Prolog

14 0 0
                                        

Di malam yang sepi dan dingin, seorang gadis yang baru memasuki umur yang ke 19 tahun tengah berdiri memandang hamparan laut

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Di malam yang sepi dan dingin, seorang gadis yang baru memasuki umur yang ke 19 tahun tengah berdiri memandang hamparan laut. Ia adalah Bintang Evelyn Dominica. Bintang memejamkan matanya. Berharap keajaiban Tuhan datang padanya. Namun teriakan seseorang membuat ia tersadar.

"Elynn."

Tanpa menoleh pun Bintang sudah tau siapa pemilik suara tersebut. Hanya satu orang yang memanggilnya 'Elyn' sejak kejadian itu. Ia adalah lelaki yang berdiri di sampingnya. Lelaki yang selalu ada untuknya.

"Angin malam gak baik untuk kesehatan lo Lyn, ayo masuk." ajaknya sambil menarik tangan Bintang. Namun Bintang tetap tidak beranjak.

"Tinggalin gue sendiri, Lio."
Yap. Lelaki itu adalah Galaksi Emilio Hilton. Lelaki yang selalu ada untuknya. Yang mendengarkan segala keluh kesahnya.

"You can be sad, but you don't make the sadness become the reason for the change in you."

Setelah mengatakan itu, Galaksi meninggalkan Bintang. Memberi waktu untuk berdamai dengan masa lalu. Perlahan Bintang memejamkan matanya. Mencoba untuk menerima keadaan yang telah terjadi. Pikirannya sudah bulat. Inilah saatnya.

"You right, Lio. And I will change." gumam Bintang dengan menampilkan senyum manisnya. Senyum yang telah lama menghilang kini telah kembali.

Eres Mi EstrellaWhere stories live. Discover now