Seorang gadis berseragam SMA terlihat santai mengendarai motor matic nya, padahal seharusnya ia panik karna terlambat mengikuti Upacara hari Senin.
Gladys memparkirkan motornya diparkiran siswa, yang kebetulan berada diluar gerbang sekolah. Kemudian Gladys berjalan menuju gerbang yang sudah ditutup, Gladys yakin didalam pasti Upacara sudah dilaksanakan.
Didepan gerbang sekolah terlihat guru Bimbingan Konseling yang lagi-lagi akan menceramahi Gladys.
"Gladys kamu terlambat lagi," ucap guru laki-laki itu dengan tangan dilipat didepan dada.
"Maaf pak, tadi bangunnya kesiangan," jawab Gladys disertai cengiran tanpa rasa bersalah.
"Setiap kamu terlambat alasannya tetap sama, kamu boleh masuk setelah Upacara selesai. Sekarang kemarikan buku tata tertib kamu,"
Disekolah Gladys, diberlakukan point pelanggaran yang ditulis pada buku tata tertib yang dipegang siswa masing-masing. Didalam buku tata tertib terdapat beberapa aturan yang harus ditaati oleh para murid, juga ada jumlah point yang didapatkan dalam setiap pelanggaran.
"Jangan dong pak, nggak usah kasih point ya pak. Saya janji deh besok-besok nggak terlambat lagi." Gladys memohon pada Pak Sis selaku guru BK, tak lupa Gladys menampilkan puppy eyes agar lebih meyakinkan Pak Sis.
"Nggak ada toleransi lagi buat kamu ya Dys, setiap Senin kok selalu terlambat. Capek saya berurusan sama kamu trus, sini mana bukunya."
Gladys mengambil buku tata tertib nya dari tas, lalu menyerahkannya pada Pak Sis.
"Buku kamu saya bawa. Upacara sudah selesai kamu boleh masuk, nanti istirahat pertama kamu ambil buku kamu diruangan saya. Ngerti?" tanya Pak Sis pada Gladys.
"Iya pak ngerti," balas Gladys
"Yaudah cepat masuk! sebelum jam pertama dimulai," perintah Pak Sis pada Gladys
Gladys berjalan sendiri menuju kelas, disepanjang koridor kelas XII banyak yang menyapa Gladys, yang dibalas senyum ramah olehnya. Gladys bukan tipe cewek most wanted yang dikagumi oleh banyak laki-laki, namun Gladys cukup dikenal oleh teman seangkatannya.
"FARAHHHHHHHH." teriak Gladys tepat disamping telinga sahabatnya, yang kebetulan sedang membelakangi Gladys.
"Gila lo Dys, awas aja ya tanggung jawab lo kalo gue tiba-tiba jantungan," ucap Farah kemudian memutar posisinya menghadap Gladys.
"Yaudah iya maaf, tapi lo gak jantungan kan. Jadi gue gak perlu repot-repot tanggung jawab," jawab Gladys disertai cengiran.
Farah hanya menggeleng menanggapi perkataan Gladys, ia sudah terbiasa dengan sikap Gladys yang kadang seperti anak kecil. Tapi dibalik itu Farah menyayangi sahabatnya itu, Gladys sudah seperti adik bagi Farah meskipun usia mereka terpaut sama.
"Lo telat lagi ya," tanya Farah pada Gladys.
"Wah, kok lo tau padahal belum gue kasih tau. Apa sekarang lo udah jadi paranormal Far, keren tuh," jawab Gladys.
Farah menghela nafas, Farah bisa menebak jika Gladys telat bukan karna Farah sudah jadi paranormal atau sejenisnya. Tapi memang Gladys memang sering kali terlambat dihari Senin.
"Kalo udah gini gue tau lo belum sarapan pantes ngomong aja ngawur, jelas lah gue tau kalo lo telat. Sekarang nih udah jam berapa, lagian tadi gue nggak lihat lo pas upacara. Eh! emang lo sering banget sih gak ikut upacara gara-gara telat."
"Far kantin yuk, lo sih ngomongin sarapan jadi laper gue. Kebetulan tadi gue gak sarapan," ajak Gladys
Belum sempat Farah menerima ajakan Gladys, bel pelajaran pertama berbunyi.
"Udah bel Dys, nanti aja deh sekalian istirahat," jawab Farah.
"Jam pertama pelajaran apa sih Far?"
"Sejarah."
Gladys meletakkan kepalanya dimeja, mungkin ia harus bersabar hingga istirahat pertama tiba.
"Woy semuanya disuruh Bu Dilla turun ke perpus, Bu Dilla ada rapat. Kita dikasih tugas tapi ngerjainnya diperpus," teriak ketua kelas XII-IPS1.
Seketika Gladys mengangkat kepalanya, ini adalah kesempatan Gladys mampir kekantin sebelum ke perpustakaan.
Teman-teman Gladys sudah turun ke perpustakaan, kebetulan kelas Gladys berada dilantai atas bersebelahan dengan koridor kelas IPA.
"Far mampir kantin dulu yuk, laper banget gue." tawar Gladys yang dibalas anggukan oleh Farah.
Gladys dan Farah berjalan menuju kekantin. Sebelum turun, mereka memutuskan untuk melihat segerombolan kakak kelas yang sedang olahraga dilapangan bawah.
Entah kenapa mata Gladys tertarik pada dua lelaki yang duduk dipinggir lapangan. Mereka terlihat istirahat setelah olahraga, hingga tanpa sengaja salah satu dari mereka menoleh kelantai atas membuat tatapan Gladys dan laki-laki itu bertemu. Gladys menikmati tatapan mata itu meski dari jauh.
"Ayo Dys katanya kekantin, heran gue suka banget lo ngelihatin kakak kelas olahraga," Ucap Farah secara tiba-tiba membuat Gladys memutuskan kontak matanya dengan lelaki itu.
"Lumayan Far cuci mata. Yaudah ayo, udah laper banget gue."
Farah dan Gladys turun lewat tangga sebelah kamar mandi perempuan, sehingga mereka tak perlu repot-repot melewati lapangan yang sedang ramai.
Halo gaisss,Part pertama semoga suka yaa:)
Enjoy the story
Jangan lupa Vomment:)
Salam authorr.
BINABASA MO ANG
Never Let Me Go
Teen FictionBerawal dari pertemuan singkat Gladys Nindya dan Devan Mahendra menjadi cerita yang panjang untuk mereka berdua. Tatapan mata Devan yang menyiratkan kepedihan membuat Gladys penasaran pada Devan, hingga tanpa Gladys sadari rasa penasarannya berubah...
