(12). Broken Home

4.3K 266 12
                                    

Kau mengulangi kesalahan terbesarmu lagi. Cukup sudah! Aku lelah jika kau selalu menyakitiku seperti ini. Aku sudah memberimu kesempatan untuk bersamaku lagi, tapi apa? Nyatanya kau tetap tidak berubah. Memang tak apa jika kau tak bisa mencintaiku, tapi setidaknya hargailah perasaanku padamu. Aku sangat mencintaimu. Sampai kapanpun. Mungkin memang sebaiknya aku pergi agar kau tak merasa terganggu dengan keberadaanku.

~•~


10.00 PM.

Sehun pov
Hari ini pekerjaanku sangat banyak dan itu mengakibatkanku lembur seperti ini. Padahal aku ingin sekali pulang lebih awal. Entah kenapa perasaanku jadi tidak enak. Yang ku pikirkan sekarang hanyalah istriku yang sendirian di apartemen. Ya walaupun aku akan menetap di Korea, tapi appa hanya memberiku sebuah apartemen dan mobil.

Hari semakin gelap. Perasaanku semakin tidak tenang dan ingin cepat pulang. Tiba-tiba ponselku berbunyi tanda ada panggilan masuk. Ku lihat di layar ponselku tertera nama "Baekhee". Untuk apa Baekhee meneleponku malam-malam begini?
Namun saat aku ingin mengangkatnya, ponselku mati seketika karena baterainya lowbat.

"Arrggh.. Kenapa ponselku lowbat sih? Padahal baru saja aku ingin mengangkatnya. Sial, perasaanku semakin tidak tenang." gumamku sambil mengacak rambutku frustasi.

"....Bagaimana ini? Apa aku pulang sekarang saja? Tapi pekerjaanku masih belum selesai. Jika tidak diselesaikan sekarang, maka akan semakin menumpuk. Ah baiklah, aku akan menyelesaikannya secepat mungkin." lanjutku kemudian kembali berkutat dengan laptop di depanku.

2 jam kemudian...

"Huft... Akhirnya selesai juga pekerjaanku! Aku akan pulang sekarang. Luhan pasti sudah menungguku pulang dari tadi."

Aku segera berjalan ke luar kantor dan melajukan mobilku ke apartemen.

Sesampainya di apartemen...

"Kenapa Luhan mematikan lampunya? Apa dia sudah tidur?"

Aku berjalan menuju kamar dan membuka pintunya pelan agar Luhan tidak merasa terganggu. Aku terkejut mendapati Luhan tidak ada disana.

"Dimana dia?" gumamku.

"Lulu~ sayang... Kau dimana?" aku mulai panik mencari Luhan.

"Luhan-ah, jangan bercanda padaku! Cepat keluar!" teriakku sambil terus mencari keberadaan Luhan, namun NIHIL.

Sehun pov end

Kai pov
Sekarang ini aku dan Kyungsi membawa Luhan dan Chanyeol ke rumah sakit. Kenapa? Karena setelah ku pukul beberapa kali, Chanyeol tidak sadarkan diri. Begitu juga dengan Luhan yang masih shock dengan kejadian yang menimpanya dan mendadak pingsan.

Dokter masih memeriksa keadaan mereka berdua. Sedari tadi aku mencoba menghubungi Sehun namun ku rasa ponselnya mati.

"Arrggh shit!! Sehun, dimana kau??" gumamku sambil mengacak rambutku frustasi.

Love is NO PerfectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang