Prolog

69 6 7
                                        

"Hah? Masa iya sih dia Millie Skyme yang itu? Aku senang sekali kalau dia benar benar sekelas denganku" kata seorang perempuan yang sedang membaca pengumuman pembagian kelas kuliah dengan girang.

Ia tidak menyadari bahwa suaranya dapat membengkakan telinga seseorang laki laki tepat dibelakangnya.

"Ck" ucap lelaki yang tepat berdiri di belakang perempuan bermata hazel itu.

Perempuan itu langsung melesat ke lorong kelas kuliah Jurusan Kedokteran lalu melihat papan kelas yang bertuliskan Kedokteran 3, yang tak lain adalah kelasnya.

Ia masuk dengan wajah mencari cari kawan lamanya itu, Millie Skyme.

"Waaa! Ternyata dugaanku benar, kamu sungguh sungguh satu kelas denganku, Sky!" kata perempuan itu dengan girang
ketika menemukan kawannya itu.

"What? Lo.. Fiana Violany.." kata Millie memegang kedua pipinya dengan histeris.

"Kamu ga senang sekelas denganku, Sky? Apa kamu tidak merindukanku?" dilihatnya Millie dengan mata yang penuh kerinduan.

"Jelas engga,  gue ga mau lo terus terusan menyalin tugas seperti kita kelas 11 dulu. Gue emang bodoh banget dulu karena sering minjemin buku tugas gue"

Kamu hanya malu untuk mengakuinya Millie Skyme, batin Fiana

Fiana mengulum senyum bangga untuk sahabatnya.

"Dan satu lagi, jangan panggil gue Sky! Panggil gue dengan nama yg wajar!"

Millie bepikir keras mengingat sejak kapan anak itu memanggilnya dengan sebutan Sky.

"Hehe, pertama aku akan berusaha giat belajar agar tidak menyalin tugasmu lagi. Dan kedua, Sky adalah panggilan sayang ku padamu" kata Fiana sambil menaruh tasnya dan menempelkan bokongnya ke kursi disamping Millie.

"Nama itu sangat ga enak didengar tau!" Kata Millie dengan nada tinggi dan matanya yang melotot.

Akhirnya Fiana memutuskan untuk menutup mulut agar keributan yang terjadi antar Millie dengannya tidak menjadi panjang.

Lalu, dilihatnya seorang lelaki yang sedang masuk ke kelasnya Fiana itu.

Oh my! Dia benar benar tampan.

Dilihatnya dengan seksama, jangkung dan wajah blasteran.

Dia benar benar tipeku!

Wow! Dia benar benar mirip dengan bear.

Lupakan!

Fiana langsung memalingkan wajahnya ketika tahu Millie sejak tadi memperhatikannya dengan mengernyitkan dahinya.

Tak lama kemudian, bel berdering dan mengharuskan semua siswa untuk duduk dan guru pertama akan memberikan sambutan karena sudah berhasil masuk ke perguruan tinggi kedokteran.

"Ngroook.. Ngrook.." Millie mendengar suara mendengkur di sela sela sambutan Bu Trivy, dosen pertamanya di perguruan tinggi ini.

"Hei, Fiana! Bangun! Lo bakal mati di hari pertama masuk!" bisik Millie dengan menutup mulutnya dengan tangannya.

Suara bisikan Millie masuk tepat dalam telinga Fiana.

"Hmm, Kamu  sungguh menggangguku, Sky" jawab Fiana sambil memulihkan jiwanya.

Millie yang dengan seksama mendengarkan ocehan Bu Trivy, berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan Fiana.

Fiana hanya memainkan pulpen dan mendengarkan dengan tak minat dan selera.

"Jadi, sekarang saya akan membagikan kelas ini dalam 6 kelompok. Agar kedepannya menjadi lebih mudah untuk mengerjakan tugas" ucap Bu Trivy sambil memegang kacamatanya.

"Iya buuuu" Jawab satu kelas serempak.

"Yudha, Millie, Odan, Tina"

"Millie, apa kamu dengar? Kita tidak satu kelompok!" ucap Fiana histeris dan menyentuh dahinya marah.

Berbeda dengan Fiana yang tak rela karena tidak sekelompok dengan Millie, Millie malah ingin sekali bersujud syukur sekarang juga.

Millie Skyme menunjukkan wajah mengejek "Tak apa, hitung hitung belajar agar kau pintar"

Didengarkannya lagi bu Trivy dengan seksama.

"Fiana, Fero, Dysa, Boni"

"What! Aku tidak mengenal mereka semua" ucap Fiana Violany dan mengacak rambutnya frustasi.

Fiana menyumpah serapahi Millie karena Millie sangat senang tidak sekelompok dengan Fiana (Agar Millie tidak mengerjakan semua tugasnya dan Fiana hanya berdiam diri)

"Baiklah, besok kalian duduk sesuai kelompok ya"

"Siap, bu" jawab semua siswa serempak

Bu Trivy segera berjalan keluar ruangan kelas Kedokteran 3

👟👟👟

"Hei! Makanlah makananmu itu, Na"

Millie dengan seketika membuyarkan lamunan Fiana.

"Apa yang kau pikirkan?"

"Aku hanya heran, mengapa di awal hari kita masuk langsung dibagikan kelompok. Seharusnya hari pertama itu free!" jawab Fiana sekenanya dan memijit hidungnya pelan.

Itulah kebiasaan yang dilakukannya jika berbohong.

"Haduh, Nana.. itukah yang kau pikirkan daritadi? Sungguh menggelikan"

Kau berbohong padaku, Nana

Ia sedang mengingat kejadian yang dulu yang membuatnya berpikir bodoh

"Hehe, hei. Apa kau masih mengingat Nolan?"

Millie menegang ditempatnya dan menghirup napasnya pelan.

"Tentu saja, ingat. Pacar kawanku ini kan" jawab Millie sambil menahan rasa sakit di dadanya dan langsung menunjukkan senyum yang amat dipaksakan.

Millie menyeruput minumannya pelan.

"I-ya.. dia hebat. Sekarang dia sekolah di luar negri" kata Fiana dengan senyum yang dipaksakan dan mengambil tisu.

Lebih tepatnya, aku tidak tau pasti dimana sejak peristiwa itu

Ia sungguh membenci dirinya.

Millie tersenyum canggung "Menakjubkan, ya"

Suasana canggung yang menyelimuti antara Fiana dan Millie saat ini, dan akhirnya Millie mengalah "Na! Mari balik ke kelas. Apa kau ingin berlama lama dikantin?" tanya Millie dengan hati hati, pasalnya Fiana daritadi hanya melamun.

"On the way!" Jawab Fiana lalu menyumpal roti kedalam mulutnya.

Maaf, aku berbohong, Sky.

Aku tidak pacaran dengan dia

Aku bahkan ditolak sebelum menyatakan perasaannya.

Fiana mengacak rambutnya frustasi dan menghela napas bertubi tubi saat tubuh Millie membelakangi dirinya.

👟👟👟

"Oh My God! Aku akan merindukanmu Sky oh tidak maksudku Millie. Karena besok kita tidak akan satu bangku lagi! Aku ingin memelukmu!"

Fiana dengan cepat memeluk kawannya itu. Dan membuat Millie terdesak dan napasnya tertahan.

"Lebay. Apa yang kau lakukan selama ini saat aku tak ada? Apa kau menonton sinetron?" kata Millie sambil menghirup napas sebanyak banyaknya.

"Tentu saja!" jawab Fiana cepat sambil menunjukkan cengiran khasnya.

"Weird!"

"Tak apa! Sinetron itu sungguh romantis, kau harus menontonnya dan tidak melulu belajar, Miss Nerd!" Fiana melirik sekilas dengan buku yang dibawa Millie.

"!KRIIING!"

Millie memutar bola matanya dan langsung melesat keluar kelas karena bel sudah berdering.

"Bye, Bye!! Millie Skyme!" teriak Fiana dengan amat sangat kencang dan melambaikan tangannya.

"Bye too, Nana!" Jawab Fiana sambil memalingkan mukanya malu karena ulah sahabatnya itu.

M2NONAStories to obsess over. Discover now