Prolog

10 1 0
                                        

Suara teriakan para penggemar memenuhi studio. Kamera ponsel mereka seakan tidak akan pernah lelah mengambil gambar demi gambar para idol mereka yang kini duduk di depan sana. Sungguh tidak sia-sia mereka berada di sana.

Tujuh pria memukau itu pun terus tersenyum pada penggemar mereka. Dua pembawa acara hanya tesenyum lebar saat mendengar suara teriakan yang sangat membahana dari para penonton.

"Bagaimana? Apakah ada yang ingin kau sampaikan?"tanya salah satu pembawa acara itu ketika para penonton mulai tenang.

Min Yoongi, pria itu nampak berpikir sejenak. Ia menatap kesekeliling ruangan, para penggemar juga sepertinya penasaran dengan apa yang akan ia katakan.

Menghela napas, Min Yoongi mulai menyusun kalimat yang tepat untuk ia katakan. Kalimat yang sudah lama ingin ia utarakan pada seseorang yang sudah lama menghilang dari dalam hidupnya.

"Baiklah, Min Yoongi-ssi. Jika mantan kekasihmu melihat acara ini, apa yang ingin kau sampaikan?" ulang pembawa acara itu lagi.

Min Yoongi tersenyum kecil, "Jika dia melihat acara ini, aku hanya ingin bilang. Maaf dan terimakasih."

"Wah, apakah kau pernah melakukan kesalahan saat masih bersama dengannya?"

"Hyung melakukan banyak kesalahan, apalagi dengan sikapnya yang seperti ini. Wanita itu pasti sangat kuat hingga bisa bertahan selama itu dengan Yoongi hyung." Bukan Min Yoongi yang menjawab, melainkan Kim Taehyung lah yang meemberi jawaban.

"Ah, benarkah? Sepetinya dia wanita yang baik."

"Ya, dia orang yang sangat baik. Dan dengan bodohnya aku menyakiti wanita sebaik dia."

--

"Ya, dia orang yang sangat baik. Dan dengan bodohnya aku menyakiti wanita sebaik dia."

Masih dengan mantelnya, wanita itu memperhatikan dengan serius acara yang kini sedang tayang. Matanya nampak menyimpan berbagai makna di sana. Seseorang di sampingnya memperhatikan dengan jeli raut wajah temannya itu. tapi, ia tidak menemukan apapun. Sudah sangat jelas, wanita itu sangat susah di tebak.

"Sudah delapan tahun berlalu, dan kau tidak merasakan apapun? Mustahil." Kim Jaein menaikan kakinya keatas meja di depannya. Matanya masih awas menatap wajah wanita di sampingnya itu.

"Tidak, aku tidak pernah merasakan apapun. Apalagi rasa sakit."

Wanita itu berjalan cepat menaiki tangga dan menghilang disana.

"Geojimal."

Jaein melihat lagi kearah layar besar di depannya. Ya sudah selama itu, dan ia masih tidak bisa memprediksi apa yang terjadi pada keduanya.

Bạn đã đọc hết các phần đã được đăng tải.

⏰ Cập nhật Lần cuối: Feb 04, 2019 ⏰

Thêm truyện này vào Thư viện của bạn để nhận thông báo chương mới!

Meet You AgainNơi câu chuyện tồn tại. Hãy khám phá bây giờ