Chapter 1

85 7 2
                                        

- Author POV - –

Dipagi hari yang cerah, terdapat seorang gadis yang masih terlelap sambil menikmati mimpinya, gadis tersebut adalah Clara. Seorang siswi di SMA Tunas Bangsa, yang duduk di kelas XII IPA 2. Dikenal sebagai anak berprestasi dan selalu disanjung oleh guru-guru disekolahnya, selalu disiplin terhadap aturan yang ada.

"Claraaa. Bangun, ini sudah jam berapa kamu harus sekolah nak" Ucap Liliana - mama Clara - sambil menepuk-nepuk pipi anak kesayangannya itu.

"Hmmm, sebentar maaaa. Masih ngantuk nihh." Clara menjawab.

"Bangun sayang ini sudah jam 7.05, kamu bisa terlambat kalau masih asik dengan dunia mimpimu itu."

"Hah! Aku sudah terlambat." Jawab Clara panik.

Lalu dia pun bergegas ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya dan bersiap-siap untuk segera ke sekolah. Menyalami kedua orangtuanya, bahkan sampai menghiraukan panggilan Pratama - ayah Clara - untuk sarapan terlebih dahulu. Dia pasti terlambat sampai sekolah, karna jarak rumahnya ke sekolah cukup jauh. Belum lagi dia menghadapi macet nya jakarta, bagus dia mengendarai motor setidaknya tidak menaiki angkutan umum yang harus mengetem terlebih dahulu.
Mungkin hari ini dia sedang beruntung, karna dari kejauhan dia melihat gerbang sekolahnya masih terbuka. Biasanya jika sudah jam masuk sekolah pasti pintu gerbang tertutup. Mungkin satpam yang berjaga sedang tidak ada pikirnya. Dia pun dengan santai memarkirkan motornya tanpa memperhatikan keadaan sekitar.

"Heyy kamu, cepat kesini. Santai sekali ya padahal datang terlambat." Teriak Pak Santoso - guru BK - dari arah lapangan.

Seketika tubuh Clara menegang mendengar suara itu. Baru kali ini dia datang terlambat, sepertinya dia salah kira kalau hari ini sedang beruntung. Baiklah dia harus menghadapi resiko atas kesalahannya sendiri. Dia pun menghampiri Pak Santoso yang berada di lapangan. Ternyata disana juga terdapat beberapa murid yang mungkin juga melakukan kesalahan seperti dia.

"Apa kamu tau kesalahanmu Clara ? kenapa kamu terlambat ? ini seperti bukan dirimu biasanya." Tanya pak Santoso.

"Saya terlambat pak, maafkan saya telah melanggar peraturan sekolah. Saya berjanji ini untuk yang pertama dan terakhir kalinya." Jawab Clara bersalah.

"Baiklah, tapi kamu tetap harus menjalani hukuman seperti mereka. Bergabunglah dengan yang lain." Perintah Pak Santoso.

Clara hanya mengangguk menanggapinya. Dia meletakkan tasnya di sisi lapangan lalu bergabung dengan murid yang lain. Clara dan murid lainnya yang datang terlambat dihukum, berdiri ditengah lapangan sampai jam istirahat berakhir. Menikmati teriknya matahari bersama-sama.

"Gue seperti pernah melihatnya, tapi dimana ? Wajahnya begitu familiar diingatan." Batin Zio.

"Wahh wahh wahhh, murid berprestasi kayak lo bisa terlambat juga yaaa, kasian. Haha." Ledek Vanya.

"Nggak ada yang perlu dikasihani dari murid sepertinya." Sambung Callie.

"Hahaha benar sekali." Jawab Lisha.

Mereka bertiga pun sibuk meledek dan menertawakan Clara, tetapi orang yang ditertawakan tak menghiraukan kicauan 3 perempuan itu. Dia sangat tahu kalau mereka sudah lama membencinya, entah karna apa.
Vanya dan kawan-kawannya terkenal dengan kelakuannya yang melenceng dari peraturan sekolah. Mereka selalu membuat masalah, dari masalah kecil sampai masalah yang serius. Selalu mengganggu ketenangan para murid lainnya. Dan sudah beberapa kali masuk ruang BK. Walaupun begitu, mereka juga cukup pandai.

Sedangkan Clara dan kawan-kawannya dikenal sebagai murid yang patut dijadikan teladan bagi murid lainnya. Mereka merupakan murid yang cukup berprestasi dibidangnya masing-masing, Tidak pernah membuat masalah sampai saat ini.

Promise To BelieveStories to obsess over. Discover now