Aurora|•1

48 4 3
                                        

Malam yang cerah dan langit yang dipenuhi ribuan bintang berkilauan dan hembusan angin yang menusuk kulit.

Rara angelista seorang gadis cantik dan memiliki kulit putih, hidung mancung, berawak mungil namun ia sedikit pemalas,ia sering tidur didalam kelas. Ia adalah salah satu anak orkay atau disebut juga orang kaya karena orang tua Rara adalah pengusaha besar dan memiliki hotel pribadi.

Kini ia menatap jendela kamarnya dan melihat pandangan nya kelangit dan senyuman manisnya terpancar, tiba-tiba Rara mengingat masalalunya.

Flashback on~

"Maaf ra aku harus mengikuti perintah ortu ku untuk keamerika selama tiga tahun, jadi tolong kamu jangan marah sama aku ra" ucap Rendi salah satu pendamping hidup Rara.

Rara hanya membungkam ia tak bisa menahan air matanya kini ia menangis sangat deras hingga membasahi pipinya.

"Ra, aku gak mau lihat kamu nangis!" Rendi kini mengusap kedua pipi Rara dengan lembut.

"Aku belum siap kehilangan kamu ren..." ringis Rara.

"Hatiku selalu ada untukmu Ra, percayalah aku akan balik lagi ke Indonesia dan langsung menemuimu" ucap Rendi langsung memeluk tubuh mungil Rara.

Kini yang dirasakan Rara adalah kehangatan dan kesedihan yang membalutnya, Rara tak bisa memaksa untuk Rendi membatalkan perginya keamerika namun Rara tidak ikhlas kalau Rendi meninggalkannya selama tiga tahun.

"Ren..." Panggil Rara dan langsung melepaskan pelukan Rendi.

"Iyah Ra?".

"Kalau aku berubah apakah kamu marah sama aku?" Tanya Rara sambil memandang wajah Rendi dengan penuh kesedihan.

"Semoga itu tidak terjadi" jawab Rendi sambil tersenyum manis dihadapan Rara.

Rara hanya membalas senyuman dari Rendi dan kini ia langsung menatap jam tangannya dan kembali menatap Rendi.

Flashback off~

Kini pintu kamar Rara terbuka lebar dan ada seseorang paruh baya sedang memandang Rara, yaitu Rina bunda dari Rara.

Kini Rina memasuki kamar Rara dan menutup kembali pintunya dan berjalan mendekati Rara.

"Kamu sedang apa sayang?" Tanya Rina bunda Rara

"Aku keingat Rendi bun..." Ringis Rara

"Kan sudah bunda bilang kamu harus melupakan Rendi! Kamu semenjak ditinggal Rendi kamu menjadi pendiam dan sering melamun Ra" ucap Rina sambil memeluk putri semata wayangnya

"Aku sudah berusaha bun, namun hasilnya nihil" kini Rara melepaskan pelukannya dan kembali menatap langit-langit malam

"Dengannya berusaha kamu bisa melupakan Rendi Ra" ucap Rina sambil menyemangati putrinya

"Baik bun" jawab lesu Rara

"Yaudah sekarang kamu tidur, besokkan kamu sekolah"

"Hm" deham Rara

"Yaudah bunda mau balik kekamar yah sayang" ucap Rina sambil mencium kening Rara

"Good night baby" lanjut Rina dan langsung meninggalkan Rara sendiri dikamarnya

Kini Rara masih terdiam diri didepan jendela kamarnya masih setia memandang langit-langit indah malam hari.

Kini Rara melihat sejenak jam dinding kamarnya yang menunjukkan pukul 22:15. Rara langsung menutup jendela kamarnya dan beranjak kasur empuknya, Rara membanting tubuhnya di kasur yang berukuran kingsize.

Perlahan-lahan Rara memejamkan matanya dan ia mulai tertidur pulas.



#cuapcuap_author

Annyeong 👋

Ini adalah cerita pertamaku dan aku butuh suport dari kalian, aku hanya membutuhkan Voment aja dari kalian:) dan semoga suka dengan ceritaku ini. Amin......

AuroraWhere stories live. Discover now