Namanya Riana Fransiska perempuan berbadan mungil yang galak dan bawel.
Kisah Yang menceritakan perjalanan hidup seorang gadis badung Yang bertemu dengan ARION PRATAMA .
Mereka teman satu kelas di sekolah, namun tidak pernah sekalipun bertegur sapa...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
🍃🍃🍃
Bel masuk di SMA Pelita Bangsa telah di bunyikan sekitar 10 menit yang lalu, dan pak Adi, sang satpam di sekolah tersebut sudah menutup gerbang nya dengan rapat.
Baru saja pak Adi hendak menyesap kopinya, tiba tiba ada yang membunyikan klakson.
Teeeeeeeeetttt.....
"Hadeuhh...! " pak Adi mengaduh karena terkena kopi panasnya yang tumpah saking kagetnya mendengar suara klakson mobil Riana.
"Sorry, sorry pak. Tolong bukain ya pak. Saya buru buru nih, udah telat. Hehe" Adu Riana kepada sang satpam, tak lupa dengan tambahan cengiran kudanya, yang membuat pak Adi semakin kesal.
"Dasar langganan terlambat!"
Dengan sangat terpaksa pak Adi membukakan pintu gerbang sekolah untuk Riana.
"Makasih pak Adi cintaku... "
Setelah memarkirkan mobilnya, Riana masih sempat merapikan penampilannya. Tentu saja dengan gayanya yang angkuh.
Begitu hendak melangkah Riana sudah disambut oleh suara nyaring.
"Ya Allah, Riana Fransiska! Kamu lagi ya! "Teriak bu Nunung sambil berkacak pinggang,seolah bersiap untuk "memangsa" Riana pagi ini.
"Sini kamu!" Tanpa aba aba, bu Nunung langsung mengangkat rok panjangnya, kemudian berlari mengejar Riana di halaman sekolah yang masih basah sehabis hujan. Beliau tahu kalau cewek Badung itu pasti akan kabur lagi kali ini.
Dan betul saja , Riana langsung melangkahkan kaki jenjangnya.
"Kapan kapan aja ya Bu! Saya Buru Buru! Assalamualaikum! " Ucapnya sambil berlari menjauh dan tertawa penuh kemenangan.
"RIANA! JANGAN LARI YA KAMU! "
Mungkin, bagi Riana, terlambat adalah sebuah keharusan, atau memang rutinitasnya. Walaupun sudah beberapa kali diberi sanksi, tetap saja kebiasaan buruknya terulang. Langkah kakinya membawanya masuk menuju lorong kelas 12 ,Sesekali kepalanya menoleh kebelakang, memastikan jaraknya sudah aman dari bu Nunung.