prolog

377 18 2
                                        

"Sebesar apapun masalahmu, walaupun kamu anak broken home,jangan tunjukan kamu rapuh,tunjukann bahwa kamu kuat,kamu bisa tanpa mereka yang kamu idamkan untuk hidup bersama dan menjadi keluarga yang harmonis"
-RFH

⏪⏪♥⏩⏩

"KEVIN!!" teriak gadis cantik dengan cekikikan menjahili dua pria kesayangannya yang sedang bercek-cok mulut.

Dua pria itu menoleh secara bersamaan ke belakang, "Gue kevin."

"Lu varo gue kevin,kakak ipar."

"Gak! Lu reynand gue kevin."

"HAHAHAHA." gadis itu tertawa puas sudah menjahili dua pria bernama kevin itu.

Gadis itu mendatangi kevin dan kevin lalu merangkulnya,"hey,kalian itu dua kevin yang zia sayang. Jangan rebutan nama,gini deh abang itu varo,ka--"

"Gak! Orang gue dari dulu di sebut kevin."

"Ih,zia tuh lebih suka abang disebut varo." ucap gadis yang disebut zia itu.

"Biar kesayangan zia yang namanya kevin cuma gue,hahaha." timpal kevin membuat zia terkekeh.

"Apa lu nimbrung?!"

"Gak boleh gitu sama suami zia,nanti kalo dia ilfeel sama zia gara- gara abang gimana? Nanti zia janda,emang abang mau zia jadi janda?"

Varo menoyor kepala zia,"gak boleh ngomong kawin-kawinan,sekolah dulu."

"Bodo"

Varo pun memeluk zia dan mencium pipinya,"untung sayang."ucapnya gemas.

"Eh,eh ngapain lo peluk-peluk pacar gue?"

"Lah dia adek gue."

"Gak gak ada!"

"Gak gue restuin mampus."

"Honey,liat deh abang kamu,gitu tuh gak mau ngerestuin." ucap kevin merengek.

"Jijik ih manja deh." jawab zia dengan tawanya,dia pun berjalan menuju teman - temannya meninggalkan dua kevinnya yang sangat ia cintai.

Bukan,mereka tidak kembar,hanya saja awalan nama yang kebetulan sama.

Mereka yang selalu beradu mulut setiap bertemu,memperebutkan nama kevin.

Sikap mereka,tingkah mereka,cara mereka memperlakukan zia,membuat zia tak akan pernah berhenti untuk mencintai mereka.

Kevin alvaro haritsah kakak kandung dari raqueensya fazia haritsah.

Dengan kebetulan,nama kekasih fazia pun sama dengan kakaknya,yaitu kevin reynand alfarizi.

Flashback..

"Abaang,akhirnya abang datang kesini." ucap zia memeluk varo dengan erat.

Sejak umur 7 tahun zia pindah dan bersekolah di belanda dan tinggal dirumah neneknya.

Varo menatap pria tampan disebelah zia seolah berkata dia siapa,"ah iya zia lupa,kenalin,dia pacar zia hihihi."

"Halo kakak ipar,gue kevin." ucap pria disebelah zia.

"Gue abangnya zia,kevin."

"Eh sorry,kevin nama gue."

"Kevin panggilan sayang zia ke gue."

"Gue juga sama,zia manggil gue kevin disaat yang laen manggil gue reynand."

"Yaudah lu reynand gue kevin."

"Aduh udah-udah,abang kan abang disebut varo dari dulu,jangan diperpanjang ayok masuk." zia berjalan lebih dahulu tanpa zia sadari dua pria dibelakangnya masih saling melempar tatapan tajam dan memperebutkan nama 'kevin'.

Flashback off.

Inilah mereka,dua kevin yang zia sayang, dua kevin yang hingga saat ini memperebutkan nama,si dua kevin bobrok yang bisa mencairkan suasana, tuhan jangan ambil mereka dari zia.

"Ayo zia,lu harus istirahat,nanti malam kita penerbangan ke jakarta.."

Sterke VrowWhere stories live. Discover now