[ Radhika Adimas ]
Dua bulan yang lalu, tepatnya hari pelantikanku sebagai ketua OSIS baru di SMA Negeri 19 XXX. Adu debat dan penentuan voting sudah dilaksanan minggu lalu sebelum pelantikan kala itu berjalan dengan lancar sesuai rencana.
Tapi siapa sangka kalau tiba-tiba masalah mulai berdatangan. Bukannya aku dipaksa untuk dilengserkan dari jabatan, sudah pasti voting dua bulan yang lalu dilakukan secara bersih.
Ini bukan masalah internal anggota OSIS, bukan juga tentang kaum elit yang bau-baunya sangat ahli menutupi masalah internal sekolah. Kumpulan kepala berotak cemerlang haus kekuasaan yang sangat terampil menutup perbuatan keji yang sebenarnya kami para anggota OSIS mengetahui itu. Ini sih sudah merupakan rahasia umum untuk kalangan anak organisasi di sekolah kami.
Ini seperti masalah yang terlihat sepele, tapi harus ditelaah dengan benar.
Bermula dari surat kalengan yang tidak berarti.
Bukan aku yang pertama kali menemukannya, tetapi salah satu dari partner kerja di seksi bidang OSIS periodeku.
Namanya Joni, koordinator seksi bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi, sekaligus merangkap sebagai ketua dari ekstrakurikuler listograph.
Oke, aku jelaskan sedikit, seksi bidangnya memiliki program kerja yang tentu saja sesuai dengan namanya, apapun itu yang berhubungan dengan TIK yang ada di sekolah. Entah itu membagikan informasi seputar kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah ke akun-akun milik sekolah dan juga mengurus media-media dari informasi tersebut. Lebih mudahnya kalau kita lihat di instagram yang digunakana anak beken jaman sekarang, nama kerennya sih feeds, entah itu konten foto atau video mereka yang atur.
Oleh karena itu, sangat klop dengan Joni yang juga sebagai ketua dari ekstrakurikuler listograph, yang lebih singkatnya ekstrakurikuler semacam jurnalistik dan fotografi khusus sekolah.
Back on topic
Surat kalengan itu tidak terlalu berarti kalau hanya orang awam yang membaca, ujung-ujungnya pasti mencemooh kinerja OSIS yang ada di sekolah, mau sebagus apapun strukturnya pasti ada satu atau dua orang yang tidak terima.
Biasanya kami dengan senang hati membaca surat-surat seperti itu, terlebih kami tidak menganggapnya surat kalengan tetapi surat kritik dan saran yang tempatnya saja sudah kami sediakan khusus di samping mading sekolah.
Hanya saja ini berbeda.
Tidak biasanya ditemukan di tempat yang sangat asing dan random.
Oke aku awalnya tidak terlalu memikirkan ini, setidaknya aku tampung dahulu sampai Jef teman dekatku menemukan surat kalengan lain di loker ruang basketnya.
Siapa yang tidak mengenal Jefri?
Primadona sekolah, anak basket, termasuk jajaran cowok keren nan beken di sekolah dan digandrungi cewek-cewek sekolah walaupun dillihat sedikit bar-bar dibanding anak cowok lainnya. Yah sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan ini sih, toh aku juga termasuk jajaran itu. Aku pernah curi-curi dengar sih katanya aku juga masuk daftar nama cowok keren di sekolah, maaf saja aku hanya tidak sengaja mendengarnya dari gosip cewek-cewek di kantin sewaktu makan bakso Kang Ojol idola kantin sekolah di jam istirahat pertama.
Jefri bukanlah anak OSIS, setidaknya dulu dia pernah menjadi anggota OSIS di kelas sepuluh. Katanya dia ingin fokus dengan ekstrakurikler basket dan dia harus memilih prioritasnya. Sebenarnya sih aku tau-tau saja masalah Jefri tidak ingin kembali bergabung di OSIS. Ah ntar aja deh aku cerita yang ini, kepanjangan. Aku juga gak lagi ember.
Sekedar info, Jef juga kapten merangkap sebagai ketua ekstrakurikuler basket putra di sekolah dan Damar teman satu kelasku sebagai wakil Jef. Kalau Joni sih power forward andalan kami di tim basket. Sebentar, ini keliatan out of topic banget tapi ya enggak apa-apa lah, tandanya kami bukan orang asing banget satu sama lainnya.
Sepakat, aku, Joni, Jef dan partner lain yang tak disengaja ikut bergabung ingin memecahkan masalah ini. Walaupun terlihat sepele sepertinya ini sangat serius. Bagaimana tidak kalau isi suratnya terlihat memiliki aura aneh. Koreksi lagi pengucapanku yang malah terdengar semakin aneh.
"Gue yakin yang ngirim ginian gabut asli! Pun kalau emang ini beneran, dia pasti psikopat!"
"Gila aja lo Jef!"
"Kita selidiki dulu deh, jangan asal main hakim."
YOU ARE READING
ENIGMA | JAEHYUN. DOYOUNG. JOHNNY
Fanfiction"Jef lo nemuin ini di mana?" Dhika, Ketua OSIS yang jabatan periodenya sedang terancam diteror. "Loker gue di ruangan basket Dhik, sumpah setelah sekian lama gue gak dapet surat kalengan, cinta, dan lainnya kenapa ini malah tiba-tiba banget." Jefri...
