Kapan wisuda?

15 3 0
                                        

Itu kata pertama yang terucap bagi setiap orang yang hendak menyapa.

"Kapan wisuda Nang?"

"Oalah.. saya ga kuliah nop"

"Kenapa begitu? Kamu kan siswa berprestasi"

"Ya begitulah nop,kendala biaya masih kurang,saya izin pamit ya nop"

"Oke Nang"

Namaku Danang teman sederajat sering memanggilku Nanang. Umur ku sekarang sudah 23th tapi tak kunjung juga melanjutkan ke jenjang universitas. Kisah ku tak sebahagia mereka yang terharu menangis bersama kedua orang tua karena kelulusan nya. Aku hanya disini bekerja sebagai penjaga sekolah,dan bersih-bersih sekolah. walaupun aku masih belum bisa membanggakan kedua orang tua dengan topi wisuda yang mereka banggakan itu, paling tidak aku tidak menyusahkan kedua orang tua ku, dan pergi merantau ke Batam. Demi sesuap nasi dan seteguk air.

"selamat pagi semua nya"

"Selamat pagi bos"

"Saya minta untuk kalian kerja ekstra untuk hari ini, karna kita akan kedatangan tamu untuk restoran kita"

"Siap bos!!"
Semua anak buah siap bersemangat

setelah beberapa menit mengerjakan apa yang diperintahkan bos

"Bos itu bisanya hanya menyuruh saja. Tapi ga mau juga ikut kerja bareng kita"

"Ya nama nya bos" salah satu ikut membela

"Ya ga seperti itu juga dong sikap nya terhadap anak buah yang pasti rendah dibanding diya"

Tiba-tiba si pemberontak itu menyahut ke arah ku

"Eh Nang!"

"Opo?"

"Kenapa sih kamu dari tadi membersihkan lantai itu sampai lima kali? Mo berapa kali pun kamu ngepel gaji mu ga akan bertambah haha " sambil tertawa terbahak-bahak

"Aku kerja ikhlas,bukan karena uang saja"

"Ga usah sok suci kamu Nang" sambil menokok piring kotor ke arah ku

Aku hanya diam saja tak melawan nya , teman-teman mencoba melerai kami.

Pukul 18.00 aku baru pulang dari kerja. Karna hari ini jadwal padat dikarenakan kedatangan tamu. capek juga bekerja di sebuah restoran . Walaupun pekerjaan ku hanya mengepel lantai. Mungkin kebanyakan orang menganggap remeh. Tapi sedetik saja lantai kotor. tak ada seorang pun yang nyaman menginjak nya. Hari ini biarlah berlalu. Jalani saja tanpa menuntut apapun.

PILIHAN (berdasarkan kisah nyata) Stories to obsess over. Discover now