Prolog

22K 720 37
                                    

-Awali dengan Bismillah, dan akhiri dengan Alhamdulillah-

🌺🌺

Wanita.

Mudah rapuh dan mudah patah.
Bagaikan ranting pohon, jika kamu kasar pada ranting itu, maka akan patah.
Seperti kaca, jika terlalu keras, maka akan pecah.

Wanita, tidak menginginkan kemewahan, tetapi menginginkan kebahagiaan.
Ia bisa sangat patuh padamu, tetapi ia juga bisa sangat keras padamu. Semua tergantung pada caramu memperlakukannya.

Lelaki beriman, ia akan selalu memuliakan wanitanya.
Ia akan selalu menjaga dan melindungi wanitanya.
Karena, wanita adalah istimewa.

Wanita, adalah perhiasan. Dan, sebaik-baik wanita yaitu istri shalihah.

Dariku, wanita yang menantimu dalam ketaatan.
Wanita yang ingin menjadi bidadari syurga-Mu.

Untukmu, Imam masa depanku.

🌺🌺

Bagi Nayla, kasih sayang orangtua itu sangatlah berarti dalam hidupnya. Setiap anak pasti menginginkan kasih sayang dari orangtua.

Ya, benar sekali. Tetapi Nayla harus menerima takdir bahwa sesungguhnya yang membesarkan ia selama ini bukanlah orangtua kandungnya.

Bukan ibu yang mengandung dan melahirkannya. Juga bukan ayah yang di mana darahnya adalah darah dari ayah kandungnya.

Apa yang kamu bayangkan jika kamu berada di posisi Nayla? Mengetahui kebenaran itu di saat wanita yang membesarkanmu baru saja mengembuskan napas terakhirnya. Dan yang lebih menyakitkan adalah, ibu kandungmu adalah saudara dari wanita yang membesarkanmu.

Haruskah marah dengan keadaan? Membenci kebenaran? Atau justru menangisi takdir.

Itu semua bukanlah jalan keluar dari suatu masalah. Hal itu bisa memperkeru keadaan.

Berdamailah dengan kehidupan, dan ikhlaskan segala ketetapan Allah. Itu adalah jalan dan solusi terbaik dari ujian hidup yang di alami.

🌺🌺

"Anakku."

Tangan dingin itu menangkup wajah imut Nayla. Di tatapnya wajah gadis yang ia panggil anak itu.

"Putri kesayanganku." lanjut perempuan setengah abad lebih. Diana, nama perempuan itu.

Putri kesayangan? Benarkah begitu. Kalau sayang, kenapa di buang. Batin Nayla.

Nayla terus beristighfar agar tidak berprasangka buruk pada orangtuanya. Ia berusaha agar membuang semua rasa benci dan dendamnya pada kedua manusia yang mengaku sebagai orangtua kandungnya.

Perlahan kaki Nayla melangkah masuk ke dalam rumah yang tak kalah besarnya dari rumah yang Nayla miliki. Walau begitu, Nayla belum bisa merasa nyaman di sana, hati dan pikirannya terus bertolak belakang.

"Mulai sekarang apapun yang kamu inginkan, akan kami kabulkan. Kami adalah orangtua kandungmu. Istana ini khusus untukmu." ucap Albert.

Lelaki berperawakan tinggi tegap dengan wajah khas orang Barat. Lelaki asal Amerika, Labertus Albert adalah ayah kandung dari Nayla Malika Albert.

Nayla meringis mendengar ucapan sombong dari sosok manusia lemah itu. Bagaimana bisa lelaki yang sedarah dengannya itu berkata dengan sangat sombong, tak sadarkah ia kalau semuanya yang ia sombongkan adalah milik Allah.

Mahar Cinta Nayla (Selesai) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang