CHAPTER I

57 5 2
                                        

I

Siapa mereka? Mereka berada dimana? Bagaimana penampilan mereka? Apa yang akan aku pikirkan tentang tingkah laku mereka? Apakah aku akan benar-benar mengasihi mereka? 

Haruskah aku percaya akan benda kecil ini?

Itu merupakan seperseratus dari segala macam pertanyaan yang telah mengelilingi dan menggaggu pikiran semua orang sejak mereka sudah cukup dewasa untuk mengerti dan bisa bertanggung jawab untuk menyimpan benda kecil ini yang sangat berharga. Memang, pada akhirnya akan berada di tanganmu untuk memutuskan apakah kau akan percaya atau hanya mengikuti jalan hidup seiring waktu. Tetapi bagi Lucy, bentuk pendant bulan sabit yang tergantung di kalungnya merupakan hal yang paling berharga dalam hidupnya; selain keluarga dan teman tentunya.

Lucy tinggal di dunia dimana semua orang akan diberikan sebuah kalung silver atau emas pada saat mereka lahir dan kalung tersebut hanya merupakan setengah bagian dari suatu bentuk yang unik. Dimanakah bagian setengahnya lagi? Setengah bagian dari kalung tersebut berada di tangan soulmate mu. 

Semakin dekat jarak antara kamu dan soulmate mu, temperatur kalung itu akan terus meninggi dan meninggi sampai kulitmu tidak bisa menahan betapa panasnya kalung tersebut dan hanya akan berhenti ketika kalian berdua menyatukan kedua bagian dan akhirnya akan menjadi satu; satu sebagai simbol bahwa engkau telah menemukan satu sama lain.

Tetapi, semakin jauh jarak antara kalian berdua, makin dinginlah kalung itu diatas kulitmu. Dan benda tersebut sebagai benda kutukan yang selalu mengingatkan bahwa orang tersebut belum ada didalam hidupmu dan semua usaha yang telah engkau lakukan untuk mememukan mereka hanyalah sia-sia karena semakin menjauh.

Dan Lucy tahu bahwa pada akhirnya akan datang suatu saat dimana ia harus mencari soulmatenya.

Tapi Lucy belum yakin apakah ia sudah siap atau belum. Sebagian besar dari teman sekelasnya telah membahas topik tersebut berulang kali dengan suara yang lantang dan egois (menurut Lucy) karena sedikit menekan bahwa mereka akan pergi kemanapun untuk menemukan pasangan hidup mereka walaupun harus menghamburkan uang berjuta-juta. Dan sebagian besar dari mereka telah memutuskan untuk mengambil jeda satu tahun sebelum masuk kuliah untuk mendedikasikan waktu mereka dalam pencarian soulmate mereka di dunia yang luas ini; mungkin sampai lebih dari satu tahun.

Pada hari yang lumayan cerah, Lucy bersama dengan salah satu sahabatnya, Maya sedang duduk di meja kantin dan melahap makan siangnya dengan kesunyian yang nyaman diantara mereka bedua. Disekitar mereka terdengar suara para remaja yang sedang bercakap-cakap dengan temannya di kejauhan, dan pada saat itu Lucy sadar bahwa suasana sekitar ini seakan-akan membawa ketenangan dalam hatinya dan a delightful feeling of familiarity membawa senyuman pada wajahnya.

Tetapi ia tertarik keluar dari pikirannya dan suasana sekitar yang menenangkan saat terdengar suara melengking dari kursi disebelah Maya.

"Ok, aku sedang sedikit kesal sekarang" Lucy dan Maya melihat temannya, Zeta dengan raut wajah yang mengindikasikan untuk menyediakan lebih banyak konteks dan melanjutkan dengan sebuah 'sebab' atas perkataannya.

