Flasback on.
Tiga belas tahun yang lalu...
Di komplek perumahan elite dekat kebun yang agak jauh dari perkotaan.
Seorang bocah lelaki tambun yang masih berumur tiga tahun sedang asik bermain sepeda mini roda tiganya seorang diri. Pipi gembil yang memerah membuat siapa saja gemas dengan wajah imut dan tampannya.
Dia mengayuh sepedanya keluar gerbang mansionnya untuk mencari tempat lebih leluasa.
Dengan diawasi sang bunda yang sedang menyirami dan merawat bunga-bunganya.
"Milo! Jangan jauh-jauh mainnya, sayang!" kata bundanya sambil tersenyum.
"Iyah bunda! Milo cuma main di cekital cini kok" jawabnya dengan suara cadelnya yang lucu.
Saat sedang mengayuh sepeda dengan kedua kaki kecilnya Milo melihat ada mobil mewah hitam yang memasuki rumah disebelahnya yang memang masih kosong belum ada yang menempati. Milo membawa sepedanya mendekati depan pekarangan rumah yang hampir sebesar rumahnya tersebut.
Dia mengintip dari pagar gerbang yang masih terbuka lebar. Turunlah pria bule dan wanita cantik dari pintu depan, disusul pintu belakang yang terbuka menampakan bocah laki-laki berumur enam tahun sedang membantu seorang gadis kecil sepantaran dengannya untuk turun dari mobil itu.
Dia mengamati gadis kecil itu dengan mata bulatnya, gadis kecil yang sangat cantik seumuran dengannya.
Gadis kecil cantik berkuncir dua itu membawa boneka peri bersayap di dalam dekapannya.
Milo kecil senang karena akan mendapat teman baru yang seumuran dengannya. Saking terlalu fokus dia tidak menyadari jika wanita dewasa cantik tadi yang merupakan ibu dari gadis kecil itu menghampirinya dan berjongkok dihadapannya sambil tersenyum.
"Hello boy. Siapa namamu?" tanya ibu itu.
Milo mengerjapkan mata bulatnya lucu. "Namaku Milo, aunty" jawabnya sambil tersenyum lebar memperlihatkan gigi susunya yang putih.
"Oh! Hai Milo, kamu lucu banget sih" gemas ibu itu lalu mencubit pelan pipinya.
"Hehehe, udah dali lahil kok tan" jawab Milo dengan percaya diri membuat ibu itu tertawa melihat Milo yang menggemaskan.
"Rumah kamu dimana sayang?" tanya ibu itu lagi.
"Itu! yang dicebelah lumah tante. Lumah kita mepetan" tunjuk Milo kearah rumahnya yang memang bersebelahan kanan kiri.
"Wahh.. Kamu tetangga sebelah rumah tante ternyata"
"Sayang kamu ngomong sama siapa?" datang pria dewasa blesteran tadi ikut menghampiri.
"Ini anak ganteng ini namanya Milo, tetangga sebelah kita Dad" kata ibu itu memperkenalkan Milo pada suaminya.
Sang suami tersenyum ke arah Milo lalu ikut jongkok disebelah ibu tadi dan ikut menyapanya.
"Hai Milo!" sapa suami ibu tadi. "Kami tetangga baru di sini" tambahnya lagi sambil mengacak rambut hitam legam Milo.
Suaminya bisa bahasa Indonesia karena sering berbisnis dengan orang Indonesia dan punya istri orang Indonesia.
"Milo! Ayo waktunya pulang, nak!" itu suara bunda Milo.
Milo turun dari sepedanya dan menoleh ke asal suara bundanya. Milo memanggil bundanya yang hendak menjemputnya pulang.
"Bunda!.. Bunda! Cini deh, kita punya tetangga balu dicebelah lumah kita" Milo mengandeng tangan bundanya yang ada dibelakangnya.
Kedua suami istri itu berdiri dari posisi jongkoknya.
" Loh, Milla?! Ini lo Mill?!" pekik ibu tadi.
YOU ARE READING
CARAMILO
Teen Fiction"Kamu tetap jadi peri cantik di hati aku Caramel, dan akan selamanya" - Milo. "Jangan pernah tinggalin aku Milo, kita harus bersama sampe kapanpun" -Caramel. Milo kecil merupakan anak tunggal kesayangan, dia bocah yang sangat periang meskipun di...
