BUG!
Bola basket itu melenceng dan mengenai kepala seorang siswi yang baru saja masuk kedalam lapangan khusus basket yang ada di sekolah.
"LAN LAN BOLANYA KENA KEPALA ORANG TUH!" teriak salah satu anggota basket pada orang yang melempar bola basket tadi.
Orang-orang langsung mengerubuni gadis yang tergeletak itu, pertandingan pun dihentikan terlebih dahulu.
"Bawa ke UKS!" perintah wasit.
Seseorang mengangkat tubuh gadis itu ala bridalstyle dan segera membawanya ke UKS.
***
Mata itu mengerjap-ngerjap, merasakan pusing di kepalanya. Setelah pusingnya hilang, mata itu mengedarkan pandangannya.
"A-aku dimana?" gumamnya lirih.
Erlan. Dia mendekat kearah brankar dan bernafas lega saat melihat gadis yang tak sengaja ia lempar dengan bola basket itu telah sadar hampir sejam lamanya dia menunggu dan terpaksa harus meninggalkan pertandingannya. "Akhirnya lo sadar juga, lo ada di UKS." ujar Erlan. "Lo gapapa? Kepala lo baik-baik aja kan?"
Talita menatap Erlan dengan pandangan yang masih sedikit mengabur sambil menyerngitkan dahinya. "Kamu siapa?" tanyanya pelan.
"Gue Erlan." ujar Erlan.
Talita berusaha untuk menormalkan penglihatannya, dan seketika matanya langsung membola dan Talita bangkit untuk duduk setelah menatap Erlan dengan pandangan yang jelas.
Matanya mengerjap-ngerjap polos menatap Erlan yang menatapnya bingung. "Kamu pangeran ya?" tanya Talita tiba-tiba.
"Ha?" Erlan menyerngitkan dahinya menatap Talita aneh.
Talita menatap Erlan berbinar-binar kagum oleh ketampanan Erlan. Tiba-tiba Erlan dibuat kaget saat Talita memegang kedua sisi wajah Erlan dan berujar aneh.
"IYA! KAMU PANGERAN KAN? Yaampun!!!! Kamu ganteng banget!! Akhirnya Tuhan ngabulin permintaan aku buat bisa punya pangeran seperti Putri Jasmine! Bahkan kamu lebih ganteng dari Pangeran Aladdin, makasih ya Tuhan makasihhh!!" oceh Talita yang langsung memeluk Erlan.
"Eh eh? Ngapain woy? Lepas eh lepasin, ngapain peluk-peluk?" Erlan berusaha melepaskan pelukkan Talita yang sangat erat.
"Kamu juga wangi bangettttt!" Talita mengendus-endus tubuh Erlan dan menatapnya berbunga-bunga.
"Lo sakit ya?" tanya Erlan masih menatap Talita aneh.
"ENGGA KOK! AKU SEHAT SERIUS DEH! KAMU PERHATIAN BANGET SIH NANYA AKU SAKIT APA ENGGA IHHH! SO SWEET!!!" teriak Talita histeris, bahkan wajahnya sudah merona.
Erlan menutup kupingnya karena teriakkan Talita begitu nyaring. "Iya iya yaudah gak usah teriak-teriak juga ya, kuping gue gak budeg kok."
Talita mengangguk cepat masih dengan menatap Erlan memuja sambil menangkup kan tangannya di kedua pipinya dan tersenyum malu-malu.
"Sorry ya?" ujar Erlan.
"Minta maaf kenapa pangeran?"
"Lo gak inget?" tanya Erlan.
Talita menggeleng.
"Tadi gue gak sengaja ngelempar kepala lo pakek bola basket. Sorry ya."
"WAHHH PANGERAN BISA MAIN BASKET YA? YAAMPUN AJAIB BANGET!!" pekik Talita girang. "Pasti princess-princess pada iri karena aku punya pangeran yang bisa main basket. Lebih ganteng lagi dari pada pangeran mereka semua."
Beneran sakit nih cewek. ujar Erlan dalam hati.
Erlan mengusap tengkuknya dan tersenyum. "Kalau gitu gue mau balik ke lapangan lagi ya, lo juga udah baik-baik aja kan? Nanti gue panggil wali kelas lo kesini." Setelah menepuk bahu Talita, Erlan berjalan keluar dari UKS.
Dengan sigap Talita langsung turun dan mengejar Erlan. Tapi saat didepan UKS ia tidak melihat Erlan dimana, bahkan ketika dia menyusuri koridor-pun Erlan tetap tidak ada dari pandangannya.
"Oh iya! Tadi kan pangeran bilang katanya mau ke lapangan, susul kesana ah!" Talita menuju lapangan sambil jingkrak-jingkrak girang.
"Aduh rame banget ya, pangeran dimana ya?" Talita mengedarkan pandangannya, tetap Pangerannya tidak ada.
Talita menunduk sedih karena tidak berhasil bertemu dengan pangerannya. Pasalnya dia belum memperkenalkan dirinya pada pangerannya itu.
Dengan lesu Talita berjalan keluar lapangan sambil sesekali menatap kebelakang. Berharap pangerannya ada di antara kerumunan orang-orang yang berteriak histeris.
"Apa mungkin pangeran udah balik kekayangan ya? Atau pangeran diculik sama princess-princess yang iri karena pangeran itu ganteng dan bisa main basket gak kayak pangeran mereka semua?"
***
TBC:
Aku benar-bener minta maaf banget karena aku harus ubah alur lagi :(
Hati ini masih cari cerita yang nyaman di hati plus pas banget dihati dan mood ku
Makasih yang masih setia sama aku sampai saat ini, setia sama aku yang suka gunta ganti cerita dan alur, makasihhhhh bangettttttttttbangetttttttttt❤❤❤❤❤
Jangan lupa baca juga cerita aku TENTANG KITA!
Update, 29 Maret 2020
YOU ARE READING
MINE! Dear Erlan
Teen Fiction"Kenapa si kamu selalu ngehindar dari aku Erlan?" -Talita Arsya Revalin. "Karena lo itu benalu. Semenjak ada lo, hidup gue gak tenang. Jadi mending lo jauh-jauh dari hidup gue dan minta Ayah lo untuk batalin perjodohan sialan ini!" -Erlangga Bagask...
