Part 7

1.9K 173 5
                                    


Tagihan sewa rumah datang di waktu yang tidak tepat. Uang sewa rumah sudah digunakan Tiffany untuk membayar denda Ella. Yuni juga tidak bisa membantu karena dia sudah turut membayar uang listrik dan biaya lain.

Tiffany berusaha bertindak profesional dengan tidak memikirkan masalah pribadi saat kerja. Alih-alih bekerja keras, dia malah mengacaukan dapur pagi ini. Coklat dalam gelas yang akan dituangkan malah terjatuh karena tersenggol tangannya.

Untuk sekali, Nick mengabaikannya. Tiffany kembali memotong buah kiwi untuk ditaruh di atas kue yang sudah selesai diolesi whiped cream. Dia menyerahkan pada Nick tapi ketika hendak kembali ke tempatnya, namanya dipanggil.

"Tiffany!"

"Ya?" Dia berhenti menatap bingung Nick. Seingat dia, adonannya sudah ditakar dengan pas dan juga dihias dengan rapi.

"Kenapa yang satu kiwinya bentuk lingkaran penuh sedangkan tiga lainnya setengah lingkaran?" ujar Nick pelan dengan tatapan tajam.

Menyadari kecerobohannya, Tiffany menunduk dan lekas mengambil kuenya kembali. Sayangnya, tangannya diberhentikan.

"Kembalilah, biar aku saja."

"Baik, chef." Lirih Tiffany dengan nada menyesal.

**

"Gue pulang dulu ya!" ucap Jenny setelah membereskan barangnya.

"Oke, hati-hati." balas Tiffany. Setelah menggantung seragam kokinya didalam lemari, dia menutup pintu lemari. Dia berbalik dan terlonjak kala Nick berdiri di hadapannya.

Dia mengatur detak jantungnya akibat terkejut tadi. "Astaga, chef mengagetkanku!"

"Apa yang terjadi?"

"Hmm?" Dahinya berkerut mencoba menerka maksud ucapan Nick.

"Apa yang membuat fokusmu hilang saat bekerja tadi?"

Matanya mengerjap lalu melihat ke arah lantai. "Soal tadi, maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi."

Nick menghela napas masih menatap gadis di depannya. "Bukan permintaan maaf yang ingin kudengar. Aku ingin tahu alasannya."

Mereka bertukar pandang. Yang satu berharap bahwa Tiffany akan menceritakan semua padanya sedangkan yang satu lagi merasa tidak perlu menceritakan karena itu adalah masalah dia sendiri.

"Kamu tidak mau cerita?" Nick tidak ingin memaksa Tiffany tapi dia juga tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya. "Kamu bawahanku dan aku atasanmu. Masalahmu juga masalahku."

"Tapi ini masalah pribadi, chef." ujar Tiffany berusaha tidak menaikkan nadanya.

"Siapapun yang di dapurku juga akan kutanyai jika masalahnya seperti kamu. Aku tidak suka ada orang yang mencampuri urusan pribadi dengan pekerjaan."

Tiffany menunduk lalu kepala terangkatnya kembali saat Nick kembali mengatakan, "Kalau uang yang kamu butuhkan, maka aku akan memberikannya." Sebelumnya, Tiffany berbicara kepada manager hotel untuk mengambil gaji terlebih dahulu. Tanpa sengaja, Nick mendengar percakapan mereka.

Tiffany membuang mukanya ke samping. Dia mengerti bahwa Nick hendak membantunya. Tapi tetap saja dia merasa kecil dan dadanya seakan teriris. "Memang uang yang kubutuhkan sekarang tapi aku tidak akan menerima kalau chef memberikannya!"

"Baiklah. Bagaimana kalau aku memberimu perkerjaan?"

Tiffany terdiam sebentar. "Pekerjaan ... aku akan menerimanya."

Chasing RainbowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang