Shiren baru aja sampai di depan gerbang SMA harapan bangsa, Mata hitam pekatnya menyapu sekitar area sekolah, pipi yang sedikit berisi menambahkan kesan imut pada diri Shiren.
Yap sekolah yang banyak diimpikan teman-teman nya waktu SMP. Shiren lulus di sekolah ini melalui jalur prestasi, saat SMP Shiren sering mengaharumkan nama sekolah dengan olimpiade matematika.
Shiren mulai berjalan menyusuri parkiran, Shiren sempat tercengang, bagaimana bisa!!! Jelas rumah Shiren jauh lebih kecil dari ukuran parkiran ini.
"Dih kampungan"
"Tuh muka ketutupan mantel bajaj kali ya , kagak ada malunya sekolah disini"
"Ugh gak level banget tai"
"Mau ngelamar cleaning servis ya lo"
Yah begitulah ocehan para siswi, Shiren mencoba untuk mengabaikannya, Shiren sadar bahwa dia bukan berasal dari orang yang berada.
"Datang, belajar, lulus dengan nilai memuaskan" batin Shiren. Itu prinsip yang akan Shiren gunakan saat sekolah di sini, dia tidak akan menyia-nyiakan beasiswa yang belum tentu bisa orang lain dapatkan.
Shiren Flick Wirawan.
Shiren segera menyusuri koridor untuk berkumpul di aula, it's all about MOS. Andai Shiren bisa hilang dari muka bumi selama satu minggu, dipastikan sekarang dia akan memakai cara itu.
Shiren benci keramaian, karna keramaian tidak menjamin kesenangan. Saat masuk ke aula Shiren mengambil tempat di tengah berdekatan dengan pendingin ruangan, kalau paling depan pasti disangka caper. Paling pojok belakang disangka pemalas. Huh..Realita kehidupan.
"Tess..Tess..!!Mohon perhatiannya sebentar!" himbau panitia osis yang akan memulai acara.
Seluruh ruangan mulai tenang, banyak terlihat raut wajah yang speachles dan tidak sabaran menanti yang selanjutnya akan terjadi. Ada juga sebagian dengan raut tegang.
"Oke terimakasih atas perhatiannya. Saya Rian Ramadan, anggota osis dan pemandu acara ini. Akan ada sedikit arahan dari ketua OSIS untuk Masa Orientasi Siswa tiga hari kedepan" rian menyerahkan microfon kepada temannya.
"Pagi semua.."Sapa cowok tersebut.
"Pagi kak.."Balas seluruh murid baru.
"Saya Faisal Akbar ketua OSIS di Harapan Bangsa. Saya akan menyampaikan jadwal kalian untuk seminggu ke depan. Hari ini, senin. Kalian akan mendapatkan beberapa kata-kata sambutan dari beberapa guru. Selasa dan rabu ada Pelatihan Baris Berbaris. Kamis khusus pelatihan kepramukaan. Jumat silaturahmi dengan kakak kelas. Sabtu malam akan ada Night Party untuk menutup acara MOS kali ini" terang kak akbar panjang kali lebar kagak pakek air.
"Wahhhh seruu..."
"Wagelaseh..."
"Keren abis gila"
Mendadak ruangan riuh dengan suara antusias para siswi.
"Cukup cukup!!! Sebentar lagi akan ada panitia dari osis yang akan membagikan tali sebagai penanda dari masing-masing kelas. Sebelumnya saya akan memilih satu orang perempuan dan laki laki. Saya beri waktu untuk mencari perwakilan selama istirahat pertama. Saya tunggu." Tegas kak Akbar.
"Haiii.." panggil seseorang disebelah Shiren dengan senyum lesung nya.
"Eh haii jugak" sapa Shiren canggung.
"Kenalin nama gue Reyna Sukma, lo bisa panggil gue Rey" memperkenalkan dirinya.
"Aku Shiren Flick Wirawan. Kamu bisa manggil aku Shiren" balas Shiren tak kalah ramah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pelik.
Teen FictionSesal. Kepada rasa yang tak pernah mau merasa. Hadir. Ketika cinta kembali datang. Pergi. Ketika bahagia perlahan hilang.
