About this time tomorrow, Where will you be? Who will you be thinking of?
- Utada ____________
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
SOM High School kini tengah disibukkan dengan upacara penyambutan ketua OSIS baru. Hwang Minhyun yang kini menginjak kelas 3 sudah harus menyerahkan posisinya pada ketua OSIS baru, Lee Jaehyun.
Mendengar nama itu saja, Yena tiba-tiba kesal bukan main. Baginya semua perayaan ini tidak lebih dari omong kosong belaka. Dia mengutuk siapapun gadis yang berubah seperti monster ketika ketua OSIS baru dan antek-anteknya melewati kelas mereka.
"Aku yakin dia melakukan cara licik untuk bisa terpilih. Kalian lihat gengnya itu? mereka melakukan berbagai cara."
Haerim hanya menggelengkan kepala, dia sama sekali tidak paham jalan pikiran kawannya ini.
"Sampai kapan kita berada disini? Ayo kekantin. Aku bosan mendengar omelanmu Yena" suara itu muncul dari balik tembok yang memantulkan sinar matahari.
Seorang gadis berambut cokelat hazel melepaskan earphonenya. Dia beranjak diikuti oleh Haerim yang sudah mulai bosan duduk di teras halaman belakang sekolah selama berjam-jam hanya demi menurunkan kekesalan Yena.
"Astaga, bisakah kalian tetap diam disini. Aku tidak suka melihat mereka!" ucap Yena mencegah sahabatnya pergi. Namun DaEun, menoleh dengan tatapan dinginnya.
"Baiklah-baiklah. YA! Hentikan tatapanmu itu! Kau seperti psikopat saja!"
***
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Rupanya suasana kantin cukup ramai. Haerim lebih dulu memilih meja didekat jendela "Tidak biasanya disini. gumam Yena yang mengekor dibelakang Jungah seraya membawa nampan
"Spot disini yang paling bagus karena kita bisa melihat lapang basket." Sejin yang duduk berhadapan dengan Haerim ikut menoleh kearah lapang. Benar saja, lapang basket kini penuh dengan orang-orang yang tengah merayakan selebrasi ketua OSIS baru.
"Aku yakin sekali jika ini adalah politik. Kalian lihat? Dia sengaja menjadi ketua OSIS agar gengnya bebas hukuman guru BP."
Semua menoleh kearah Yena yang masih saja mengungkit soal ketua OSIS.