Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Masih?

63 6 0
                                        

X MIPA 2 terlihat semuanya terfokus dengan apa yang di jelaskan oleh guru yang mengajar terkucuali Salsa, dia tidak begitu mendengarkan penjelasan guru tersebut. Ia malah asik dengan pikirannya sendiri, ntahlah apa yang sedang di pikirkannya saat ini

" Aduh, gimana kalau dia nolak lagi?  Gimana kalau misal dia ngebentak lagi? Nyeri hati gue ditolak mulu. Pokoknya gue gak boleh kalah sama telepon, telepon aja di tolak, manggil lagi sampe diterima. Masa gue kalah gitu aja. " gumamnya, namun masih dapat di dengar oleh teman sebangkunya

" Lu mikirin apa sih Cha?  Di tolak?  Di bentak?  Emang siapa yang gituin lu? " Tiffapun sedikit berbisik pada Salsa.

" Alah sok ga tau lu curut, gua lagi mikirin cara ngambil heart tuh kakel yang dingin itutuh " Salsa pun menopang dagunya.

" Astagfirullah Chaca, harus berapa kali ih gua bilangin ke elo?  Please lupain dia!!! Dia udah ga ngargaiin lo!  Lo boleh suka tapi ga dengan cara MENGEMIS CINTA Cha "geramnya, Salsa meringis mendengarnya " Lo itu seakan-akan menunjukan ga ada cowo selain dia Cha, seperti dia yng paling perfect di dunia ini " lanjut Tiffa pada Salsa.

" Ga bisa Iffa, gua udah coba buat lupain dia tapi apa? Semakin gua mencoba semakin hati gua ingin mendekat, hati gua juga udah sakit di bentak ga di hargain but why? hati gua masih milih dia!. Santai aja hati gue masih kuat kaya besi sama porselen, aman terkendali." Tiffa pun menggeleng mendengarnya.

" Gua yakin kalau Alin dan Tesa tau lo masih ngarapin dia, siap-siap aja lo kena semprotan dari mereka berdua, terlebih Tesa."

" Au ah bodo gua mau ke rooftop dulu," Salsa pun mengangkat tangannya " Ibu, Saya permisi ke belakang ."

" Kebelakang apa rooftop Salsa? " tanya guru tersebut,  ia sudah hapal dengan kelakuan Salsa.

" Ah karna ibu udah tau, so ga ada alasan untuk saya borbohong, tapi bener kok saya ke belakang dulu baru ke rooftop " jawabnya dengan sangat santai

Semua yang berada di kelas menatap ke arah Salsa dengan tatapan melotot, pasalnya guru yang sedang mengajar termasuk guru killer di Sma Taruna Bangsa, merasa dipandang oleh teman sekelasnya

"Apa lo liat-liat, belum pernah gue colok yah?" Salsa pun berlalu dan meninggalkan guru yang sedang metarap geram kearah Salsa.

🐾  🐾  🐾

Saat perjalanan menuju rooftop Salsa di cegat oleh kaka senior yang di takuti oleh seluruh siswa SMA Taruna Bangsa siapa lagi jika bukan si Eva dkk bukannya takut, Salsa malah menatap mereka dengan bosan.

" Jadi ini cewe yang deketin pacar gue?" ucapnya Eva meremehkan salsa.

" Ga banget deh Va, liat noh ga ada cantik-cantiknya masih cantik elu juga, dan yah William ga bakalan tertarik sama nih cewe " menunjuk Salsa dan mendorongnya.

"Cantik? Mending itu urusin dulu bedak lo luntuh deh kayaknya." Eva pun menjadi geram mendengarnya.

"Maksud lo apa?" Ucap Eva sambil mendorong bahu Salsa, membuat Salsa mundur sedikit.

"Lo tanya maksud gue? Gak salah tuh, bukannya gue yang harus nanya maksud kaka apa? Mau ngelabrak gue? Mau ngebully gue? Atau mau mempermalukan gue? Sorry kalo itu maksud lo, gak takut gue! Manusia sampah kaya lo tuh gak pantes buat ditakutin. Mungkin kalo gue gak inget kalo lo kaka kelas, kalian semua yang pertama kali gue buang ke tempat sampah pake tangan gue sendiri." Ucap Salsa dan melanjutkan jalannya yang tertunda membuat Eva dkk terdorong.

"Untung kaka kelas coba bukan, auto rumah sakit tuh manusia." Gumam Salsa diatas rooftop, sambil menghentak hentakan kakinya, tanda ia sedang sebal.

"Ekhemm..."

Yuhuuu
Akhirnya bisa up lagi
Adakah yang menunggu cerita ini up?
And
Don't forget comment n vote
I hope ur like my work
See u next part my readers❤🔥

8 februari 2019

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 17, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

The Cold BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang