Prolog

47 5 3
                                        

"LO ITU PEMBAWA SIAL TAU GAK!!!"

Teriak seorang laki-laki yang tengah berdiri dengan bahu naik turun. Suaranya terdengar nyaring di koridor rumah sakit yang saat ini terlihat sepi.

"KENAPA BUKAN LO AJA YANG MATI, BANGSAT!!!"
Lanjutnya dengan bahu yang masih bergerak naik turun tak beraturan. Tatapannya masih tertuju pada gadis yang saat ini menundukkan kepalanya dan sesekali sesenggukan keluar dari bibir tipisnya

Gadis itu semakin menundukkan kepalanya dalam-dalam dan menahan agar air matanya tidak menetes saat mendengar umpatan kasar dari lelaki yang tengah berdiri di depannya. Namun nihil sekuat apapun dia mencoba tetap saja air matanya mengalir, malah semakin deras.

Laki-laki itu kemudian mengangkat sebelah tangannya untuk mengusap kasar wajah tampannya, sesekali memijat pangkal hidung mancungnya untuk sedikit meredakan emosinya yang tadi sempat memuncak. Setelah dirasa cukup, ia kembali menatap wajah manis nan polos gadis yang sedang terisak didepannya. Laki-laki itu, Aldebara Smith Ardyasta masih memandangi wajah gadis yang dia anggap telah menjadi penyebab kematian adiknya.
Gadis yang ia sebut sebagai

'Gadisnya'

Alleyza Faira Reynand

'Ara-nya'

ah masih pantaskah dia memanggilnya dengan sebutan itu.

"Sekarang lo nggak perlu susah-susah nyuruh gue jauhin lo, ra. Gue sendiri yang akan jauhin lo"

 Gue sendiri yang akan jauhin lo"

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.



'Jeng'
'Jeng'
'Jeng'
Its my first story  x°x  hope you like it
Tinggalin jejak ya kak (vote + comment :D)

About UsWhere stories live. Discover now