Pagi hari..
(Membuka mata dan menatap langit-langit kamar) "Aaahhh ..mimpi itu datang lagi".
Sudah 4 tahun lamanya aku putus dan move on melupakan perasaan itu.
Tapi semua hancur seketika saat aku memimpikannya.
Dalam mimpiku, aku melihat dia duduk dihadapanku sambil menatapku dengan mata indah dan senyum manisnya.
"iiisshhh ( mengacak - acak rambut) apaan sih ini kok bisa-bisanya mimpiin dia".
Di kampus..
"Dulu, gue memang mencintainya tapi itu kan sudah lama sekali waktu gue masih kelas satu SMA. Sekarang kenapa gue malah mimpiin dia lagi sih ?" Kataku.
"loe belum move on kali" kata teman sekampusku.
"Hampir sih hampir. Hampir hilang perasaan gue untuk dia, tapi seketika hancur", jawabku sambil memegangi kepala dengan kedua tanganku.
"nah kan, move on nya belum sepenuhnya . Pantas aja loe mimpiin dia Sha".
"Ah gak tau deh, udh yuk masuk" Ajakku pada Stella teman sekampusku.
Semenjak mimpi itu datang, aku jadi semakin memikirkannya. Membayangkan saat dulu aku berpacaran dengannya, tertawa, yaahhh meski itu hanya sebentar.
"gagal deh move on gue, padahal udh 90% seketika hancur gara - gara mimpi itu"
"buset loe ya, udah 4 tahun juga masa belum bisa move on sepenuhnya"
"Stell, dikira gampang apa ya ngelupain org yg benar-benar gue sayang"
"Oke.. Oke.. Tapi Sha, 4 TAHUN Sha 4 TAHUN, hahahha" ,menggelengkan kepalanya seraya heran.
"iishh, memang ya loe gak ngerti perasaan gue gmna sih Stell" ,kesal.
"Hahah terserah loe deh Sha"
Masih mencintai orang yang sama namun waktunya yang berbeda.
Hm.. Ini memang sulit. Melupakan seseorang yang sangat dicintai itu memang sulit.
To Be Continued......
YOU ARE READING
The MAN(tan)
Teen FictionSemua hancur seketika saat aku memimpikannya... Aku baru menyadari bahwa mimpiku sebelumnya, kini menjadi kenyataan....
