Happy reading
•
•
•
Salam dari Ales:)
«««
Alesio Bramasta Wilson
«««
Merasa ada yang janggal, Ales menolehkan kepalanya ke belakang. Dan ya, seorang gadis dengan senyum tipis tengah berdiri di belakangnya. Terlihat aneh, dia memakai gaun serba putih dengan syal yang tergantung dilehernya.
"maaf, kamu lagi ziarah ya?" Pertanyaan dengan nada lemah lembut yang baru kali ini ales dengar.
10 detik
30 detik
1 menit
4 menit 59 detik
"lo nggak punya mata" suara bass yang terdengar sangat nyaring tersebut mengejutkan gadis yang tengah menunduk menatap jam dipergelangan tangannya. Tepat satu detik sebelum gadis tersebut memutuskan pergi dari keheningan yang merajang lela.
"ehmm, maaf kalau saya ganggu. Tapi saya hanya ingin mengembalikan kalung ini, mungkin tadi sempat jatuh saat kamu ingin ziarah ke sini"
Tersenyum kikuk adalah pilihan yang tepat karena ales hanya diam dan menatap dalam netra hitam pekat milik gadis didepannya. Tanpa permisi, gadis tersebut memakaikan kaling berbandul bulan sabit dileher jenjang Ales.
"perfect, kamu terlihat tampan. Kalau begitu saya pamit ya. Oh ya, saya juga punya kalung seperti kamu" Gadis lucu didepannya menunjukkan sebuah kalung berbandul bintang yang sejak tadi tertutupi oleh syal miliknya.
Ales hanya diam memandang gadis didepannya, tak berniat memutuskan pendangan seolah ia akan hilang saat ales mengedipkan netra indahnya. Suara gadis yang pelan terdengar sangat keras lantaran berada di pemakaman yang begitu senyap.
"saya pamit ya, jaga diri kamu dengan baik" hanya kalimat ini yang diucapkan sebelum ia pergi dalam sekali hembusan napas.
Gadis dengan gaun putih itu menghilang dengan meninggalkan secerca kebahagiaan. Sedangkan Ales sendiri tersenyum tipis melihat kepergian gadis tersebut. Lalu bisakah ales menjaga dirinya sep...
Tok tok tok
Suara decitan pintu membangunkan mimpi Ales yang terlampaui indah. Tampak sang mama berkacak pinggang di samping tempat tidur ales. Tak berselang lama, karena sang mama langsung membuka gorden kamar ales sehingga menampakkan pantulan cahaya surya di pagi hari.
"ales mau mama bangunin atau bangun sendiri"
Suara yang didalamnya banyak penekanan itu membuat ales mau tak mau beranjak dari tempat tidurnya. Karena kalau tidak, sudah dipastikan bahwa sang mama akan melakukan ritual yang sangat menegangkan. Mengambil selimut dan membungkus badan ales, kemudian menyeretnya ke arah tangga yang menghubungkan kamar ales dengan lantai dasar, tak lupa mendorong ales dengan tak berperasaan.
"iya iya, ales udah bangun nih". Berjalan ke arah kamar mandi di lantai dasar dengan dengusan yang muncul tanpa tau pada siapa dengusan ini diberikan.
«««
Selamat membaca
•
•
•
Jangan lupa makan, bangkit dari kekecewaan juga butuh tenaga:)
YOU ARE READING
ALLESIA
Teen FictionRasa yang timbul dan tak mendapat balasan Hati yang patah dan tak bisa kembali utuh Denyut yang menggila dan sirat akan luka Apakah itu yang dinamakan kecewa? *** Ales berjalan tak tentu arah, mengalirkan kedua kakinya pada parkiran di ujung sana. A...
