1

26 4 0
                                        

Benci bisa jadi cinta tapi mengapa cinta tidak bisa jadi benci. Usahaku untuk benci dan melupakanmu mengapa begitu sulit?


Liyani dan kedua sahabatnya datang bersamaan ke sekolah. Setelah datang di depan kelas mereka memutuskan untuk duduk di taman sekolah karena lebih baik menunggu bell di taman daripada di kelas yang pasti ramai ulah grup penggosip. Yang pagi pagi udah ngegosipin entah orang atau film sinetron siapa takut jatuh cinta.

"Eh eh Liy itu ada Rio" ucap soraya cewe yang paling ribet kalo ada Rio

Liyani Cinta Cantika seorang yang bisa di bilang cuek, judes, berwajah hitam manis, dan tahilalat di dahinya yang seolah menonjolkan dia itu pintar. Ya, memang dia pintar dan cukup famous d sekolah SMAN Putra Bangsa kelas 11 IPA 5 itu diam seakan tak mendengarkan ucapan soraya yang menurutnya sangat mengganggu apalagi mengenai si Rio yang sekarang sedang usaha dia lupakan.

"Ihhh, sebel pisan ka si liyani teh itu ada s Rio liatin terus kesini" dengan wajah sebal lola berusaha membujuk liyani untuk melihat Rio yang sedari tadi melihat ke arah Liyani.

Liyani yang sedari tadi diam tak mendengarkan ocehan kedua sahabatnya itu hanya terfokus pada ponselnya. Koridor sekolah yang sudah ramai karena berlalu lalang murid SMAN Putra Bangsa yang sebentar lagi bel sekolah akan bunyi.

>>>><<<<

Setelah bel istirahat bunyi Liyani dan kedua sahabatnya itu pergi ke kantin. Disepanjang jalan mereka bersenda gurau terlihat bahagia dan senang, tiba tiba Liyani berhenti sebelum memasuki kantin. Ternyata ada Rio, mereka berpandangan tetapi hanya beberapa detik. Dari pandangan matanya liyani dan rio masih terlihat begitu saling merindukan saat saat bersama seperti dulu.

"Nih makan yaa sampe abis jgn ada sisa" ucap rio sambil memberikan satu kantong plastik yg berisi es krim dan makanan ringan.

"Bukain es krimnyaa" dengan nada manja liyani memohon

"Iya sini sini hmm"

Setelah es krim dibuka rio langsung memberikannya

"Liy.." ucap rio sambil mengusap sudut bibir liyani karena belepotan bekas memakan es krim

Seketika wajah liyani memerah saat mengingat betapa bahagiannya ia dulu.

Ihhh apa apaan sih ko inget itu. Ngga liy lo gausah inget dia lagi dia jahat. Batinnya

Seketika liyani memutuskan pandangannya, dan terbangun dari lamunannya. ia langsung melangkahkan kakinya masuk ke kantin. Kedua sahabatnya mengikuti liyani belakang.

Rio hanya memandang liyani yang lewat di depannya. Rio sangat ingin menyapa liyani.

>>>><<<<

"Yo (rio) ngahuleng bae gening? Ulah mikiran weh si licin" ucap rendi

"Licin apa sih gaje emg rumah lo lagi di pel jadi licin trs lo jatuh ya yo?" Tanya irga dengan polosnya

"Hmmm" cuma itu yang keluar dari mulut rio, rio pun tersenyum tipis melihat tingkah laku kedua sahabatnya yang ngomongny kadang ngelantur kemana mana. Dan rio bersyukur memiliki teman yang seperti itu merupakan kebahagian bagi rio.

"Hih maneh mah teu ngerti licin tuhh liyani Cinta irga sayang" ucap rendi sambil memegang kedua pipi irga.

"Ih sayang sayang , sayang lo noh si indun, ya kira gue apaan kan ga ngerti bahasa minion kaya lo"

Berbicara tentang siapa indun? Indun adalah orang yang kewarasannya sedikit hilang sering lewat di depan pagar sekolah sambil menyanyi india. Teman yang lain pun terkekeh dengan ucapan rendi dan irga terkecuali rio. Ya, rio seorang yang mahal. dalam arti berbicara jarang, tertawa jarang , ya serba jarang pokonya dingin kaya es. Tapi, meskipun sikapnya yang seperti itu rio yang bernama lengkap Rio Adi Prayokasa siswa SMAN Putra Bangsa 11 IPA 2 itu menjadi incaran perempuan karena wajahnya yang tampan dan memiliki lesung di kedua pipinya yang ketampanannya semakin menambah. Tinggi 168 dada bidang dan tegap pokonya idaman.

"Lo emg masih sama si liyani yo?" Ucap langit yang seketika memecahkan suasana.

"Udah ngga"

"Kenapa? Apa gara gara perempuan itu?"

"Nanti juga lo tau"

"Woi ko jadi melow gini obrolannya? Ngakak ngapa ngakak" ucap rendi yang membuat suasana hening karena mendengarkan obrolan langit dan rio pun pecah.

"Lagi serius ogeb" ucap rey sambil menjitak kepala rendi.

"Iyaiyaiya" ucap rendi seakan meniru haji sodik yang ada di film tukang ojek pengkolan.

Tawa serta candaan merekapun lagilagi membuat rio tersenyum tipis.

Liyani maaf aku udah ngecewain aku bodoh udah ngecewain kamu yang bener bener tulus. Batin rio


Gimanaaa? Jangan lupa voment ya next ga nihhh ?? Tau ngga si Rio teh jahatnya kenapa? Sampe si liyani segitu inginnya ngelupain Rio??😊
Mana suaranya orang sundaa dari cirebon
Aku bakal up mulai minggu depan sabtu malam atau minggu malam ya
Hehehe

LiyaniWhere stories live. Discover now