Bisa dibilang aku adalah orang paling tidak teliti di dunia ini. Di seluruh jagad raya ini, bahkan.
Tidak percaya?
Aku pernah terkunci di luar kamar kosanku karena lupa di mana aku telah menaruh Sang Tersangka, kunci kamarku. Aku menghabiskan dua jam mencarinya. Dua jam pencarian itu berakhir saat aku tiba - tiba ingat kalau tadi pagi aku menyembunyikannya di dalam sepatu flats berwarna pink norak di rak samping pintuku.
Bayangkan -- itu hanya salah satu dari sekian banyak kejadian sial yang disebabkan oleh kurang telitinya diriku ini, dan itu masih contoh kasus yang ringan. Kalau aku daftarkan satu per satu kisah - kisahku yang mengharukan, dijamin, aku akan keburu didahului ajalku.
Tetapi, dalam seumur hidupku, aku tidak pernah membayangkan bahwa ketidaktelitianku ini mempertemukanku dengan dia. Dia, yang meskipun awalnya sok misterius dan kelewat aneh... adalah orang yang paling membuatku bahagia -- meskipun dia masih sering sok misterius dan aneh, sih.
Maklum, old habits die hard.
Aku telah lama berdamai dengan karakternya itu -- mengingat, pada awalnya, aku tidak pernah menyangka setengah tahun itu akan menjadi sangat gila hanya karena perbedaan satu angka dalam sebuah nomor telepon.
YOU ARE READING
SALKIR
RomanceNamanya Soni... kalau dia bisa dipercaya. Semenjak kehadirannya di hidupku -- atau, lebih tepat lagi, di handphone-ku -- semuanya layak segelas air yang ditumpahkan kemudian dilempar sehingga pecah menjadi jutaan kepingan beling; temanku Adit bertin...
