Cerpen oh Cerpen

247 74 79
                                        

Bahasa Indonesia adalah pelajaran yang tidak terlalu kusuka. Tidak tahu mengapa tiap hari ku berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Namun, tak jarang aku mendapat hasil UH Indonesia dibawah nilai KKM.

Perkenalkan nama ku Fadri seorang siswa SMAN1 Cibinong kelas 11, keseharian ku seperti siswa sewajarnya dimulai dengan bangun tidur, berangkat sekolah, bermain, belajar, dan tidur.

Aku berangkat sekolah menggunakan sepeda motor. Sebenarnya nya rumah ku tidak terlalu jauh dari sekolahan. Namun, untuk kerumah tudak ada transportasi umum. Jika aku naik ojek akan lebih mahal ketimbang ku membawa motor.

Hari ini adalah selasa dimana pelajaran bahasa Indonesia terjadi di kelas ku di pagi hari selama 4 jam pelajaran. Belajar bahasa Indonesia selama itu terasa lama ku rasakan apalagi tanpa adanya jeda istirahat. Untung saja pelajaran itu dimulai sejak pagi hari, dimana pada pagi hari aku masih merasa segar dibanding jika sudah siang.

Pa Rangga, ia adalah guru b.indonesia yang asik menurutku. Dia selalu datang ke kelas tepat waktu, dimana saat bel masuk tak lama dia pun datang ke kelas dengan gayanya yang asik.

Hari ini Pa Rangga membawakan materi cerpen atau yang sering disebut cerita pendek. Aku pernah belajar materi ini sebelumnya di kelas 8 SMP. Yang ku tahu meteri ini adalah sebuah cerita pendek yang sangat panjang, bahkan satu cerpen saja bisa memakan lebih dari 5 halaman buku cetak

Sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan materi ini. Ya itu wajar karena memang aku tidak suka membaca. Pada awalnya ku kira cerpen adalah cerita pendek yang benar benar pendek. namun dugaan ku salah saat pertama kali ku lihat cerpen di buku paket SMPku yang memakan lebih dari 5 halaman untuk 1 cerita.

Yang jelas dibenak ku saat mendengar kata cerpen adalah sebuah cerita yang panjang.

Seperti biasa setiap ada meteri baru Pa Rangga akan selalu menerangkan terlebih dahulu materi itu. Pa Rangga sangat asik saat belajar dia dapat membuat anak muridnya aktif.

Oiya aku lupa menceritakan seperti apa kelas ku

Okeyy, kelas ku adalah kelas sebelas ipa dua dimana kelas ku bisa dibilang kelas yang amat berisik dan juga rame bahkan beberapa guru sampai membanding bandingkan kelas ku dengan kelas yang lain. Kelas ku ini berisi ketua- ketua eskul seperti ketua rohis,multimedia,volli wakil ketua osis bahkan mantan ketua osis sekolah ku pun berada dikelas ini. Makanya kelas ku ini berisi orang-orang yang jago beragumen.

Lanjut cerita ya guys...

Saat Pa Rangga menjelaskan kelas ku sangat aktif dalam bertanya, menjawab, bahkan tak jarang sering menyeletuk apa yang tak harusnya dikatakan.

hari itu ku duduk dengan kawan ku Amel. Dia adalah orang yang amat bawel dan cempreng. Namun walau begitu dia adalah teman baik ku.

Pa Rangga pada hari itu tidak memberikan tugas yang untuk dikerjakan pada hari itu. Aku sangat senang karna aku memang tidak menyukai materi ini.

Bahkan saat sudah bel waktu istirahat ia sama sekali tidak memberikan tugas pada kelasku.

Aku sangat senang pada saat itu.

Saat istirhat aku tidak ke kantin karena aku sedang menyantap bekal yang memang selalu ku bawa setiap sekolah untuk menghemat uang jajan ku.

Namun tiba- tiba...

Pa Rangga datang kembali ke kelas ku pada saat jam istirahat dan memberikan tugas membuat cerpen sendiri dengan minimal 7 halaman A4. Aku benar- benar kaget akan hal itu. Membuat karangan 3 paragraf saja butuh 2 jam ku menyelesaikannya. Sedangkan ini, 7 halaman A4

Pada saat itu hanya ada sebagian murid kelas dikarenakan sebagian yang lainnya pergi ke kantin untuk jajan.

Aku benar- benar bingung akan membuat cerita apa dengan tujuh halaman itu. Setiap suapan bekalku, tema demi tema ku pikirkan. Namun tak ada sebuah cerita dipikiran ku yang akan mencapai 7 halaman.

Pa Rangga saat itu memberikan jangka waktu 1 minggu untuk membuat cerita pendek ini...

Sebuah Kisah Dibalik Cerita PendekStories to obsess over. Discover now