pRolog

389 13 0
                                        

  Pernikahan saat remajaku membuat hidupku berantakan ..
Isabell gadis 16thn klas 11 diSMA paling top di kota A ,
Gadis yang ceria,namun cukup pemalu. 
Dia hanya memiliki sedikit teman di sekolah,dan banyak yg nggak kenal dia juga....itulah pengalaman kehidupannya di 🏫

Sedangkan di 🏠.
Dia tuh tinggal lumayan jauh dari rumahnya
Dia tinggal sama teman baiknya, namanya Anne.
Mereka temenan udah lama sejak waktu SD namun terpisah saat SMP.skrang ketemu lagi.
Di dekat kos mereka, ada juga kost-kostan cowo.
Dan Isabell ini paling suka dilirik cowo,
Tapi hanya 1 cowo yg menarik perhatiannya
Rico..


.
.
.
.
Isabell POV

Malam ini entah kenapa rasanya lebih sakit dari biasanya,
Untung sekarang gue nggak perlu khawatir pulang sendiri,
Besok hari minggu artinya malam ini bisa mabuk.

Lupa sejak kapan gue bisa minum banyak kek sekarang.

Seseorang yang nemenin gue keknya niat baget jagain, dia sama sekali nggak minum.

"Yang.... Cukup lah" katanya dengan memandang gue lembut

Gue pun membalas senyumannya tanpa ragu "dikit lagi yah"

Mungkin karna hari ini hujan sejak pagi, jadi perasaan gue melow dari tadi.,
Gue bersyukur Dave ... -Ehg Rico maksudnya-, gue makasih banget sama Rico yang mau nemenin gue sama jagain juga.

Malam semakin larut entah sudah berapa banyak minuman yang gue teguk, suasana di sini semakin padat.. tapi... Ini belum jam pulang gue

Rico yang tak tahan melihat gue minum sendiri akhirnya ikut minum juga tapi tak banyak, mungkin dia dari tadi sudah ngiler ngeliatin gue minum

"Yang... Kamu minumnya udah banyak banget" katanya sambil merebut gelas dari tangan gue

"Ko...." Kataku sambil menatapnya sinis

"Nggak... Udah cukup, ayo aku anterin kamu pulang"

"Aku nggak mau pulang" gue pun berdiri meninggalkannya menuju ke dance floor

Jagga-nim POV

Rico berdecak kesal melihat Isabell meliuk-liukan tubuhnya di antara kerumunan orang .

Isabell yang dulu, gadis polos yang tak tau apa-apa -taunya belajar doang-, entah pergi kemana sekarang yang ada tinggal Isabell pecandu alkohol dan pecinta dunia malam, untung saja Isabell tak sampai merokok atau mengunakan narkoba

"Untung cantik, kalo nggak udah gue seret ni anak" ucap Rico sambil memandangi Isabell dengan senyum, lalu menghampirinya

"Yang pulang yuk, pala aku pusing banget..." Rico menarik tangan Isabell yang hampir saja di gepre ABG tua

"Apa? Kenapa?" Tanya Isabell karna tak mendengar dengan jelas apa yang di katakan kekasihnya

"Pulang.. udah mau setengah tiga subuh nih" Isabell mengangguk sambil membalas senyum Rico yang tak pernah pudar sejak tadi. Apa dia tidak cape senyum terus

"Tapi aku mau abisin dulu minuman yang tadi" pinta Isabell sambil kembali duduk di meja mereka tadi

Rico hanya bisa membuang nafas panjang
..

.
.

Saat di perjalanan Isabell tertidur, mungkin karna dia banyak minum.

Entah apa yang Rico pikirkan saat melewati apartemennya di langsung membelokan mobilnya ke sana dan membawa Isabell masuk ke dalam apartemennya
-dengan di gendong tentunya

Rico membaringkan Isabell di atas ranjangnya dan menutupi setengah tubuhnya dengan selimut
Rico pun ikut tidur di samping Isabell, malam ini sangat melelahkan. Dirinya sudah seperti seorang paman yang sedang menjaga keponakannya yang asik bermain di Dufan

Dua puluh menit berlalu Isabell menggeliat di samping Rico, seperti gelisa

"Yang kenapa" Rico yang belum sepenuhnya terlelap, sudah duduk dan menggoyangkan lengan Isabell di sampingnya

Tiba-tiba Isabell mengibaskan selimut dan langsung berlari tanpa arah "kamar mandinya di mana?"

Rico tersenyum namun buru-buru juga ia menarik Isabell ke kamar mandi

Isabell mengeluarkan isi perutnya di wastafel itu, dengan Rico yang setia menepuk-nepuk punggungnya dengan sayang

"Udah?... Mau aku bikinin teh panas?"

"Nggak.. air putih aja"

Setelah Rico mengantarkan Isabell kembali ke tempat tidur, ia pun mengambilkan segelas air untuk kekasihnya

"Nih.. minum"

"Makasih"

"Tidur lagi yah,." Isabell mengangguk sebagai respon

Tapi baik Isabell maupun Rico tak ada yang bisa tertidur dengan nyenyak, apa lagi Rico yang mungkin sama sekali tak tidur

"Yang.... Kamu tidur?"
Isabell membuka matanya dan menggeleng

Rico menarik Isabell lebih dekat dengannya lalu ia mendaratkan kecupan mautnya, yang tak mungkin bisa ditolak siapa pun.
Sebenarnya sejak tadi Isabell sangat menggoda nafsunya.

'melakukannya?' Rico sudah sering melakukannya dengan mantan-mantannya dulu yang masih berstatus pacar waktu itu apa salahnya jika dia melakukannya juga dengan Isabell toh sekarang Isabell juga pacarnya

Ciuman panas sejak tadi terasa semakin membakar nafsu keduanya, Isabell juga terbawa akan suasana permainan Rico, tak mau mengelak Isabell juga menikmatinya

Rico sejenak melepaskan kaitan bibir mereka menatap mata Isabell penuh isyarat seperti meminta lebih

Rico memberanikan diri bertindak, ia meraih kancing baju teratas Isabell lalu membukanya, melihat tak ada penolakan dari Isabell di pun melanjutkan ke kancing yang kedua dan seterusnya sampai semua terbuka menampilkan bagian atas Isabell yang masih tertutup dengan selembar kain bra ..

Isabell tau apa yang dia lakukan ini salah apa yang dia lakukan ini akan mengubah hidupnya .
Dia sadar dia bodoh ,
Setelah ini dia akan menjadi manusia menjijikan

Rico terus melancarkan aksinya, karna di bawah sana Isabell juga tak menunjukan tanda-tanda penolakan, ini hal yang mudah dia sudah sering melakukannya
.
.
.

Isabell terlelap dengan tubuh tanpa busana hanya selimut tipis yang menghangatkannya,
Rico di sampingnya juga sedang mengambil ancang-ancang menuju alam mimpi

Rico mengecup kening Isabell sambil mengucapakan selamat tidur, Isabell sedikit menggeliat akan ulahnya

"Devii..." Ucap Isabell bersuara lirih





Mau tau kelanjutannya
Please 🌟 nya

The WeddingStories to obsess over. Discover now