"Fanyaaaaaa Praticiaaaaa, cepetan nanti kita telatt begoo"
Galang meneriaki Fanya yang masih menyiapkan alat tulisnya di ruang tengah.
Sejak Galang pindah dan menjadi tetangga Fanya 10 tahun yang lalu mereka menjadi sahabat dekat. Fanya girang sendiri saat mengetahui bahwa mereka akan sekolah di SMA yang sama.
"Sabar bang gua masih nyiapin buku tadi " Fanya melirik sinis pada Galang yang berdiri disebelah sepedanya sambil melotot memperhatikan Fanya.
"eh curut loe mau sekolah kok dandanan loe kayak orang habis kejebak tawuran. Rapi dkit ngapa"
Fanya tidak peduli komentar sahabatnya itu . Setelah mengambil sarapan yang diberikan ibunya . Mereka berangkat kesekolah. Galang dengan susah payah mengayuh pedal sepeda yang mereka gunakan untuk berangkat kesekolah pagi ini. Hari ini adalah hari pertama mereka sekolah di SMA TARUNA ,yang artinya mereka merupakan junior baru disana.
Beberapa meter lagi mereka sampai. Namun gerbang sudah hampir ditutup.
" lang! Galang cepetan itu gerbangnya mau ditutup lang" Fanya turun dari sepeda dan berlari mendahului galang yang masih mengayuh sepedanya.
"Fan tungguin gue , Fanyaaaa!" galang berteriak sambil menyusul sahabatnya."Tega amat sih loe"
"Hahahahaha ternyata gerbang sekolah baru dibuka. Bukan kita yang telat begoo" Fanya tertawa melihat galang yang ngos ngosan mengayuh sepeda menyusulnya.
"Eh kalian junior baru cepet kelapangan " ketua osis SMA Taruna membentak mereka yang masih asik tertawa didepan gerbang.
"Yaelah kak masih pagi begini juga" Fanya membela diri
"Mau pagi atau nggak kalau sudah sampai sekolah langsung ke lapangan. Hari ini upacara. Atau kakak suruh kalian jalan jongkok dari sini. Cepatt! " galang berlari setelah mendapat peringatan,melempar sepeda Fanya sembarangan.
"Galaanggg sepeda gua begoo" teriak Fanya kesal.
Fanya baru sadar kalau kakak itu masih disampingnya. " hehe masih ada si kakak. Aku permisi dulu " Fanya berlari menyusul galang.
"Gaalaaangggg Hendrawan tungguin guaa!!!!"
Mereka sampai di tengah lapangan dengan keadaan lapangan masih sepi.
"Wahh rese tu ketua osis. " galang menghapus keringat yang hampir menetes kearah matanya.
"Lapangan masih sepi melompong gini juga" kata Galang sinis
"Gimana kalau kita liat daftar pembagian kelasnya " usul Fanya agar galang tidak marah lagi.
"Bener juga, semoga gue gak sekelas sama loe" galang berjalan mendahului Fanya.
"mau kemana lang?? "
"Kan mau liat daftar pembagian kelas ,Fanya yang cantikk"
"Ehh samsul ,papan pengumuman disana bego" Galang hanya nyengir lebar pada Fanya saat tau dia salah arah.
*****
Setelah upacara Fanya dan Galang masuk ke kelas mereka. Ya, karena Galang memang lebih pintar dia mendapat posisi kelas IPA 1. Fanya sedikit sedih saat tau dia tidak sekelas dengan sahabatnya itu. Karena Fanya memang pendiam dan satu satunya orang yang mau bersahabat dengannya adalah Galang.
"Udah dong Fan. Jngan cemberut gitu. Kelas kita kan sebelahan curut" Galang mengacak acak rambut Fanya yang memang sudah berantakan. Gue yakin loe pasti bisa dapat temen selain gue nanti" bujuk Galang
"Nah sekarang , gimana kalau kita makan dulu " galang berdiri kemudian menarik pelan lengan Fanya untuk mengajaknya kekantin .
