" Sarangheo, " ucap pria tampan itu pada gadis yang sedang ia bekap tersebut.
Gadis yang ia bekap itu hanya tersenyum sembari mengeratkan pelukannya kepada pria itu setelah mendengar ucapannya.
" Yaa, jadilah pria yang baik, makan dan minumlah dengan teratur," ucap gadis itu masih sambil memeluk kekasihnya itu.
" Aku akan sangat merindukanmu," ucap pria itu tidak menjawab ucapan kekasihnya itu.
" Yaaa, aku berjanji. Aku akan menjadi idola yang hebat, aku akan menjadi bintang untuk semua orang, aku akan mengumpulkan uang yang banyak untuk membahagiakanmu, kita akan bersama.Aku, kau dan baby baby Kim yang nanti akan kita buat bersama," ucap pria itu sembari melepaskan pelukannya agar dapat melihat kekasihnya itu.
" Ahh, kau ini, kejarlah mimpimu. Jadilah bintang seperti yang kau harapkan, lakukan yang terbaik untuk hidupmu, jangan terlalu memikirkanku," ucap gadis cantik itu sembari tersenyum tulus.
" Aku berjanji, setelah aku mendapatkan banyak uang aku akan kembali untukmu dan kita akan mewujudkan mimpi kita, hidup bahagia bersama!" ucap pria itu lagi.
" Kau berjanji padaku, maka tepati janjimu ya chagi," ucap gadis itu sembari kembali memeluk kekasihnya tersebut.
Pria tampan itu tidak membalas pelukan kekasihnya itu, malah ia melepaskan pelukan tersebut.
Sembari memegang kedua bahu gadisnya itu ia berkata,
" Yaa, kekasihmu ingin pergi jauh dan kau tidak menangis?" tanyanya pada kekasihnya itu dengan mata yang sedari tadi berair.
" Untuk apa aku menangis saat pangeranku ini akan menjemput impiannya, humm"jawab gadis itu sembari mengusap pipi mulus kekasihnya.
" Aku mencintaimu, tetaplah menungguku apapun yang terjadi. Aku menyayangimu, sampai kapan pun," ucap si pria sembari membawa gadis itu ke pelukannya, sementara air yang bersumber dari mata pria tampan itu tidak henti-hentinya mengalir.
Tidak terdengar jawaban sedikit pun dari si gadis, kecuali hembusan nafas panjang.
" Yaa, berhenti sok kuat di depanku. Menangislah selagi masih ada aku disini memelukmu," ucap pria itu sembari mengusap pucuk kepala si gadis.
1 detik
2 detik
5 detik
7 detik
Badan gadis itu mulai bergetar hebat di dada bidang prianya. Perlahan Jongin bisa merasakan bahwa baju yang ia kenakan mulai basah.
" Dasar bodoh, lihat! Kau membuatku menangis, aku sudah menahannya dari tadi. Kau iniii... " ucap gadis itu sembari semakin membenamkan kepalanya di dada kekasihnya.
Sembari mengusap pelan punggung kekasihnya itu ia tersenyum manis ahh tidak, sangat manis.
" Aku mencintaimu, aku tidak sabar menunggumu sukses dan aku tidak sabar untuk menagih semua janjimu itu," ucap Sowon si gadis cantik tanpa jeda.
Jongin pun menurunkan kepalanya, hingga kepalanya berada di bahu Sowon, sembari tangan Sowon masih setia memeluk erat pinggang pria tampanya itu.
" Kau akan menungguku bukan?" tanya Jongin tepat di samping telinga putih gadis cantik itu.
" Aku akan selalu menunggumu, sampai kapan pun," ucap Sowon yakin.
" Jaga diri baik-baik, jangan mengencani pria lain,kau dengar beauty?" ucap Jongin yang juga merupakan sebuah ultimatum pada gadis cantik itu.
" Kau kira aku gila, meninggalkanmu di saat kau tidak ada dan itu adalah untuk kebahagiaan kita?" ucap gadis itu mulai melonggarkan pelukannya.
" Aku akan kembali untukmu, kita akan punya kehidupan yang bahagia setelah ini," ucap Jongin sembari melihat wajah cantik kekasihnya itu dengan tatapan penuh arti.
" Berjanjilah, bahwa apapun yang terjadi kau itu milikku, milik Song Sowon seorang," ucap gadis itu mantap sembari memberikan penekanan pada akhir kalimatnya.
"Tentu sa...."
Perhatian-perhatian para penumpang Jeju Air dengan nomor penerbangan BT210 tujuan Seoul, dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu masuk A3, terima kasih
" Hummhh, so time is over and you must to go chagi," ucap gadis cantik itu pada kekasihnya sembari menghapus air matanya menggunakan kedua tangan halusnya itu.
Perlahan tangan panjang laki laki itu menyentuh pipi kekasihnya tersebut. Diusapnya perlahan pipi gadisnya itu dengan kedua ibu jarinya. Sejenak ia tersenyum menikmati betapa cantiknya gadis yang ada di hadapannya itu. Kemudian perlahan tangan panjangnya itu turun hingga sampai di tengkuk leher si gadis dan dengan perlahan di ambilnya wajah si gadis untuk dikecup.
Perlahan
Penuh makna
Dan sedikit air mata dari keduanya, tidak peduli laki laki ataupun perempuan.
Karena ini merupakan hari terakhir mereka, hingga nanti entah kapan lagi mereka akan bertemu, tidak ada yang tau pasti jadi sepertinya mereka tidak menyia-nyiakannya waktu yang tersisa.
Perlahan tangan putih milik si gadis telah terkalung di leher si tampan Jongin, mereka kemudian saling berbagi kehangatan dan berbagai cinta dalam ciuman yang terbilang tidak sebentar itu. Mereka terlihat begitu menikmati, hingga akhirnya pangutan itu harus terlepas karena si tampan memang harus pergi untuk mengejar mimpinya.
" Aaggh, sudah saatnya," ucap si pria tampan dengan nada lemasnya.
" Ye, pergilah. Jadilah bintang seperti yang kau mimpikan itu. Aku akan setia menunggumu Jongin ah ,"ucap si cantik dengan sangat tulus dan manis.
Walaupun berat, si pria tetap berusaha untuk kuat dan ia tidak ingin terlalu ada banyak drama lagi.
" Aku pergi dulu, jaga dirimu. Jangan berhenti mencintaiku dan aku janji akan menghubungimu jika bisa, kajja peluk lagi," ucapnya dengan nada mantap dan sedikit manja.
" Iye, love you,"ucap si gadis sembari memeluk erat tubuh si pria dengan sangat sangat erat.
" Love you too," ucap si pria sembari menutup sejenak matanya untuk merasakan kenyamanan yang pasti akan sangat ia rindukan.
Setelah kira kira 2 menit saling peluk, saling berbagi kehangatan Jongin pun mulai melangkah pergi menuju pintu masuk pesawat.
Song Sowon, diperhatikannya punggung si pujaan hati hingga tak terlihat lagi, barulah ia beranjak pulang sembari mengatur emosinya yang sedang tak karuan saat ini.
Tanpa diduga ada seseorang membalikkan badannya dengan cepat dan sedikit kasar kemudian orang itu mengecup singkat bibir Sowon. Ya orang itu adalah Kim Jongin, setelah mengecup singkat bibir kekasihnya itu, Jongin segera berlari menuju pintu masuk pesawat lagi sembari berteriak nyaring,
" SONG SOWON, SARANGHEO "
Si gadis yang di teriaki hanya bisa tersenyum melihat tingkah si tampan pemilik hatinya itu.
"Nado," ucapnya dengan suara lembut namun masih bisa terdengar oleh beberapa orang.
Detik ini, menit ini, hari ini telah dimulai perjalanan Kim Jongin untuk menjadi seorang bintang, hari ini merupakan hari yang berat namun awal yang baik untuk mimpi besar si pria desa tampan, Kim Jongin.
Bersamaan dengan lantunan doa tulus Sowon yang disampaikan oleh semilir angin yang harap harap bisa terdengar oleh Tuhan, berangkatlah pesawat Jeju Air dari Jeju menuju Seoul yang mana di dalamnya ada Kim Jongin calon bintang yang akan bersinar paling terang di antara bintang lainnya. Bersamaan dengan keyakinan dan tekad, pria tampan Sowon itu berangkat menuju Seoul dengan langkah pasti, yaitu untuk mewujudkan mimpinya juga membahagiakan Sowon dan anak anak mereka nantinya yang sudah menjadi mimpinya sejak dulu.
To be continued
*Bagus gak??
*Lanjut gak??
*Coment ya😊
KAMU SEDANG MEMBACA
heartache
Romance"Percayalah aku akan kembali,aku akan mewujudkan mimpi kita.Kau dan aku akan bahagia, percaya padaku"-Jongin "Jadilah bintang untukku,bersinar lah seperti mimpimu,dan jadilah seorang pemenang (kembalilah jika kau masih mencintaiku)"-Sowon Kim Jongin...
