Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
• • •
"Shasa, bangun. Lo sekolah kagak?"
Arusha akhirnya membuka mata setelah mendengar ketukan dan suara panggilan adiknya ke tiga kali dari pintu kamar.
Ia tidak segera beranjak dari ranjang tetapi memilih diam sejenak menatap langit-langit kamarnya.
Matanya masih ingin terpejam, ia masih sangat mengantuk karena pukul dua pagi ia baru sampai rumah dan batu bisa tertidur pukul setengah empat pagi.
Tik
Tok
Tik
Tok
Lima menit berlalu, Arusha beranjak dari ranjangnya dan berjalan keluar kamar, menuruni tangga menuju dapur.
"Ngapain?!" Tanya Arusah heran melihat seorang pemuda yang sudah lama tidak ia jumpai ada didapur rumahnya.
Mendengar suara Arusha, pemuda tersebut membalikan badan lalu tersenyum tipis, "Hari ini kan lo sekolah lagi?"
"Ya terus? Ngapain kesini kan disekolah juga ketemu," ujar Arusha sedikit sebal. Ia mengambil minuman didalam kulkas dan menuangkannya kedalam gelas.
"Udah satu setengah tahun gue nggak jemput lo."
Arusha hanya mengangguk lalu terlihat kebingungan menoleh kesana-kemari kebingungan mencari sesuatu.
"Rosie mana?" Tanya Arusha pada pemuda itu.
"Mama lo lagi ke tetangga sebelah, ngasih oleh-oleh," jawab pemuda itu yang tampak kembali sibuk mengolesi roti dengan selai coklat.
"Sena?"
"Udah berangkat. Katanya tugas belum selesai."
Setelah dua pertanyaannya terjawab, Arusha melangkah menuju halaman belakang rumah yang terdapat taman yang cukup luas dengan kolam renang yang dilengkapi gazebo dan beberapa bangku untuk bersantai.
"Pagi, Pa." Sapa Arusha pada seorang pria berumur, yaitu Thomas— ayahnya.
"Pagi sayang."
Arusha kemudian duduk di bangku samping ayahnya yang kembali sibuk dengan gangdet ditangannya.
"Papa nggak kekantor?"
Mendengar putrinya bertanya, Thomas mematikan gangdetnya dan menoleh, "Kekantor. Tapi masih agak siang. Kenapa?"
"Nggak papa, Shasa tanya aja."
"Kamu nggak sekolah?"
Arusha tersenyum, "Sekolah, lagian ini juga masih pagi."