A.(pemuda penikmat Rokok)

20 0 1
                                        


(Vote dan comendnya sebelum baca,ingat yh biasakan😘😄)

Teriknya matahari tak membuat pemuda itu baranjak dari bangku taman yang ia duduki ,Menghirup sebatang rokok merupakan candu terindah baginya,Dengan rokok hidupnya akan tenang.Pemuda itu sangat kalut dan marah.otaknya seakan ingin meledak sekarang juga,dan hatinya?entahlah.jika tampa rokok,hancurlah dirinya.sekarang pemuda itu sangat marah,marah pada dirinya,dan rindu pada seseorang yang,Ah entahlah.pemuda itu sendiri bingung,ada apa dengan hatinya?

Sekali hisapan panjang,rokok itu enyah menjadi abu.Seperti hatinya yang sekarang menjadi abu.maksudnya warna hatinya yang berubah abu.karna rokok mungkin?

Pemuda itu berteriak prustasi dengan menarik rambutnya yang hitam mengkilat itu karna terpaan matahari,Sebungkus rokoknya telah ia habiskan dan itu yang membuatnya prustasi tingkat level tertinggi.sudah kubilang kan?pemuda itu tak akan tenang tampa rokok,Lihatlah sekarang pemuda itu menangis meraung-raung menginginkan sesuatu tapi tak cukup dalam saku.ia juga heran dengan dirinya...mengapa ia sangat mencintai rokok?Tampa rokok,kanapa hidupnya berantakan begini?.kalian harus tau kalo pemuda itu sejak masuk smp sudah menyukai rokok,dan sekarang ia baru saja lulus Sma.Bayangkan berapa tahun dia jadi pecandu rokok?dan adakah organ tubuhnya yang rusak?

Apa benar hatinya?dan yaps..pemuda itu benar-benar sakit hati,bukan sakit karna rokok,tapi sakit karna Cinta.Rokok hanyalah pelampiasan baginya,Karna rokok bisa mengurangi emosi yang menggebu di hatinya.
Pemuda itu menatap kosong kedepan,buliran air mata jatuh mengenai pipinya,ia teringat seseorang yang sangat disayanginya pergi jauh meninggalkanya,sangat jauh dan sangat sulit di temukan lagi.Ia teringat ucapan gadis itu.

"Hai berhentilah merokok,aku tak bisa mencintai seorang lelaki yang hobbi merokok,aku tak ingin kelak suamiku mati lebih dulu karna rokok,dan aku mohon berhentilah merokok jika kau benar-benar menyayangiku,buktikan padaku jika kau bisa menghilangkan ke canduanmu itu pada rokok.Kau mengertikan?jadi kumohon berhentilah,itu yang terbaik untukmu dan untuk kita nanti"

pemuda itu menagis seguk-segukan teringat akan ucapan gadisnya yang telah pergi,betapa bodohnya dirinya.ia tak bisa menuruti keinginan gadisnya,Mengapa ia begitu tercandu dengan rokok?mengapa ia tak bisa melupakan nikmatnya rokok itu."Apasih enaknya rokok ha!sama saja itu racun buat kesehatan lo!".ucapan gadisnya tergiang sangat tajam di telinganya,Membuat pemuda itu menutup kedua telinganya dan kembali terisak dalam sedih yang membuncang kedua bahunya,yah ucapan itu adalah ucapan kemarahan gadisnya sebelum pergi meninggalkanya.

"Dasar Cowok cengeng"Ejek seorang pria tua disampingnya,dengan terburu pemuda itu menghapus jejak air matanya,dan melihat kesamping.siapakah orang itu yang seenaknya mengejek dirinya,dan duduk disampinya,Pemuda itu menatap pria tua yang bertubuh tegap disampingnya dengan alis yang terangkat satu.

"Jadi cowok itu jangan terlihat lemah"Lanjut pria tua bertubuh tegap itu.

"Maaf anda siapa?"

"Kenalkan saya Barto"ucapnya tersenyum,pemuda itu membalas dengan senyuma.,seolah sudut bibirnya sangat berat dan tertarik keatas,yah senyuman yang tak terlihat jelas bentuknya,Barto mengerti senyuman itu.

"Ada apa,siapa kah namamu nak?"

"Aldero Paman"jawab pemuda itu

"Kenapa kau terlihat berantakan sekali nak,ada apa?kenapa galau begini?curhatlah aku akan mendengarmu"Aldero menghela nafas setidaknya ia bisa sedikit berbagi masalahnya dengan orang lain.

"Ceritalah"Tuntut Barto.

"Hm sebenarnya saya lagi ada masalah paman"Aldero mulai bercerita.

"Pasti soal cinta,Yakan?Ayo nak cerita, semua remaja pasti merasakanya"ucap Barto sedikit memaksa.Aldero menghela nafas menghadapi tingkah orang yang lebih tua disampingnya ini.

"Aku merasa kehilangan paman,kekasih aku pergi meningalkanku selamanya,,,tak ada kebahagian lagi dalam hidupku  paman,Dia sangat menyayangiku dan begitupun aku sebaliknya menyayangi dia,Tapi ada satu kendala yang membuatku kehilangan dia,dia benci rokok,dan dia menyuruhku berhenti menikmati rokok..tapi hiks..hiks-".Aldero kembali menangis,Barto mengusap bahu Aldero memberikan kekuatan."a-aaku tak bisa menghilangkan kebiasaanku itu,bagiku rokok sudah menjadi tameng untukku,asap rokok menjadi candu penghilang dahagaku,sungguh aku tak mengerti dengan diriku ini paman hiks.Hingga hari itu Aku ketahuan sedang menikmati rokokku,dia marah besar padaku,dia merasa terhianati dan aku juga ikut emosi saat kata brengsek lolos dari bibirnya,Saat itu aku sangat marah dan tampa sadar aku membentaknya,lalu iya pergi meninggalkanku setalah sadar apa yang tadi aku lakukan padanya,Aku berlari mengejarnya,Dan hiks... tampa dia sadari sebuah truk berjalan dengan kecepatan tinggi menghantam tubuhnya,Saat itu aku benar-benar sangat gila melihat tubuhnya penuh dengan darah,Di-dia meninggal paman,Aa-aku merasa sangat bersalah padanya,ini semua kesalahanku,Aku benci dengan diriku paman"Barto kembali mengelus bahu Aldero,Betapa malangnya kisah cinta pemuda ini.

"Sudah kamu yang tegar,semua ini adalah takdir,jangan salahkan dirimu.mengerti?"Aldero mengangguk mendengar nasehat Barto hati sedikit mulai tenang,ingat sedikit!.namun tak sengaja matanya menatap sesuatu,dan Aldero sangat mengiginkanya tapi bagaimana?....Barto yang menyadari tatapan Aldero itu mulai mengerti,dan memberikan satu puntung pada Aldero.

"Kamu mau ini"Aldero sidikit ragu menerimanya.Barto tersenyum.

"Ambillah jangan sungkan,sekarang kamu bebas..tak ada lagi yang melarangmu"ucap Barto meyakinkan,Aldero menerimanya dan membakar puntung itu."Maaf Cindi"batin Aldero.

"Tapi ingat,rokok itu dapat menyebabkan kematian"Aldero sedikit tersedak dengan asap rokok itu,Dan menatap Barto dengan heran.

"Bukanya paman juga merokok?"

"Paman tidak merokok,dan paman tidak suka merokok"jawab Barto

"Terus kenapa paman membawa rokok?"

"Dulu waktu kuliah paman sering membawa rokok itu,sekedar gaya-gayaan saja saat jalan-jalan sama teman. maklumlah biar tampil keren gitu,tapi jujur paman tak pernah memakainya,kan paman tak suka rokok".

Kali ini Aldero tersedak asap rokok untuk kedua kalinya.
"Kalo rokok ini ada saat paman masih kuliah,berarti rokok ini sudah kaduluarsa dong paman?"Tanya Aldero yang terkejut parah membuang puntung rokok itu  dan mengatur nafasnya.

"Kan saya sudah bilang tadi,Rokok itu dapat menyebkan kematian.oh yah saya pergi dulu yh nak,putri paman manggil tuh"Ucap Barto,sepeninggalnya Barto Aldero kejang-kejang di tempat.

"Mungkin ini adalah karma ku"monolog Aldero,yah siapa lagi yang akan mendengarnya sekarang Aldero sendiri di bangku itu.

"Tunggu aku cindi,aku akan menyusulmu.maaf atas semua yang telah aku lakukan padamu,maaf karna tidak mendengarmu dan menuruti permintaanmu...dan terimah kasih paman,berkat paman Aldero mengerti,ini pantas Alde dapatkan,jika itu racun maka sama saja akan jadi pembunuh"batin Aldero berseru menatap sendu kepergian Borto yang tak menyadari keadaan Alde sekarang yang terkapar diatas rumput,tak ada satupun orang yang melihatnya karna taman itu sudah mulai sepi,Sambil menekan dadanya karna sesak,Alde mencoba tersenyum bahagia ia akan segerah bertemu dengan kekasihnya orang yang mengiginkan dirinya hidup lebih lama,tapi dialah yang lebih dulu pergi meninggalkan Aldero.
Dengan berlahan pandangan Alde buram,dan kegelapan mulai menguasainya.

Aldero tak akan menyalahkan Barto,ini adalah kesalahanya sendiri yang menginginkan rokok itu,tampa terlebih dahulu tahu tentang rokok itu,ini adalah takdir dan karma yang Alde dapatkan untuk dirinya.

✨TAMAT✨

Nasehat Author🎃

Bagi pemuda-pemuda yang menyukai rokok,sebaiknya Lihat kemasan rokok itu dulu,Ada ngk tertulis masa kaduluarsanya???...jangan mau kisahnya kayak Aldero yah...dah itu aja😊😊..

Salam Author..
Sulfaniar😉😉

CERPEN Abcd...Stories to obsess over. Discover now