Chapter 1

23 7 4
                                        

Disalah satu meja yang berada di restoran yang menyajikan beraneka ragam jenis olahan seafood, terdapat dua keluarga yang sedang membahas sesuatu mengenai hubungan kedua anak mereka.

"Jadi kalian setuju dengan perjodohan ini?" Tanya seorang pria paruh baya yang merupakan ayah dari pihak laki-laki

Kedua sejoli yang diberi
pertanyaan tersebut refleks menunjukkan eksperi yang berbeda

Kevan menatap Radea yang duduk tepat didepannya dengan
penuh kebencian. Sedangkan, Radea yang mendapat tatapan tersebut menundukkan kepalanya dalam-dalam untuk menyembunyikan kedua matanya yang sudah berkaca-kaca.

Setiap Ia melihat Kevan, kejadian di masa lalu kembali berputar di otaknya seperti kaset rusak, yang selalu berhasil menghadirkan perasaan bersalah sekaligus sesak dalam hatinya.

Kevan menghela nafas  "Baiklah aku setuju dengan perjodohan ini"

Mendengar jawaban Kevan, sontak membuat Radea
mendongak. Ia tidak menyangka Kevan akan menyetujui perjodohan konyol ini. Radea pikir Kevan akan menolak perjodohan ini. Mengingat tatapan penuh kebencian sekaligus kekecewaan yang diberikan Kevan kepada nya detik ketika dirinya mengangguk mengiyakan 'kesalahan fatal' yang dilakukan nya. Yang mengakibatkan retaknya  hubungan antar dirinya dengan Kevan.

Ibaratnya, seperti gelas yang pecah sulit untuk disatukan kembali, meskipun disatukan kembali pasti tidak akan utuh seperti semula

Kedua orang tua mereka tersenyum mendengar jawaban Kevan. Tinggal menunggu jawaban dari Radea dan perjodohan ini akan berstatus resmi

"Bagaimana denganmu Radea?" Tanya Rita-- Ibu Kevan dengan tatapan lembut yang akan membuat siapa saja yang menolak permintaan nya akan merasa bersalah

"Maaf--" Belum sempat Radea menyelesaikan perkataannya, dengan cepat Kevan memotong kalimatnya

"Radea pasti setuju Ma" Sela Kevan tanpa mengalihkan tatapannya dari Radea

Radea terkesiap, bukan jawaban itu yang ingin Radea katakan. Namun,melihat tatapan Kevan yang tajam membuat Radea bungkam.

"Kevan, mama tidak bertanya kepadamu, mama bertanya kepada nak Radea" Sahut Ibu Kevan sambil menatap anaknya tajam

Kevan mendengus lalu menatap Radea tajam sambil mengatakan 'terima' tanpa suara

"Bagaimana Radea?" Sekarang Ranti-- bunda nya yang bertanya dengan tatapan memohon

Tak tega melihat tatapan-tatapan berharap dari orang-orang yang disayanginya. Akhirnya Ia memutuskan untuk menerima perjodohan ini

Sebelum menjawab, Radea menatap Kevan sebentar lalu menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya.

"Aku setuju..."

Kedua orang tua mereka menghembuskan nafas lega lalu tersenyum penuh arti

Namun tidak dengan Radea walaupun Ia tersenyum. Tapi
dalam hatinya ada perasaan yang tak bisa didefinisikan yang menghadirkan sesak

Ia tahu Kevan menerima  perjodohan ini pasti punya maksud untuk balas dendam kepada dirinya. Karena tidak mudah bagi seseorang untuk tidak menaruh dendam kala dirinya dikhianati.

Mulai sekarang Ia harus siap menerima berbagai macam balasan dendam dari Kevan, baik berupa kata-kata maupun melibatkan fisik

Sedangkan di sisi lain, Kevan juga memamerkan senyum nya namun dalam arti yang berbeda dengan Radea, Kevan memang merasa senang. Tapi, bukan senang karena dijodohkan dengan Radea, melainkan senang karena Ia bisa dengan mudah membuat Radea hancur sehancur-hancurnya sama seperti dirinya saat dikhianati oleh gadis itu.

Takdir Où les histoires vivent. Découvrez maintenant