4. Ruang Rawat

165K 12.4K 258
                                    

Diandra

Beberapa menit lalu, aku menelepon ambulans untuk membawa Ibu kembali ke Golden Hospital. Sudah tiga bulan sejak diperbolehkan pulang, Ibu merasa lelah dan jantungnya kembali kambuh. Ibu kadang memang tak mengindahkan permintaanku untuk beristirahat total dan menutup usaha menjahitnya. Aku juga salah karena kurang memperhatikan Ibu dan fokus membuat talkshow bulanan.

Setelah sampai di Golden Hospital, aku berlari menuju meja administrasi dan menyelesaikan berbagai dokumen terkait tindakan yang harus Ibu dapatkan. Selalu seperti ini. Sejak lima tahun lalu, aku melatih jantungku untuk setiap keadaan Ibu yang sering kali jatuh-bangun.

Setelah membuka ruang rawat Ibu, aku tersenyum seakan-akan tak memiliki satu beban pun di pundakku. Meski terasa berat dan melelahkan, Ibu bukanlah beban dalam hidupku. Ini seperti satu kenikmatan tersendiri ketika memiliki orang tua.

"Bu, istirahat, ya. Jangan pikirkan apa pun. Dian kerja dulu. Nanti pas istirahat, Dian ke sini buat suapin Ibu sekalian makan siang," pesanku kepadanya.

Aku keluar kamar rawat setelah memastikan Ibu sudah beristirahat, lalu berjalan menuju ruanganku. kovernya.

1. Persiapan Perayaan Ulang Tahun Golden Hospital

2. Rancangan Perencanaan Kegiatan Corporate Social Responsibility Golden Hospital

3. Investor Gathering, Rapat Umum Pemegang Saham Golden Hospital Group

4. Content Internal Magazine, Edisi Triwulan Ketiga. CITO!

5. Content Poster, Flyer Promo Bulanan, dan Program Marketing

Tumpukan kertas ini harus segera kuselesaikan. Jika harus lembur untuk mempercepat waktu, aku bisa melakukannya di ruang rawat Ibu.

"Nindya, tolong telepon vendor printing, ya. Minta meeting siang ini sekitar pukul dua, bisa?"

"Bisa, Mbak," jawab staf general affair itu.

Aku mengangguk.

Oke, dimulai dari tugas nomor lima. Tugas paling ringan tetapi tidak boleh disepelekan. Cetakan promo dan program bulanan divisi pemasaran harus segera dirilis agar pasien dapat segera menerima informasi promo dan program kesehatan rumah sakit. Setelah membuka fail yang dilampirkan, aku mengecek satu per satu lalu memastikan tidak ada yang salah dan siap dieksekusi.

"Ika," panggilku kepada Mikaila yang sibuk dengan lipmatte terbarunya.

"Yes, honey!"

"Gue bukan Gabriel, nggak usah panggil honey!"

Mikaila memutar bola matanya malas.

"Bantuin gue kumpulin data buat para orang kaya, ya."

"Hah?" Mikaila mengernyit dan menganga. Aku menahan tawa saat melihat kilau matte bibirnya tampak membentuk huruf O.

"Investor. Buat rapat umum pemegang saham. Dua bulan lagi, ada gathering buat mereka. Untuk konsep acara dan detail gathering-nya biar gue yang handle. Lo bantu kumpulin bahan untuk materi laporan. Ambil dari bagian customer service sampai finance. Mereka biasanya kepo sama masalah komplain pasien dan profit rumah sakit."

"Holang kayahhh! Tetep yah profit. Dan gue hari ini muter-muter lantai satu sampai sepuluh buat door to door nodong laporan. Thanks for everything, Dian. You berhasil bikin gue turunin berat badan."

Jar of Hearts ( Versi Terbit Diandra's Marriage )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang