Prolog

3.9K 375 177
                                        

Sherina Munaf - Simfoni Hitam

♪♪♪

Sudah hampir satu jam cewek berambut panjang itu duduk di depan alat musik besar dan berwarna hitam dengan pandangan lurus ke tuts berwarna putih yang berada di ruang keluarga rumahnya tanpa melakukan apa-apa. Alat musik favoritnya semenjak kecil.

Tumbuh di tengah-tengah keluarga penyuka musik membuat cewek bermarga Cooper itu ikut terseret ke dalamnya. Dari semua alat musik, keluarga Cooper sangat mencintai piano. Namun, bukan berarti tak menyukai atau tak bisa memainkan alat musik lainnya.

Kedua tangan yang sedari tadi memangku di atas pahanya kini mulai menggapai tuts itu.

Malam sunyi kuimpikanmu
Kulukiskan cita bersama
Namun s'lalu aku bertanya
Adakah aku di mimpimu

Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun s'lalu aku bertanya
Adakah aku di hatimu

Ia menyanyikannya dengan mata tertutup, dengan membayangkan hari-hari yang ia sudah lewati membuatnya bisa mengeluarkan emosi yang terkandung dalam lagu itu.

T'lah kunyanyikan alunan-alunan senduku
T'lah kubisikkan cerita-cerita gelapku
T'lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu

Bila saja kau di sisiku
'Kan ku beri kau segalanya
Namun tak henti aku bertanya
Adakah aku di rindumu

Sepasang matanya yang semula tertutup kini ia biarkan terbuka dengan air mata yang mengumpul di pelupuk mata. Keadaan rumah yang sedang sedih membuatnya leluasa melakukan apapun.

Tak bisakah kau sedikit saja dengar aku
Dengar simfoniku
Simfoni hanya untukmu....

Tepat ia menyelesaikan lagu itu, air matanya jatuh dari mata sebelah kiri.

♪♪♪


Republish,
Alur tidak berubah, hanya sedikit dirapikan.

James Dean & Audrey HepburnHikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin