Satu

76 11 4
                                        

Gadis cantik itu memerhatikan tatanan rambutnya di cermin, kemudian menyisirnya dengan jari-jari tangannya lalu merapikan letak dasinya. Setelah dirasa cukup rapi, dia keluar dari kamar dan langsung menuju ke lantai bawah untuk sarapan pagi.

Di meja makan sudah ada mama, papa, dan abangnya,Mike Alden Stenley.

"Selamat pagiiiii," teriak Icha sambil tersenyum senang.

"Selamat pagi juga sayang," kata mamanya dan papanya berbarengan.

"Selamat pagii ughaa adik acuuu," Ucap Mike dilebay-lebaykan. 

"Isshh abang kok alay sih" menoyor kepala abangnya.

"Mama liat nih Icha, ga sopan noyor noyor kepala abangnya sendiri," sambil menampilkan muka memelasnya, yang sangat menyebalkan dimata adeknya.

Ya, Nama gadis cantik itu Amanda Verissa nama panggilannya Icha. Duduk di bangku SMA Trisakti kelas 10 IPA.

"Husss, udah udah, masih pagi udah pada ribut. Manda sini, mama buat roti kesukaan kamu,"

"Duhh, makasih mamakuu," ucap Icha langsung duduk di kursi sebelah kakaknya.

Setelah acara sarapan selesai, Icha bergegas keluar karena kakaknya sudah teriak teriak memanggilnya.

"Woii Icha cepetan, nanti kita terlambat. Sekarang upacara bego," teriak Mike.

"Iya bang, sabar dong," kesal Icha.

Icha langsung naik ke mobil Mike, lalu berangkat ke sekolah.

Memang setiap pagi Icha harus selalu berangkat bersama abangnya.

...

Disinilah sekarang Icha berada, di lapangan SMA Trisakti yang sedang mengadakan upacara bendera.

Setelah upacara bendera selesai, semua siswa siswi masuk ke dalam kelasnya masing masing.

Bu Eva, guru Pendidikan Kewarga Negaraan mereka masuk kedalam kelas dan memulai pelajaran.

"Selamat pagi anak anak," sapa Bu Eva.

"Selamat pagi buuu," kompak siswa siswi 10 MIA 3.

"Ibu akan membagikan kelompok untuk menyelesaikan tugas yang saya berikan nanti, setiap kelompok terdiri atas 2 orang," kata Bu Eva.

"Moria dengan Evan, Echa dengan Hana, Icha dengan Edgar, bla bla bla."

Setelah membaca semua anggota kelompok, Moria tunjuk tangan.

"Iya, ada apa Moria?," tanya Bu Eva.

"Bu, pasangan saya Icha aja ya bu?."

"Tidak bisa Moria, kamu dengan Evan."

"Yahh bu jangan dong bu, Evan itu pemalas pasti ujungnya hanya saya aja yang ngerjain," ucap Moria sambil melirik sinis ke arah Evan.

"Apa lo bilang? Enak aja lo bilang gue pemalas, gue itu rajin," balas melirik sinis ke arah Moria. "Rajin main game" lanjut Evan sambil tertawa.

Moria memutar bola mata malas.

"Sudah sudah, pokoknya kamu Moria satu kelompok dengan Evan"

"Tugasnya adalah Diskusikan dengan teman sekelompokmu dan lakukan pengamatan tentang sikap dan perilaku yang kurang mencerminkan adanya penerapan sistem demokrasi dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara." lanjut Bu Eva.

Kringggg

Bel istirahat pun berbunyi.

"Cha, lo ke kantin ga?," kata teman semeja sekaligus sahabatnya.

Namanya Moria Kezia. Dipanggil Moria. Dia itu cantik, baik, tapi pecicilan. Mereka sudah bersahabat mulai dari Sekolah Menengah Pertama. Icha sangat menyayangi sahabatnya itu.

"Iya, ayo" sambil menarik tangan Moria.

Sampai di kantin mereka lebih memilih meja yang berada di pojok kanan kantin.

"Boleh duduk disini ga Cha? Udah pada penuh semua."

Manda mengalihkan pandangannya yang semula menatap makanan menjadi menatap ke sumber suara. Dan ternyata itu Edgar Emilio Grissham, teman sekelasnya. Edgar pria yang baik, perhatian, tidak pekaan dan sangat penyayang perempuan. Begitulah penilaian Icha kepada Edgar.

"Ehh, boleh kok Ed. Duduk aja."

Edgar membalas dengan senyum simpul.

Keadaan menjadi hening. Mereka menyantap makanannya masing masing.

Setelah menghabiskan makanannya, Edgar mulai angkat bicara.

"Cha, lo kan yang di pilih Bu Eva jadi temen sekelompok gue?"

"Iya nih."

"Jadi kita ngerjainnya kapan dan dimana?."

"Terserah lo deh, di rumah gue juga gapapa."

"Gimana kalo nanti siang pulang sekolah kita ngerjainnya?."

"Okee." jawab Icha sambil tersenyum.

...

Bel pulang sekolah berbunyi, bagaikan suara yang sangat merdu di telinga siswa siswi SMA Trisakti.

"Cha? Lo pulang sama bang Mike atau bareng gue? Tapi kaya biasa lah di jemput supir nyokap, kita kan searah," kata Moria sambil memasukkan alat belajarnya ke dalam tas.

"Gue bareng lo deh, gue lagi males pulang bareng abang gue. Tapi, ayo dulu ke kelas abang gue, biar gue permisi pulang bareng lo."

"Oh yaudah ayo."

Setelah minta izin kepada abangnya Ia langsung menuju gerbang depan bersama Moria.

Sampai di gerbang sekolah, terdengar suara motor yang mendekat ke arah mereka lalu berhenti tepat di samping Icha. Mereka langsung menoleh.

"Icha  pulang bareng gue, biar langsung tembak kerumah lo aja"

"Jadi lo ga ganti baju dulu?"

"Engga usah Cha, langsung ke rumah lo aja"

Icha melirik ke sahabatnya itu, dan Moria sudah tau.

"Yaudah gue balik sendiri aja, lo sama Edgar, gue duluan yaaa" ucap Moria sambil berjalan ke arah mobil yang sudah menunggunya sejak tadi.

Edgar menyodorkan helm kepada Icha.

"Ayo langsung aja, naik." sambil menunjuk ke jok belakang motor dengan kepalanya.

Setelah naik, motor ninja Edgar langsung berjalan membelah jalanan.

...

Duhh, ga jelas ya? Maaf deng.

Soalnya ini cerita pertamaku.

Belum ngerti buat jalan cerita yang bagus kayak di novel novel kebanyakan.

Selamat membaca 💞

Why?Onde histórias criam vida. Descubra agora