Gadis bersurai coklat itu berdiri disampingku, menatap tidak suka. Bukan hal yang aneh lagi bagiku. Mendapat tatapan tidak suka, bahkan cacian dari mulut cantiknya. Dan sialnya, fakta membuktikan benar adanya. Dia memang cantik. Pria manapun pasti tertarik padanya hanya dengan sekali lihat. Tapi bagaimanapun itu hanyalah sebuah topeng bagiku, nyatanya gadis itu bahkan tak jauh beda dari Regan Macneil difilm The Exorcist, gadis kesurupan yang dirasuki hantu. Apa dia juga dirasuki si hantu pazuzu? Mengerikan membayangkannya, ia suka bertindak aneh saat memasuki tubuh manusia. Suka merangkak dengan punggung menghadap ke bawah dan memelintir lehernya sendiri dan juga sifatnya yang agresif dan ya emmm cabul. Ia tidak segan-segan melontarkan kata-kata kasar kepada orang-orang yang tidak disukainya. Walaupun kelihatannya liar layaknya binatang yang bertindak tanpa berpikir, nyatanya ia juga lihai bertindak manipulatif dan penuh perhitungan.
Mungkin gadis itu memang dirasuki pazuzu, simpulku. Melihat bagaimana sikapnya yang kadang tak kalah mengerikan dengan Macneil, ah maksudku Regan Macneil yang dirasuki pazuzu.
Gadis itu masih setia ditempatnya tidak bicara apapun, hanya menatap lalu beberapa detik kemudaian memutar badan dan melangkahkan kakinya menjauh. Aku hanya menatapnya datar tanpa ada niat memanggilnya. Beberapa detik kemudian suara langkah kakinya tidak terdengar lagi.
"Kembalikan." Ucapnya.
Aku menatapnya seraya bertanya memastikan "Ini milikmu?"
"Iya."
Aku menatap sejenak kearah pena dibalik jemariku. Dengan perlahan menyodorkan tanganku kepadanya.
"Ini" Ucapku.
Ia pergi begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih. Aku menatapnya heran hingga ia hilang sedikit demi sedikit dari pandanganku. Dalam hati aku mengutuknya. 'Seharusnya aku tidak mengembalikannya', satu kalimat dan satu-satunya yang terlintas dikepalaku. Kesal pasti, tapi bukan cacian yang keluar, justru sebuah kalimat yang sama sekali tidak berguna. Mungkin.
"Yooa!" Panggil seseorang, ia tersenyum kepadaku. Dengan senyumnya yang sangat manis dan dengan penampilan layaknya seorang putri. Rambut panjang hitam, kulit putih dan matanya yang tidak terlalu besar atau pun kecil. Dia selalu berpenampilan rapi dan menarik. Dia temanku, Lee sera namanya. Nama yang cantik secantik orangnya.
"Kapan datang? Pagi sekali." Sambung satu temanku lainnya.
Dengan tidak sopan ia duduk diatas mejaku. Selalu saja, menyebalkan. Bagaimanapun dia teman yang sedikit lebih mengerti aku dibanding Lee sera. Dia sedikit lebih tinggi dariku, tapi tidak lebih tinggi dari Sera. Namanya Choi yejin. Anak yang sedikit cerewet, berani, atau bisa
YOU ARE READING
Last Memories: Kau Aku dan Dia
FanfictionKau adalah cinta pertama bagiku. Sama seperti salju pertama yang turun, memberikan rasa bahagia yang tak terlupakan. Sedang dia adalah malaikat pelindungku yang selalu menjaga dan menenangkanku. Sama seperti musim panas yang memberi kehangatan.
