Aku tidak tahu sebenarnya apa yang mereka bahas?
"Hubungan kalian itu harus jelas. Kalian ini apa sih sebenernya?"
"Aku juga nggak tau, coba tanya Nusa."
Mengapa mereka membahas sesuatu yang sama sekali tidak aku mengerti?
Dari tadi mereka berbicara panjang lebar.
Tapi sungguh, itu percuma!
Aku sama sekali tidak mengerti.
"Jadi, kamu ngerti kan maksud aku?"
"Sumpah, Dari tadi aku nggak ngerti pembahasan kalian." Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal.
"Kamu pernah ngerasain ubun-ubun kamu disedot, nggak?"
Aku berpikir sejenak. Mengingat-ingat, apakah aku pernah? Aku orang yang malas berpikir lama, itu merepotkan. Jadi, kusudahi saja acara berpikirnya. Repot.
"Nus, kok beneran dipikirin, sih?"
Loh?
"Kan tadi kamu yang suruh."
YOU ARE READING
ANNOYING HUMAN
Teen Fiction"Semalem, aku mimpi jadi sisir," ucapku sembari menatap Ari yang sedang berada di sampingku, aku dan dia sebangku. "Nus? Sumpah, mimpi kau unfaedah banget. Aku nggak peduli kau mau mimpi jadi sisir ke, gayung, handuk, tempat sampah. Aku nggak pedul...
