1 [FALL IN LOVE]

13 2 1
                                        

Arga. Kini pria tersebut tengah memanaskan motor kesayangannya yang akan ia gunakan untuk transportasi menuju ke sekolah.

Setelah memanaskan motor kesayangannya tersebut, ia langsung menaiki motornya dan melajukan motornya dengan kecepatan sedang.

Tak lama ia memberhentikan motornya di depan sebuah rumah. Ya, rumah kekasihnya. Amel.

"haii, dari tadi?" sapa Amel saat melihat kekasihnya sudah di depan gerbang dengan motor kesayangannya.

"engga, baru ko. Yu berangkat" balas Arga.

Dan mereka pun berangkat menuju sekolah berdua. Kebiasaan ini telah ada sejak tiga bulan yang lalu, saat mereka memutuskan untuk berpacaran.

Saat sampai di gerbang arga melihat Inka dan Diba sedang berjalan sambil berbincang. Ia tersenyum miring kala mendapatkan ide untuk menjahili mereka. Arga langsung membunyikan klaksonnya, sengaja untuk mengejutkan kedua teman sekelasnya tersebut.

Dann berhasil.

Inka dan Diba tampak menaikkan pundaknya, tanda terkejut. Bahkan Diba sampai latah.

Mereka langsung membalikkan badannya, dan menemukan wajah tengil Arga yang tersenyum puas karena berhasil membuat Inka dan Diba terkejut.

Amel yang melihat Inka dan Diba terkejut langsung saja memukul pundak Arga pelan.

"kamu nih, jail banget si" yang di balas Arga dengan cengirannya.

Sedangkan Inka dan Diba sudah menatap jengkel ke arah Arga. Kebiasaan.

Saat mereka melihat Amel di belakangnya, mereka langsung menampilkan senyumnya

"hai amell!" sapa mereka berdua

"hai kalian, e-eh duluan ya" balasnya karena Arga mulai melajukan motornya ke arah parkiran.

🌻🌻🌻

Arga masuk ke kelas dengan santai. Ia dapat melihat Inka dan Diba sedang berdebat, entah membicarakan apa.

Ia berjalan menuju meja kedua perempuan tersebut, tanpa menyimpan tasnya terlebih dahulu.

"oi!" panggilnya sambil memukul meja

Inka dan Diba langsung menghentikan perdebatannya dan menatap sengit ke arah Arga. Masih kesal dengan kejadian di gerbang tadi. Sedangkan yang di tatap sudah terbahak, mengundang tatapan aneh dari teman temannya. Namun dia tak mempedulikan hal tersebut.

"gila!" ucap Inka dan Diba bersamaan.

Arga yang mendengar itupun tambah terbahak. Inilah yang diinginkannya, menjahili mereka berdua lalu tertawa melihat wajah kesal mereka. Jahil.

"judes amat mbak nya" ucapnya setelah menyelesaikan tawanya.

Melihat kedua perempuan tersebut yang masih menunjukkan wajah kesalnya, kemudian ia berucap "jangan judes judes napa, gaada yang suka tau rasa" ujarnya menakut nakuti kedua perempuan tersebut.

"bodo!" ucap Inka tidak peduli. Dia sudah hafal dengan sifat Arga.

Sedangkan Diba nampak terkejut "hah? Emang iya?".

Arga sudah tersenyum puas, Diba ini mudah sekali di hasut. Lihat saja, saat ini wajah kesalnya sudah hilang digantikan dengan wajah penasarannya.

Berbeda dengan Inka yang bertambah kesal. Hilang sudah rencananya untuk mendiami Arga.

"iya, lo gatau kan? Makanya jangan judes judes" ucap Arga meyakinkan.

"lo tau dari mana?" tanya nya

"gausa tau dari mana, liat aja tuh temen sebangku lo, mukanya judes terus kan? Terus sekarang dia punya pacar gak?"

Diba menggeleng polos "engga"

"nah berarti bener kan?" tanyanya

Diba nampak berfikir sebentar, lalu menatap horor ke arah Inka

"ka! Inkaaaa! Lo gaboleh judes ka, yaampun! Plis jangan judes lagi kaaa, gua kasian sama lo yang ngejomblo terus kaaa! Gua gamau ya punya temen jomblo abadi" ucap Diba histeris sambil menggoyang goyangkan tubuh teman sebangkunya itu.

Inka hanya menatap malas ke arah Diba. Ia heran dengan temannya ini yang mudah sekali percaya.

Sedangkan Arga sudah kembali terbahak karena berhasil membodohi Diba. Jahat.

Melihat Arga yang kembali terbahak membuat Inka bertambah kesal. Ia menatap tajam ke arah Arga, bersiap untuk mengeluarkan emosinya.

Arga yang di tatap begitu oleh Inka mulai bersiap untuk kabur sebelum terkena amarah Inka.

Dengan segera ia berjalan menuju tempat duduknya. Namun, sebelum itu ia menyempatkan diri untuk mencolek pipi Inka lalu berlari dengan cepat.

"ARGAAAAAA!!!"

🌻🌻🌻

"woi! Lima belas menit lagi kita ulangan matematika!" teriak ketua kelas yang baru kembali dari ruang guru.

Kelas yang awalnya ribut tidak jelas, kini ribut menyiapkan contekan. Seperti biasa. Dengan alasan dadakan. Padahal kenyataanya mau dadakan atau tidak mereka tetap membuat contekan.

Inka yang sibuk membagi tugas dengan Diba kini beralih menatap Arga yang sedang bersiap keluar kelas. Tumben.

"mau kemana lo?" tanya Inka, tumben sekali Arga tidak bersiap membuat contekan atau mengacaunya untuk memberikan jawaban.

Arga tersenyum sombong.

"mau ke kelas doi lah, minta semangat" balasnya lalu kembali berjalan.

Inka terdiam sebentar, lalu segera menggelengkan kepala sambil memukulnya beberapa kali.

"najis alay" guamamnya.

Lalu ia kembali membagi tugas dengan Diba agar bisa menulis semua materi dalam waktu singkat. Sepintar pintarnya Inka, dia juga butuh contekan kalau otaknya benar benar blank. Tetapi sayangnya contekannya lebih sering terbuang sia sia karena tidak sempat membuka contekan.

🌻🌻🌻

"yang sudah boleh keluar dan istirahat" ucap guru matematika yang berhasil membuat kelas kembali ribut karena tidak sabar untuk istirahat sebelum jamnya.

Dibarisan paling depan, Inka sedang mengecek kembali lembar jawabnya, sebenarnya ia sudah selesai sejak beberapa menit lalu, tapi ia sengaja tidak mengumpulkan karena tidak ingin ke kantin sendiri. Ketahuan banget jomblonya.

Lain halnya dengan Diba, ia sibuk menulis dengan mata yang melirik lirik ke arah lembar jawab milik Inka. Inka sih tidak masalah, karena dia juga sering mencontek jawaban Diba jika sedang ulangan mata pelajaran yang lain. Jadinya mereka ini saling mencontek, simbiosis mutualisme.

"dib, gua duluanya" bisik Inka setelah melihat lembar jawab Diba.

"iyaiya, sono cepetan"

"jangan lama lama, awas aja" ancamnya yang hanya dibalas gumaman tidak jelas oleh Diba.

Inka segera bangun dari tempat duduknya yang diiringi tatapan terkejut teman temannya kecuali Diba.

Setelah mengumpulkan kertas ulangan dan jawabannya Inka langsung keluar dan diam di depan kelas sambil memainkan handphonenya, menunggu Diba.

"hai Inka"

🌻🌻🌻





Fall in love? Where stories live. Discover now