"Aku berhutang pada Jihe, Aku hidup karena Jihe dan aku hidup untuk Jihe." Itulah moto kehidupan Yuri yang di pegangnya.
".... dan Juara Umum SMA Haneul adalah Jung Yuri." Semarak tempuk tangan riuh mengiringi langkah gadis itu maju ke depan podium. Langkah kaki anggun dan berkelas di tunjukannya dihadapan semua orang, tidak ada yang pernah menyangka bahwa ia memiliki kehidupan yang suram dulu.
Setelah menerima karangan bunga dan sertifikat rapornya ia mendapat kesempatan berfoto bersama para guru serta menerima banyak hadiah dari para guru atas prestasinya. Ini bukanlah pengumuman Juara kenaikan kelas biasa, itu hanya segelintir dari prestasinya selama ini. Saat pembacaan juara umum ia menerima lebih dari 1 sertifikat, disana tertulis pemenang Olimpic Nasional Fisika, juara bertahan Nasional Karya ilmiah, lomba debat bahasa inggris dan lain sebagainya sampai ia cukup repot untuk mengangkut semuanya.
"biar aku yang bawa" ujar seorang lelaki berambut coklat yang baru datang sengan senyum khasnya. Lelaki itu telah selalu menyita perhatian Yuri bagaikan es yang cair.
"maaf Daehan..." ujarnya
Kang Daehan, kapten basket SMA Haneul yang luar biasa tampan dan atlet Renang kebanggaan sekolah. Ia juga menjadi idaman setiap siswi Haneul termasuk Yuri. Dia adalah salah satu sahabat Yuri setelah kehidupan barunya. Daehan memiliki perangai yang bak seorang pangeran, postur tubuhnya sangat ideal, tutur katanya sangat sopan dan juga sangat tampan. Benar-benar sempurna.
"Jihee kemana?" tanyanya membuka pembicaraan
"oh, ke toilet..." sahut Yuri agak gugup namun tetap terkendali. Yuri memang dikenal sebagai wanita yang dingin dan acuh akan sekitar, namun sebenarnya ia sangat pemalu dan jarang bersosialisasi, bahkan untuk mengutarakan isi hatinya ia akan memikirkan dampak terburuk dari setiap kata-katanya selama beberapa hari. Oleh sebab itu ia tidak banyak bicara.
"Dasar anak itu, kalau begitu kita duluan saja" ujar Daehan pada Yuri. Untuk merayakan prestasi Yuri biasanya mereka akan datang ke Cafe milik keluarganya lalu makan bersama. Namun perayaan hari ini berbeda jauh dari biasanya. Bukan hanya Yuri yang mendapat penghargaan hari ini, tapi Daehan dan Jihee juga memiliki kejutan kabar baik untuk mereka. Bahkan Min salah satu sahabat mereka yang lain pun juga akan memberi kabar baik.
"wahhh ini seperti menang lotre... kita semua memang beruntung. Mari bersulang untuk kita semua jjang... "ujar Jihee sambil mengangkat Kaleng Cola-nya dan mereka bertiga ikut menyambutnya dengan senang.
"kenapa harus seheboh ini hahhh? Inikan hanya Cola" ujar Min.
Hyeon Min adalah salah satu sahabat mereka yang memiliki sikap yang sangat bertolak belakang dengan Daehan, Min jarang tersenyum ia juga tidak terlalu ramah serta cerewet dengan banyak hal. Sikapnya yang cuek dan judes serta terlalu berterus terang dengan kata-katanya itu memang membuatnya cukup dijauhi tapi siapa sangka ia memiliki sahabat dan mereka telah berteman dekat selama 7 tahun terakhir ini.
"biarkan saja, lagi pula inikan hari bahagia kita" cibir Jihee pada Min sambil memakan eskrimnya, namun Min yang tampak tidak peduli lalu memberi kotak tissue pada Jihee dan berkata "heeiii apa kau berumur 10 tahun hahh?" sambil melap wajah Jihee yang berlepotan eskrim.
