Bercerita tentang Saga Ganendra. Ketua geng motor Vagos yang terkenal di kota Jakarta. Bandar dari murid bandel di SMA Ganeswara, sekaligus juga menjadi pujaan para kaum hawa dengan ketampananya. Akibat permasalahan keluarga membuat ia tak lagi perc...
Ini cerita pertama, jadi harap maklum kalo alurnya gak jelas atau tulisannya berantakan:)
Happy reading😁
****
Ketika nasi sudah menjadi bubur. Apapun yang kau lakukan akan berakhir mustahil _Saga Ganendra_
Saga!"
Suara bass lelaki itu terdengar tak asing lagi di kedua pasang telinganya,membuat Saga menoleh cepat. Cowok dengan jaket kulit berwarna coklat mocca bertuliskan Vagos di punggungnya, dengan celana abu-abu khas anak SMA itu mengepalkan tangan nya. Tatkala tatapan nya bertemu dengan pria paruh baya yang tengah menatapnya intens. Dari kedua sorot matanya terlihat jelas rasa ketidaksukaan akan kehadiran lelaki itu. Tubuhnya berbalik arah. Seketika luruh dan terpaku pada makam yang bertulisakan Melly Agnesia-22 Mei 2005 yang telah di tumbuhi rumput liar itu.
"Berhenti ikut geng motor."
Saga terpaksa menghentikan tangannya yang tadi sedang mencabuti rumput liar pada makam itu. "Apa urusan anda!"
"Berhenti bicara formal. Aku ini ayah kamu," tegasnya kemudian berjalan mendekati Saga.
"Ayah saya sudah lama mati! Semenjak dia memilih tinggal dengan pelacur itu dan meninggalkan keluarganya!"
"Tutup mulut kamu Saga!" seruan itu menggema di area pemakaman yang sunyi. Rahangnya mengeras pertanda ia sangat marah.
"Papa cuma mau kamu pulang nak, dan berhenti ikut geng motor," ucap lelaki itu setelah amarah mereda.
"Kenapa emangnya?"
"Papa cuma mau kamu jadi anak yang bener. Berprestasi bukan bukan ikut jadi anggota geng motor, gak jelas itu!"
"Peduli apa anda, urus aja pelacur kesayangan anda itu!"
Tangan lelaki itu terangkat mendaratkan tamparan keras pada pipi sebelah kanan milik anaknya itu. Membuat Saga tersungkur ketanah. Cowok itu lalu terkekeh dan membersihkan jaketnya yang kotor.
Tak puas dengan satu tamparan, lelaki itu beralih melayangkan bogem mentah yang tepat mengenai rahang cowok itu, membuat darah segar mengalir disudut bibirnya. "Kurang ajar kamu! Gak tau sopan santun!"
Saga berdecak. Membersihkan darah segar yang terus mengalir di sudut bibirnya. Cowok itu bangkit hendak pergi, namun lengannya langsung di cekal kuat membuat ia menoleh kebelakang.
"Ayo pulang nak, papa bakalan lakukan apapun supaya kamu pulang." ucapnya dengan suara lirih.
"Apa anda bisa balikin mama saya?"
Lelaki itu menatap tak percaya. Namun kilat penyesalan nyata terpancar di kedua sorot matanya. Itu mustahil.
Saga terkekeh. "Gak bisa kan?" Lalu cowok itu berjalan lurus, benar-benar pergi melewati gerbang area pemakaman, menghidupkan motor ninja merahnya dan meninggalkan lelaki yang masih menatapnya nanar. 'Maafkan papa, Saga'
****
Gimana, buat kalian yang udah baca?
Kalo ada typo kasi tau ya😁 Jangan lupa vote+comment
Ini Saga
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.