"ayo Fan"
"Gue gak laper lang" kata Fanya dengan nada sedih. "gue mau ke kelas aja yaa"
"Yahh Fan, Fanya! jangan gitu" galang menatap punggung Fanya yang meninggalkannya memasuki kelas IPA2.
***
"Galang ya? Kenalin aku Tasya " cewek manis itu tersenyum pada galang yang masih kebingungan atas kehadirannya
"gue ditunjuk sama wali kelas kita,buat jadi ketua kelas di kelas IPA1. mohon kerja samanya ya galang" kata tasya sambil menyalami tangan galang.
Galang merasakan hal yang berbeda untuk pertama kalinya saat menatap mata tasya. Entah lah dia merasakan pipinya memerah dan detak jantungnya begitu cepat. Tapi bukan perasaan suka terhadap Tasya,melainkan karena dia tau siapa Tasya dan hubungannya dalam kehidupan ayah Galang.
******
Bel pulang berbunyi. Ternyata benar kata Galang . Fanya benar benar mendapatkan teman baru. Fanya benar benar tidak sabar untuk memperkenalkan mereka . Si kembar Dany dan Deny.
"GALANGGG!!!!! " Fanya berteriak melihat sahabatnya yang berdiri menunggu didepan kelasnya sambil memegang kepalanya yang sakit.
"Lah galang loe kenapa ? Sakit? ." Tanya Fanya khwatir.
"Parah Fan" Galang tambah mengeluh
"Loe kenapa siiihh?" Fanya membentaknya sedikit kesal.
"Pelajaran bahasa inggris. Bikin pala gua mumet" Fanya menepuk kepalanya mendengar ucapan galang
"Gila gua kira loe kenapa bego,tenang dsini ada miss Fanya yang bakalan ngajarin abang galang" kata Fanya dengan mantap.
"oh ya btw ada yang mau gua kenalin ke loe" Fanya melambai kepada teman-teman barunya
"Kenalin ini Dany Dan ini Deny ." Dengan senyum yang lebar Fanya memperkenalkan kawan barunya pada galang.
"Haii galangg" si kembar melambaikan tangannya dengan wajah prihatin pada Galang.
"Kok muka kalian sama ??" Fanya menepuk lagi kepalanya
"Itu namanya kembar mas bambang" kata Fanya kesal
"Ohh hahahahaha sorry-sorry . Kenalin gua Galang. Calon pendamping hidup Fanya" Wajah Fanya memerah saat galang mengatakan kalimat itu
"Apaan si bego, gak lucu"
"Tapi muka lo merah tuh" Galang menggoda sahabatnya yang memang hatinya sulit diluluhkan itu. Fanya memang memiliki paras yang cantik dan manis. Dan karena itu juga dia sering dijauhi teman temannya sewaktu smp dulu . Tidak sedikit anak laki-laki yang menyukainya.
"Ada adegan ftv dibawah umur deny tutup mata kamu " Dany menutup mata kembarannya begitupun sebaliknya.
Tingkah mereka membuat Fanya gemas sendiri.
"Eh Fanya gimana kalau kita tinggalin mereka. " sifat jail Galang mulai kumat.
"Ayo ayo." Fanya menyusul Galang yang berjalan perlahan. Meninggalkan deny dan dany yang saling menutupi mata .
"Loh deny kok sepi yaa"
"Coba buka mata deh"
"Lohh"
"Lohh"
"Galaaaanggg , Fanyaaaaaa" teriak sikembar bersamaan saat sadar mereka hanya mereka berdua dilorong kelas
Galang tertawa terbahak - bahak begitupun Fanya saat mereka sampai dilantai bawah dan mendengar teriakan si kembar dari koridor lantai atas.
"Awasss teman teman biasanya ada yang suka nampakk looo" Fanya menambahkan.
"Galangg!!!" Suara Tasya menghentikan tawa mereka.
========================
Terimakasih semua udah baca,mohon maap kalo ada typo atau kata-kata yang kurang dimengerti.
ありがとう :D
Semoga suka ;)
YOU ARE READING
Sinopsis Hati
Teen FictionSebuah sinopsis tidak mewakili seluruh isi buku. Sama seperti perasaanku untukmu. Sikapku tidak mewakili seluruh isi hatiku padamu.
