01. Kura-kura

17 2 0
                                        

Semua murid sudah pulang tinggal beberapa orang saja. Suasana sekolah yang sepi bagi Zahra adalah hal yang baik, Zahra tidak perlu berdesak desakan untuk keluar sekolah. Nama Zahra Almira putri seorang gadis sekolah menengah akhir kelas 12 Mipa 2 yang biasa, hanya saja Zahra mempunyai mata yang indah kata teman-temannya. Zahra bukan anak pintar bukan juga anak nakal yang suka keluar masuk bk, di sekolah semua yang berhubungan dengan Zahra lurus-lurus saja. Zahra juga ingin cepat lulus lalu kuliah di Universitas impiannya.

Ketika Zahra hendak keluar kelas, sepasang matanya tidak sengaja menatap laki-laki yang tidak asing baginya. Faris, Faris aksa putra laki-laki yang Zahra suka dari kelas 10 sedang berpelukan dengan Cipa anak 12 Mipa 3 yang setahunya, mereka sudah tidak berpacaran sejak dua tahun yang lalu.

Zahra hanya bisa mematung dan membisu ditempat. Walau bagaimanapun Faris adalah cinta pertamanya yang pernah membuat Zahra punya alasan untuk hidup hingga saat ini. Mata Zahra memanas ingin rasanya ia pergi dari tempat ini tapi seolah kaki Zahra kaku sulit di gerakan dan matanya mulai menetaskan air mata.

"Zahra enggak boleh nangis, Zahra enggak boleh cengeng" ucap Zahra dalam hati terus menyemangati dirinya yang selalu sial dalam hal percintaan.

"Ayok ikut gue" Tiba-tiba tangan Zahra ditarik oleh seseorang pergi dari tempat itu.

Zahra hanya menurut seolah pasrah apapun yang dilalukan orang yang menarik tangannya. Bahkan sampai Zahra berada diparkiran sekolah.
"Naik, dipakek helmnya" Ucap laki-laki itu kepada Zahra

Zahra hanya menurut tapi karena lama menggunakan helm, laki-laki tersebut mengambil alih dan memasangkan helm di kepala Zahra.

Selama di perjalanan Zahra hanya menangis membiarkan hujan turun dari matanya. Sesekali Zahra mengelap kasar air matanya.

Sedangkan laki-laki yang membonceng Zahra hati tercelos ketika melihat Zahra menangis hingga matanya sembab.

"Ayok turun" ucap laki-laki itu

"Adam?" ucap Zahra ketika baru sadar bahwa tangannya ditarik oleh Adam.

Adam pradikta kelas 12 Ips 1 yang anaknya terkenal dingin bahkan irit sekali bicara, tidak suka ikut campur urusan orang dan kini ia bersama laki-laki itu. Zahra ingin rasanya kembali kesekolah dan pulang saja.

"Suka pantai?" tanya Adam menatap lurus kedepan

"Kenapa? Kamu bawa gue kesini?" ucap Zahra khawatir takut tidak bisa pulang, Adam orang asing baginya

"Mukanya takut gitu? takut gue nyulik lo,?"

Bukannya menjawab Zahra berjalan ke bibir pantai, duduk diatas pasir sambil memejamkan mata, matanya panas ketika teringat kejadian tadi siang di sekolah, hati Zahra sakit perutnya juga lapar dan sekarang ia entah dimana bersama laki-laki yang entah sejak kapan jadi seperti ini padanya.

Zahra mengenal Adam sebatas nama tidak lebih, karena Viola teman sebangku Zahra suka bergosip tentang cogan yang ada disekolah dan Adam salah satunya, selain ganteng Adam juga dingin ke semua cewek banyak cewek yang naksir tapi di tolak halus oleh Adam, dan sekarang makhluk itu berada disampingnya, Zahra bingung apakah benar itu Adam?

Setelah merasa lebih baik Zahra berdiri ingin pulang.
"Mau kemana?"tanya Adam ikut berdiri membersihkan pasir yang menempel di celana belakangnya.

"Aku mau pulang" Zahra pergi meninggalkan Adam

"Biar gue anter" cegah Adam

"Gue naik taksi aja,lagi pula ini udah mau magrib" tolak Zahra

"Lo pergi sama gue, pulang harus sama gue lagi pula belum tentu taksi aman di jaman sekarang" ucap Adam final tapi entah kenapa suaranya lembut diteliga, Zahra menimbang.

ZadamHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora