I almost cut a piece of myself for your life
Guess I was just another pit stop
'Til you made up your mind
You just wasted my time
|
|
"Lo tau?"
Luna menoleh, memasang wajah penuh tanda tanya. "Apa?"
"Harusnya lo nggak kaya gini."
"Maksudnya?"
Hansel menyerongkan badannya, lantas menatap Luna dalam-dalam. "Sakit hati yang lo rasain. Jangan terlalu dikasih lihat ke orang yang bersangkutan."
"Orang yang bersangkutan maksud lo itu, Arsen?"
Hansel mengangguk.
"Kenapa?"
"Takutnya dia bakal peduli, dan seolah kembali lagi."
Prolog - Remembrance
L u n a
Dulu bayangan pertama yang terlintas saat pertama masuk SMA adalah kakel ganteng. Nggak tau juga kenapa. Soalnya dari penampakan awal gue lihat gedung sekolah yang cukup besar dan apik pas pertama kali daftar adalah; kakak kelas keren, bad boy, hobi bolos, hobi masuk BK, hobi cari masalah, dan lain sebagainya. Ya, nggak jauh sama penggambaran tokoh-tokoh karakter cerita wattpad yang sering gue baca.
Tapi tetep aja, akhirnya bad boy yang gue temuin disekolah itu, pendek, item, dan dekil. Kalau pun gue ketemu cogan yang perawakannya gagah tinggi menjulang dan punya muka ganteng, modelan kaya gitu itu paling mentok nakalnya cuma molor di kelas atau ketawan nyontek pas ulangan. Nggak ada menantang-nantangnya kaya bad boy cetakan wattpad.
Emang ekspektasi itu nggak sesuai kenyataan.
Kata orang, SMA Jumanta itu SMA yang punya akreditasi baik di mata warga setempat dengan siswa-siswi yang punya akhlaktul karimah macam pondok pesantren yang udah diampu sama kyai kyai sepuh. Sering tegur sapa sama warga sekitar, anaknya rapi dan rajin, nggak ada kasus aneh-aneh yang kadang bikin orang geleng-geleng kepala kaya SMA 44.
Tapi inget. Itu cuma katanya. Karena SMA Jumanta itu hanya masuk dalam daftar cadangan kalau gue nggak keterima di SMA Wijaya. Jadi, gue beneran nggak tau apa-apa tentang SMA Jumanta. Katanya juga, SMA Jumanta itu sering kejar peringkat rata-rata UN.
Dan tentunya, apa yang gue dengar dari omongan orang dan gue rasakan saat masuk di dalamnya justru melencong jauh.
Nggak sedikit siswa yang harus masuk ruang BK karena jumlah kredit yang membludak. Bahkan sampai gue sekarang udah jadi sesepuh alias angkatan tertua di sekolah gue. Gue menganggap nggak ada yang benar-benar beres dari sekolahan ini, pasti ada celah yang buat gue langsung mengkritik sambil misuh. Apa lagi tenaga mengajarnya, beuh... sesuatu, lah. Buat yang ini kalian bakal tau nanti. Intinya kalian bakal males banget kalo ketemu guru modelan sekolah gue.
YOU ARE READING
Affection
Teen FictionKalian tau? 'proses' selalu punya cara untuk membuat orang berpikir lebih panjang. Sementara 'masalah' punya penyelesaian yang harus dipikirkan. Seperti proses yang Luna lalui saat harus melupakan Arsen, atau masalah yang terus Hansel hadapi karena...
