PART 1

17 1 0
                                        

Kadang pelangi itu indah
tapi keindahannya hanya sesaat

~~~~

Pagi ini dibawah hujan tepat pada jam 13.00 aku sedang berada didalam ruangan, ruangan itu adalah kelas yang sekarang aku tempati.

Kelas ini tidak begitu ramai dan tidak begitu sepi, karna beberapa memilih ke kantin dan beberapa memilih tetap dikelas saat jamkos seperti ini.

Sedangkan aku memilih menetap dikelas dan membaca sebuah novel yang berjudul "Daun yang jatuh tak pernah membenci hujan, Tere-Liye" dan dengan ditemani teman temanku yang sedang membahas tentang cowok baru yang begitu dingin. "Lau, si 4R tuh gans yak... tapi sayang dingin bat" samar samar suara wanda "iyh apalagi yang namanya Reylan ama Rifqon" sahut trika dengan muka songongnya "nah... klo ini gw setuju banget apa yg dibilang trika" sahut laurita begitu saja, aku yang malas mendengarkan mereka tentang 4 anak baru tadi.

Flashback

Pagi ini tepat jam 6 pagi aku telah sampai disekolah dan aku ingin ke toilet karna ada noda dimuka ku. Saat perjalanan ke toilet tiba tiba

brukk...

aku menabrak seseorang yang sepertinya anak baru "sorry gw gak sengaja soalnya buru buru" kataku meminta maaf karna memang aku yang salah, aku kira cowok itu akan berkata 'gak masalah..', 'gw juga minta maaf', atau yang lainnya tapi dugaanku salah dia malah melenggang pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepata kata pun. Saat sampai di toilet aku buru buru membersihkan noda tersebut 'Dasar cowok aneh' omelku yang begitu lirih dengan kesalnya

skip kelas

Hari ini guru guru rapat dan aku bersyukur karna mungkin tugasku yang blom selesai bisa dikumpulkan besok, tiba tiba Rino -ketua kelasku- memberitahu bahwa Bu Rina yang notabenenya wali kelasku akan masuk ke kelas dan aku segera duduk ditempatku disamping Wanda.

"Selamat pagi anak anak" sapa Bu Rina "Pagi bu" ucap serentak anak kelas XII IPA-1 "hari ini kalian akan kedatangan 4 teman baru dan posisi tempat duduk kalian akan ada beberapa yang ibu pindah tempat duduknya" ucap Bu Rina begitu panjang "Baik bu..." setelah itu datanglah 4 cowok dan ada salah satu cowok yang begitu familiar ya dia si cowok aneh yang tadi gw tabrak "silahkan perkenalkan nama kalian nak" ucap Bu Rina lagi "Perkenalkan nama saya Bayurio Tinovi Bradja biasa dipanggil Rio saya pindahan dari Perancis" ucap cowo bernama rio dengan senyum manisnya "perkenalkan nama saya Rifqon Al azhar Nugraha biasa dipanggil rifqon sepupu rio" kata cowok yg bernama rifqon dengan muka datar "perkenalkan nama saya Rendani Bagaskara M biasa dipanggil rendan kembaran reylan" kata rendan dengan senyum yg menampilkan lesung pipit "perkenalkan nama saya Reylandino Bagaskara M biasa dipanggil reylan kembaran rendan" ucap cowok yang sepertinya orang yang ku tabrak tadi.

Sekarang pandanganku terarah pada sosok reylan ntah ada angin apa aku dapat menatap matanya hingga
1
2
3
4
5
6 detik

aku pun memutuskan pandanganku dengannya dengan membuang muka ke sembarang arah ntah mengapa dengan menatap matanya membuat aku terkunci begitu saja.

Flashback off

"NAAAA!!!" ucap laurita yang membuyarkan lamunanku "Ha? ada apa tri" tanyaku "ayuk ngantin dah bel nih..." sahut wanda secepat kilat sambil menarik tanganku menuju kantin

skip kantin

Seperti yang kalian tau bagaimana suasana kantin? Ramai, karna banyak manusia manusia yang kelaparan tapi pemikiran kalian berbanding terbalik dengan kenyataan disini kantin tidak terlalu ramai seperti biasa, dikarenakan guru guru yang rapat membuat para murid berhamburan menuju kantin lebih awal dibanding biasanya.

