We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Mengenalmu

166 5 0
                                        

Sempat hati bergeming kapan aku pantas merasakan ketulusan cinta?

Pagi dengan mendung yang merundung hati. Kerap kali aku melamun dikegelisahan yang kian menghampiri. Lamunanku pecah seketika adik kos mengejutkanku.

"Lamunin apa sih kak?. Eleh pasti ngingat jodoh yang tak kunjung datang ya?" Tya sambil ngeledek

"Apaan sih?". Sok tahu deh. Jawabku sok enggak

"Udah kak, bentar lagi dia datang kak"

Kemustahilan pada harap Tya

Jika aku tak mendengar Tya mungkin aku terus saja berlarut-larut dalam kesepian ini.

*esok hari

"Nanti aku belajar kelompok dirumahmu boleh?"

"Bolehlah. Masa enggak pula" jawabku

"Yaudah kita barengan ya ke rumah kamunya naik motor aku"

"Hmm. Iya tapi yang lain gimana?" Aku bingung

"Mereka udah ada motor masing-masing"

"Oke"

#Sepulang sekolah
Belajar memang butuh pengorbanan. Menerima dan mendengarkan dengan seksama. Bahkan hingga merasa bosan. Teman-teman ada yang pada selfi, gosipin guru, ngemil, serta dandan-dandan gk jelas.

Suasana yang berbeda ada pada aku dan Haris. Haris yang sedari tadi tak henti-hentinya mendengarkan penjelasanku. Bahkan memandangku dengan tersenyum sendiri.
Sebenarnya aku sudah tahu dari tadi, awalnya risih tapi lama-lama aku pura-pura gak tau aja.

Hingga tugas kelompok selesai dengan bantuan mereka. Selebihnya aku yang nyelesain. Ada yang gak ngerti juga ada yang bertanya serta meminta bantuan sama yang paham.

Temanpun pulang dengan sekotak tanda tanya yang merasa pelajarannya masih belum sepenuhnya dipahami.

Tatapan itu lagi-lagi merisihkanku. Senyum itu lagi-lagi menggetarkan hatiku.

"Aku pulang dulu ya, makasih atas semuanya" ucapannya yang berbeda dari yang lain

"Iya, biasa aja kali"

"Tapi sehari ini membuatku merasakan kebahagiaan tersendiri"

"Maksud, kamu?" Kebingungan masih menemani

Haris secepatnya pergi tanpa menjelaskan apapun

*pagi

"Selamat pagi"

"Selamat pagi juga" jawabku

"Bareng aku aja perginya ya? Tunggu aku di depan rumah!"

"Iyaaa"

Tak ada daya untuk menolaknya. Aku hanya menganggapnya teman kelasku saja.

Sepertinya dia menganggapku lebih.
Berbagai usaha aneh yang mengharuskan aku berpikir kalo dia nyimpan rasa sama aku. Tapi aku berpura-pura menutup mata dan telinga.

Dilokalpun dia memilih duduk denganku. Dia sering nanya kalo gk ngerti.

Sekarang waktunya belajar biologi. Mata pelajaran yang aku tunggu-tunggu.

"ekosistem yang ini maksudnya gimana, za?" Sambil nunjuk buku biologiku. Mendekatiku.

"..."

"Oh.jadi gitu" melihatkan bahwa dia sudah mengerti apa yang ku jelaskan

Bel pulangpun berbunyi. Menandakan bahwa aku harus segera nunggu angkot di depan sekolah.
Tapi tiba-tiba Haris mengajakku pulang bersamanya. Tidak biasanya dia mengajakku.
Akupun menolak. Dia tetap memaksa. Apa boleh buat akupun ikut dengannya.

#malam yang begitu dingin

Sepi
selalu berorasi jika aku menjunjungnya
Dingin selalu mendekam tubuh ringkih ini
Setelah sekian waktu tidak merasakan kehangatn itu
Aku sadar bukan aku yang dia inginkan
Dulu dia hanya mencoba apakah aku pantas untuknya
Mungkin dia bosan menapikkan hatinya untukku
Mungkin dia bosan memaksakan hatinya untukku
Mungkin aku memang tak pantas untuknya
Dan kini biarlah malam ini menemani kehampaan ini
Biarlah malam ini menghibur diri yang terluka
Biarlah malam ini memudarkan sedihku
Biarlah aku melihatmu dari jauh
Biarlah cinta ini berdiri sendiri
Aku tidak akan menganggumu lagi
Biarlah aku yang menahan pedihnya sendiri
Biarlah aku yang menahan kesepian ini sendiri
Aku sadar kau takkan datang menemuiku lagi
Karena aku bukan apa-apa dimatamu

-ds-

Tiba-tiba hpku berdering diatas meja belajar. Aku yang sedari tadi memandangi langit didekat jendala bergegas mengambil hpku.

Ternyata ada pesan WhatsApp dari seseorang yang bertingkah aneh padaku akhir-akhir ini.

"Tetaplah jaga senyummu, aku tidak tahu seperti apa aku jika aku tidak bisa melihatnya lagi"

"Why?"

"Never Mind, Good Night. Have a nice dream"

"Too" jawabanku yang masih bingung

Makasih ya semuanya udah mau baca kisah yang masih amatiran ini. Semoga suka.
Jangan lupa comment, follow, kasih bintang sebagai penerang aku dalam nulis.
Love you guys <3

Dan Inilah Aku Nelangsa SemuStories to obsess over. Discover now