Min memang lelaki judes dan cuek namun tidak pada Jihee. Mereka sudah berteman sejak kecil karena orang tua mereka berteman. Bagi Jihee, Min bagai kakak laki-laki yang tidak dimilikinya, yang sangat perhatian dan selalu membantunya, karena ia sebenarnya anak tunggal. Namun bagi Min tampaknya sedikit berbeda, dan hal itu selalu menjadi perhatian Yuri. Yuri tahu perasaan Min pada Jihee dan ia mendukungnya karena mereka akan tampak sangat serasi ketika bersama. Sang pangeran dan tuan putri, begitulah menurutnya.
"jadi apa berita bahagia dari ketua osis kita" tanya Daehan membuka pembicaraan.
Jika Daehan adalah Kapten basket dan atlet kebanggaan sekolah maka Min juga tidak kalah populer juga. Min adalah Ketua Osis tunggal yang baru saja menjabat ketika ia naik kelas XI. Ia dikenal sangat Tegas dan pekerja keras, sangat sesuai dengan perangainya. Setidaknya akan menakuti setiap anggota yang malas bekerja.
"yahh tidak perlu dirayakan juga sih, ehm... ini hanya pencapaian terbaikku saja." Ujarnya merendah, walau tampak cuek Yuri bisa melihat semburat kemerahan diwajah Min.
"apa sih... jadi penasaran" ujar Jihee
"aku terpilih sebagai Duta Pariwisata" ujarnya.
"whaaaa.... hebat... yhaa... kenapa aku baru tahu, kapan kau ikut event itu...??" tanya Jihee heboh
"selamat ya" ujar Yuri
"aku bilang padamu, kau saja yang tidak datang. Ahh maaf aku hanya memberitahu Jihee, karena aku tidak boleh mengundang banyak orang."
"tentu saja, kalau Jihee datang sudah pasti kemenangan akan ada ditanganmukan... orang akan langsung menyorotimu jika kau mengundang Putri Presdir Juwon" ujar Daehan juga ikut heboh.
"apa... jadi itu maksudmu mengundangku!!" kata Jihee yang berubah kesal
"yahh mau bagaimana lagi, kau pun tidak datangkan" ujar Min cuek,
"status sebagai Putra Presdir Haneul kurasa sudah cukup." Ujar Yuri
"ahh tidak mereka tidak tahu, tenang saja aku menang murni karena usahaku kok..." sahutnya bangga
"nahh kalau kau, kabar baik apa yang ingin kau sampaikan?" ujar Yuri pada Daehan mengalihkan pembicaraan.
"ahh aku? Yha kau pasti sudah menduganya..."
"aku diterima di Timnas Basket." Lanjutnya.
"benarkah? Whaa kenapa kau baru beritahu aku!!" ujar Jihee kembali heboh,
"kalau begitu bukan surprise namanya" jawab Daehan
"tapi kau bilang Yuri tahu" sergah Jihee tidak mau kalah.
"Hei, tentu saja Yuri tahu diakan Manajer Klub basket" sahut Min
"ahhh tidak kok, aku juga baru tahu, aku hanya mendaftarkan nama nya, dan setelah itu aku cuti karena Olimpiade Nasional." Jelas Yuri
"Yuri juga baru kubilang, tapi sebelum aku didaftarkan, dia sudah memberi ucapan selamat dan memberiku daftar barang-barang untuk pindah asrama." Ujar Daehan lanjut menjelaskan
"tentu saja, kau kan sangat berbakat. Selamat ya" kata Yuri sambil memandang Daehan bangga yang dijawab dengan anggukan antusias Daehan.
"lalu yang terakhir adalah Kau" tunjuk Min pada Jihee. "berita bagus apa yang kau bawa"
"aku?" Jihee pun tersenyum malu-malu lalu menatap sahabatnya satu persatu.
"ahh aku tahu." Potong Min,
"kau pasti ingin pamer karna dapat nilai 100 di pelajaran Kimia kan? Heii seharusnya aku tahu kau akan bilang itu... dasar, tidak menyenangkan"
"Bukan itu.... Walaupun itu juga penting" ujar Jihee sambil memukul kepala Min.
"heii sakit tahu!!"protesnya
"kau pantas mendapatkannya..." kesal Jihee
"lalu apa hemhh"kata Min.
Sontak Jihe merangkul lengan Daniel lalu berkata "aku pacaran dengan Daehan"
TBC
YOU ARE READING
The Stepsister
RandomAku berhutang pada Jihe, Aku hidup karena Jihe dan aku hidup untuk Jihe....
