah sampai didalam kelas yang berada di lantai tiga,Patricia pun berjalan untuk mencari duduk, di karenakan ini adalah hari pertama
Patricia berada di kelas XI “Junior” setelah melewati kelas 9 “Freshmen” 10 “Sophmore” dan kelas 11 “Junior” setelah penaikan kelas di Musim Semi bulan Mei lalu dan bahkan disekolah ini pun memakai kelas berdasarkan jurusan tiap semester, setelah melihat bangku yang paling belakang yang tersisa dua,Patricia pun terpaksa mendudukinya, padahal dia berharap mendapatkan duduk di bagian tengah.
Tak lama kemudian seorang guru
berperawakan lumayan berisi memakai kacamata dengan pakaian khas guru dengan rok dibawah lutut dan sepatu heels memasuki kelas.
“Good Morning Everybody,” sapa guru tersebut sambil tersenyum merekah.
“Morning Madam,” ucapan serentak dari seluruh siswa.
“Selamat datang di kelas baru kalian,dan perkenalkan saya adalah Nancy Dolen sekaligus wali kelas kalian mulai sekarang,”
Sontak para siswa memberikan tepuk tangan tanda mereka bahagia atasan ucapan dari Mrs.Nancy,ada yang bersorak,bahkan Patricia pun berteriak mengucapkan ‘woah’karena senang melihat Mrs.Nancy yang merupakan salah satu guru favoritnya yang sekarang menjadi wali kelasnya.
“Baik anak-anak mari----“ belum sempat Mrs.Nancy melanjutkan ucapannya,suara ketukan dari pintu memfokuskan seisi ruang kelas tersebut,di situ nampak lelaki berpakaian sekolah dengan rambut sedikit berantakan terpasang sebuah earphone di leher dan ransel yang dipasang hanya di sebelah bahu kirinya terlihat seperti bad boy yang tampan membuat sebagian perempuan berdecak kagum bahkan Patricia juga terlihat bergeming lalu berdecak.
“Wah Kal-El sekelas kita sekarang?”
“Kal-El benar-benar Tampan”
“Woahh, Kal-El berada di kelas yang sama”
“Kal-El Crawford kau terlambat 15 menit di hari pertama kelasmu”ucapan Mrs.Nancy menginterupsi semua siswa yang ada didalam kelas.
“I’m sorry, Mrs.Nancy,” balas Kal-El yang terkesan sedih yang dibuat buat, tapi masih terlihat datar membuat Mrs.Nancy hanya tersenyum maklum.
“Baiklah Kal-El, kau bisa mencari bangku kosong,” ucap Mrs.Nancy.
Kal-El mengambil bangku kosong yang tersisa satu paling belakang dekat bangku Patricia membuat Patricia meliriknya, yang dilirik hanya memandang tanpa ekspersi sambil mengeluarkan buku-bukunya, lalu suara Mrs.Nancy terdengar dan memberikan tugas untuk dikerjakan.
Setelah hampir 2 jam pelajaran,bel
istirahat pun terdengar,satu persatu murid keluar dari kelas, hingga tersisa dua murid yang sibuk dengan urusannya sendiri,Kal-El dengan
bersandar dibangku dengan mata tertutup dan Patricia yang sibuk dengan dandanannya dengan tangan yang memegang sebuah cermin berukuran sedang,merapikan surai rambut coklat sepunggungnya,sambil bersenandung riang menyanyikan salah satu lagu Justin bieber yang sempat booming itu.
“Despacito…Quiero respirar tu cuello despacito …”dengan lirik lagu yang bahkan hanya jelas di judul lagunya saja hingga----
Brukk
“Aww, shit.”
“Suara kau sangat jelek, bahkan telingaku sampai bengkak mendengarnya,”suara sedikit bass membuat Patricia berbalik dan menatap tajam kepada siapa lagi kalau bukan Pria terlambat tadi,dengan menampilkan wajah kesal campur meledek dihadapan Patricia,membuat Patricia emosi dan sontak berdiri dari bangkunya.
“Kau ini apa-apaan sih,kalau tidak
menyukai suaraku, cukup tutup telingamu dan tidak usah menendang bangku ku sampai segitunya,Cih.”
“Kau yang harus tutup mulut mu itu,
pendek.”
“Sangat sombong,”umpat Patricia dengan menahan emosi.
“Kau bahkan mengataiku sombong, dasar tidak tau diri,”seru Kal-El sambil berdiri dari bangkunya dan berlalu keluar kelas meninggalkan
Patricia dengan tercengang merasa heran umpatannya terdengar oleh Kal-El.
“Oh Damn, Dasar cowo aneh!”teriakan Patricia bergema di dalam ruangan kelas memaki Kal-El, Kal-El yang memang belum jauh dari ruangan masih mendengar teriakan Patricia hanya tersenyum smirk.
TBC
HALOOO, INI CERITA PERTAMA AKU, MAU COBA" SIAPA TAU AJA ADA YANG BACA DAN KALO BANYAK YANG MINTA 'NEXT' BAKAL AKU LANJUT CERITANYA HEHE. SELAMAT MEMBACA❤❤
KALO KALIAN SUKA TOLONG VOTE AND COMENT YAH,TERIMA KASIH
9 November 2019.
Niskat💜
YOU ARE READING
Kal-El
Teen FictionDON'T COPY MY STORY, NO PLAGIAT!!! Ketika seorang pria yang terkenal dingin,kaku,sombong dan bermulut pedas bertemu dengan seorang Perempuan yang begitu ceria dan juga cerewet, tetapi dibalik itu semua, ada masa lalu yang coba untuk ia tutupi, dan...
