chapter 1

514 36 27
                                        

Ibu memasuki kamarku dan membanting pintu hingga membuatku yang sedang bermain Play Station terkejut.
"SHANE! NILAI APA INI? NILAIMU KEBANYAKAN B, LIHAT TEMANMU YANG DI SEKOLAH LAIN, LIHAT NILAINYA KEN, NILAINYA A SEMUA, B NYA CUMA 2! TIDAK SEPERTIMU!!!" Ibuku mengamuk dan membanting rapot yang barusan ia terima didepanku.

Aku yang hanya diam menatap ibuku akhirnya menjawab "Bu, Aku sudah berusaha... Ibu lihat sendiri aku belajar hingga subuh tanpa istirahat selama 2 minggu untuk ulangan itu, kan?"
Ibu hanya diam lalu keluar kamar dan membanting pintu lagi, kali ini aku tidak kaget.

Aku melanjutkan gameku yang belum selesai kumainkan. Lalu kakak laki-lakiku datang dan duduk disampingku. "Kau barusan dimarahi ibu ya? Ada apa?" tanya Ken, kakak laki-lakiku. Dia hanya berbeda beberapa bulan denganku, jadi dia juga masih umur 13 tahun, sama denganku.

"Nilaiku jelek, lalu ibu marah. Nilaimu pasti bagus karena ibu tidak memarahimu kan? Aku iri sekali kau selalu disayang, sementara aku selalu dimarahi. Ibu tidak pernah menghargaiku."kataku sambil tetap fokus ke gameku.

Ken mencabut kabel Play Stationku lalu merangkulku. "Apaan kau? Untung saja sudah aku save. kalau belum, kuhajar kau!"aku memarahi Ken yang malah menertawaiku.
Ken memelukku "Tenang saja, akan kuajari pelajaran yang menurutmu susah. Aku kan saudaramu yang baik, hehehe.." lalu Ken mengajakku beli es krim di mini market dekat rumah agar aku tidak marah2 terus.

Aku benar-benar iri dengan Ken. Dari dulu dia memang lebih disayang daripada aku. Entah karena aku yang tidak peduli dengan penampilanku, atau karena aku yang sebenarnya jenius tapi malas berfikir.

Memang sebenarnya aku pintar tetapi aku tidak menunjukkannya. Sehingga orang-orang berfikir kalau aku ini bodoh. Bodo amat sih sama pikiran orang-orang, aku juga tak peduli.

Tapi aku suka punya kakak seperti Ken, dia tidak sombong walaupun dia perfect. tampan, pintar, baik, berbakat, idaman wanita dan disayangi orang-orang disekitarnya. Benar-benar perfect bahkan aku tidak sadar selama ini tinggal bersama orang seperti dia.

Hari ini aku akan pergi ke rumah sahabatku jam 7 malam karena ada kerja kelompok dan anggotanya pada bisa malam semua. Akhirnya aku berangkat ke rumah sahabatku.

Sahabatku cowok semua, karena dari dulu aku memang lebih cocok bersahabat dengan cowok. Teman cewek saja bisa dihitung.

Entah kenapa, aku lebih suka bersahabat dengan cowok tetapi aku tidak mempunyai rasa cinta atau apapun, tetapi semua sahabat cowokku sudah kuanggap keluarga kedua. Dan aku menyayangi mereka. Hidupku sekarang benar-benar perfect bersama sahabatku. VERY PERFECT.

Saat aku sampai, ternyata semua sahabatku sudah mulai mengerjakan kerja kelompok. Akhirnya aku ikut kerja kelompok yang benar-benar menyusahkan tetapi menyenangkan karena bisa berkumpul dengan sahabatku.

Jam 9 malam, aku pulang ke rumah jalan kaki karena rumahku lumayan dekat. Aku memutuskan untuk membeli minuman di mini market dekat rumahku. Lalu aku bertemu dengan Ken.

"Shane, Mengapa kau disini?" tanya Ken. "Aku barusan saja dari rumah sahabatku, ada kerja kelompok dan aku barusan pulang" kataku santai dan mencari air putih. "Kalau begitu kita pulang bersama saja." Aku hanya mengangguk lalu mengikuti Ken yang ternyata naik motor Ninja nya.

Ada yang aneh, saat Aku duduk di belakang Ken, hoodie nya bau hanyir. Saat sudah sampai di garasi rumahku, Aku bertanya. "Ken.. Aku mencium bau darah dari hoodie mu." Aku membisiki Ken sebelum dia membuka pintu rumah.

Ken terdiam dan menatapku kosong sambil tersenyum. "Tadi aku menolong kucing yang hampir dimangsa anjing. Tetapi anjing itu telah menggigitnya. Lalu aku menggendong kucing itu, darahnya membasahi hoodieku dan aku memberikan kucing itu ke dokter hewan." jelas Ken.

Aku berfikir itu masuk akal, jadi Aku membiarkannya.

---
hai~, maaf ya kalau ceritanya nggak jelas & ada typo bertebaran..
maklum aku masih newbie, hehehe 😂😂😂
selamat membaca & ikuti kisahnya~~ :)
-author

empty lifeWhere stories live. Discover now