Disini aku duduk dimeja no.06 lebih tepatnya berada dipojok kanan dekat dengan jendela membuat meja ini begitu strategis dibanding meja meja lainnya, dimeja ini aku tidak sendiri karena aku ditemani novel, headset dan benda pipih yang bernama handphone dengan gambar apel yg telah digigit dibaliknya.

Jika kalian bertanya tanya dimana temanku? mengapa aku sendiri? jawabannya adalah mereka sedang memilih makanan dikantin yang sekiranya pas untuk menganjal perut perut mereka, tak lupa aku sudah meminta tolong kepada laurita untuk membelikanku kentang goreng beserta jus mangga ini merupakan makanan dan minumanku untuk menganjal perut kecilku.

Sambil menunggu mereka datang aku memilih untuk mendengarkan lagu Dengan caraku - Brisia Jodie ft Arsy Widianto sambil membaca novel yang tadi pagi aku pinjam di perpus

Tak mengerti
Apa yang telah terjadi
Kau tak lagi sama
Engkau bukan engkau

Yang selalu
Mencari dan menelponku
Dering darimu
Tak ada lagi

Walau kau menghapus
Menghempas diriku
Mengganti cintaku

Semua tak mampu
Hilangkan cinta
Yang telah kau beri

Walau kau berubah
Aku kan bertahan
Disepanjang waktuku
Biarkan aku
Mencintaimu
Dengan caraku

Ntah karena asik dengan membaca buku dan mendengarkan lagu aku sampai tak tau bahwa disebelahku sudah ada orang yang duduk hingga

Pukk....

sebuah tangan menepuk pundakku refleks aku pun menoleh dan mendapati sebuah wajah tampan dengan pahatan yang begitu pas, hidung mancung, bibir yang sedikit tebal dan berwarna merah alami, wajah blesteran arab-indo yang begitu sempurna jika kami para kaum hawa yang melihatnya.

"hey...!" ucap dia yang lumayan keras sambil melambaikan tangannya didepan wajahku membuatku sadar dari lamunan "eh... i-- iya" jawabku seolah bertanya "boleh duduk sini" katanya seolah bertanya "Ha?" "dia tuh tanya kita boleh duduk disini gak?" kata cowok bermata biru "oh iyh kenalin gw rio sepupu tuh cowok dingin tadi" lanjut rio "oh... gw andrysni" ucapku dengan ekspresi datar "gw rendani kembaran reylan, samping gw reylan, trs yang ngomong sama lu tadi itu rifqon" kata cowok bernama rendani 'klo mereka kembar, kenapa gak ada mirip miripnya apa merwka kembar gk identik' ucap batinku "klo lu berpikir gw ama reylan kok gak mirip? dan klo lu nduga gw sama dia kembar nggak identik? lu bener dan btw lu jangan cuek... klo lu cuek malah gak ada yang mau sama cewek secantik lu" kata rendani begitu panjang dan sedikit menggodaku diakhir kata.

Belum sempat aku menjawab tiba tiba teman temanku datang dengan rempongnya tanpa melihat bahwa dibangku ini sudah ada orang lain kecuali aku "eh ndry lu yh klo misalnya tetep KEK GINI nyuruh nyuruh gw, gw bakal--" belum sempat laurita melanjutkan ucapannya dia malah ngelirik sampingku yg merupakan tempat rifqon duduk "udh ceramahnya.." kataku yang sedang malas beradu bacot.. segera ku makan kentangku dan memasang headset yg sempat ku lepaskan tadi dan membaca novel.

Tbc...
maafin author yh klo ceritanya pendek because author lg gk mood bikin cerita dan klo misalnya gk ngefeel maafin yh...
Jangan lupa vote, follow and comment

Follow juga ig author @fillia6_

I❤U para siders, semoga gk siders lg dari @afisa_0602

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 08, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ReylandrysniWhere stories live. Discover now