"Tidak sih. Aku sangat kesal. Aku telah menggunakan waktu luangku untuk mengelilingi kota ini untuk setidaknya membuat kalungku menjadi panas atau dingin. Tetapi, tidak ada yang terjadi! Aku iri dengan kalian berdua karena lebih panas daripada miliku" Zeta menghela nafas dan mulai melahap sandwichnya dengan alis yang mengkerut.

"Menurutku kalung ini memberikan pengharapan palsu" Maya tiba-tiba berkata dan sekarang Lucy fokus total kepada perkataan sahabat diseberangnya.

"Mengapa begitu?" Lucy bertanya sambil menghabiskan gigitan terakhir dari makanannya.

"Karena ini seperti mengalihkan fokus kita dari apa yang ada sekarang ada di hidup kita gitu loh. Maksudku, pemikiran bahwa kita mempunyai pasangan hidup itu enak tetapi kalung ini seperti gps yang rusak" Maya berkata dengan tawaan kecil diakhir dan Lucy mengangguk.

"Benar sih, bukannya setiap langkah yang kita lakukan itu membuat kalung kita merubah panas dinginnya kalung?" Ditambahnya.

"Nah, itu maksudku. Gatau sih, tapi jika tidak ada bukti bahwa benda ini benar-benar bekerja, aku pasti akan membuangnya karena terlihat seperti tipuan" Maya katakan dengan mengangkat bahunya. 

Lalu mereka berdua sadar bahwa Zeta hanyalah melihat mereka berinteraksi dan sekali lagi menghela nafas. Dan seperti biasanya, dirinya secara dramatis dan lebay memandang ke kejauhan dan berkata. 

"Aku tidak akan menemukan cinta sejatiku"

Lucy dan Maya menangkap mata satu sama lain seakan-akan sedang berbicara secara telepati dan Maya memukul Zeta (secara bercanda).

"Apakah aku? Sebuah bantal guling? Aku disini sayang, aku cinta sejatimu" Maya bercanda dan memeluk Zeta dengan gaya dramatis.

"Stop, kau menjijikan" Zeta meletakan tangannya dimuka Maya dan mendorongnya untuk menjauh. Lucy hanya bisa tersenyum atas interaksi mereka didepanmu.

"Kenapa juga kalian berdua harus seperti ahli-ahli filosofi tetang hal ini? Maksudku, coba bayangkan dunia dimana tidak ada kalung-kalung ini. Pasti sangat menyusahkan" Zeta mengangkat kalungnya yang memiliki pendant berbentuk Love.

"Setidaknya kalung kalian terlihat seperti setengah dari sesuatu. Punyaku seperti sudah komplit" Dia tambahkan dengan mencibir.

"Aku lebih memilih itu daripada ini" Maya katakan dan menunjukan kalung miliknya yang kita sama sekali tidak tahu cara untuk menjelaskan bentuknya. Mungkin jawaban yang paling tepat adalah 'abstrak'.

Ketika mereka berdua mulai bercakap, berargumen, dan berkonspirasi tentang mengapa kita tidak bisa memilih bentuknya saja dan dari mana datangnya kalung-kalung ini, pikiran Lucy sedang menjelajahi dimensi lain yang biasa disebut 'otak' yang dipenuhi dengan ratusan pemikiran. Kehidupan setelah SMA, persahabatan mereka bertiga dan keadaannya setelah lulus, semuanya bertumpukan dan memasuki otak Lucy secara bersamaan. 

Dan akhirnya ia tertarik keluar dari pikirannya; tepat sebelum otaknya sampai pada pikiran tentang soulmate-nya. Percakapan antara dua sahabatnya mulai reda dan suasana tenang kembali berada diantara mereka.

Dengan senyuman dan mata berbinar-binar yang menunjukan kesedihan, Lucy berkata.

"Kita sebentar lagi lulus ya"

Yayımlanan bölümlerin sonuna geldiniz.

⏰ Son güncelleme: Mar 02, 2019 ⏰

Yeni bölümlerden haberdar olmak için bu hikayeyi Kütüphanenize ekleyin!

BURNING (Indonesian Version)Hikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin