PROLOG

84 11 0
                                        

Kata orang masa putih abu-abu adalah masa yang indah dan tak akan pernah terlupakan.

Masa dimana seorang remaja mencari jati dirinya.

Masa dimana seorang remaja mengenal apa itu cinta, mengenal kisah romansa.

Masa dimana seorang remaja menguras habis emosinya, dari bahagia hingga yang menyedihkan bahkan menyakitkan.

Seorang gadis bernama Alexa Marchella, yang akan menjadi salah satu tokoh utama di dalam cerita ini sangat membenarkan pernyataan tadi. Ia mengingat jelas masa-masa itu, bahkan ia sering tersenyum sendiri mengingat masa saat bersama seseorang yang sangat berarti untuknya.

Dimana hari itu mereka berteriak, mengumpat pada langit yang begitu rapuh di atas kepala. Tapi hari ini mereka bergandengan tangan, memadu tawa menghadap dunia yang baru dan dilengkapi dengan rintangan yang baru pula.

Dulu, ia menggertakan gigi, mengadukan rasa kesal dan kecewa pada daun-daun yang berguguran. Hari ini, mereka tersenyum begitu hangat, menjanjikan sebuah momentum yang amat hebat untuk esok hari.

Begitu hidup terus berputar, melintas pada alur rotasi yang sama seolah menjadi siklus yang tak pernah berhenti.

Lexa bertanya pada dirinya sendiri. Apakah diluar sana banyak yang mengalami kisah sama sepertinya. Sebuah kisah masalalu yang sederhana namun sangat berharga.

Andai waktu bisa terulang kembali, Lexa ingin sekali lagi mengalami masa yang sama dan dengan orang-orang yang sama pula, yang akan menjadi tokoh dalam cerita ini. Namun ada sebuah kisah dimana kisah tersebut sangat menguras air matanya. Ia ingin kembali dan menghilangkan bagian itu.

Andai semudah kita berucap. Andai semudah membalikkan telapak tangan. Andai...sudahlah. Berandai-andai juga tidak membuat semua terulang.

Begitu pun dengan Micko dan Nicko. Bagi mereka masa SMA adalah masa yang sangat indah dari masa yang lain. Karena masa itu telah mempertemukan mereka berdua dengan dua orang gadis yang telah melengkapi masa remajanya dengan warna kebahagiaan dan telah mengajarkan mereka tentang arti kehidupan.

Beribu-ribu hari telah mereka lalui. Pahit, asam, dan manis telah mereka rasakan.

Ini kisah mereka. Kita sedang berada di tahap prolog dari setiap harapan yang terbentang di setiap sisi kehidupan.

Bersiaplah, kita akan melangkah ke bagian selanjutnya, terus berjalan mengikuti alur kisah mereka.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 28, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

KLMNWhere stories live. Discover now